Isu baru kembali mengemuka di kalangan gamer PlayStation setelah muncul laporan yang menyebutkan bahwa lisensi game digital di PlayStation 5 bisa “hilang” atau tidak dapat diakses jika konsol tidak terhubung ke internet dalam jangka waktu tertentu, bahkan disebut-sebut hingga satu bulan.

Dari Mana Isu Ini Berasal ?
Laporan ini pertama kali ramai dibahas di forum komunitas dan media sosial, di mana beberapa pemain mengaku tidak bisa mengakses game digital mereka setelah lama tidak online. Sistem DRM yang digunakan untuk memverifikasi lisensi diduga menjadi penyebab utama.
Pada dasarnya, DRM berfungsi memastikan bahwa game yang dimainkan benar-benar dimiliki oleh pengguna. Namun, dalam kasus tertentu, sistem ini membutuhkan verifikasi ulang secara online.
Benarkah Lisensi Bisa Hilang ?
Secara teknis, lisensi game tidak benar-benar “hilang”. Yang terjadi adalah konsol gagal memverifikasi kepemilikan karena tidak dapat terhubung ke server.
Di ekosistem Sony Interactive Entertainment, game digital memang terkadang memerlukan koneksi internet untuk :
- Verifikasi lisensi awal
- Sinkronisasi akun
- Mengaktifkan fitur “Primary Console”
Jika verifikasi ini gagal dalam waktu lama, akses ke game bisa terkunci sementara.
Peran Fitur Primary Console
Fitur “Primary Console” pada PlayStation 5 sebenarnya dirancang untuk mengatasi masalah ini. Dengan mengaktifkannya, pemain tetap bisa mengakses sebagian besar game digital secara offline.
Namun, jika fitur ini tidak diatur dengan benar, atau jika ada perubahan akun, maka sistem DRM bisa meminta verifikasi ulang secara online.
Dampak bagi Gamer
Isu ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pemain yang :
- Memiliki koneksi internet terbatas
- Sering bermain offline
- Mengandalkan koleksi game digital
Ketergantungan pada DRM membuat kepemilikan game terasa kurang “mutlak” dibandingkan versi fisik.

Respon Komunitas
Komunitas gamer memberikan reaksi beragam. Sebagian memahami bahwa DRM diperlukan untuk mencegah pembajakan, tetapi banyak juga yang mengkritik implementasinya.
Beberapa pemain bahkan menyebut sistem ini sebagai pengingat bahwa membeli game digital berarti membeli lisensi, bukan kepemilikan penuh.
Klarifikasi yang Perlu Dipahami
Hingga saat ini, tidak ada konfirmasi resmi bahwa ada batas waktu pasti seperti “1 bulan” yang menyebabkan lisensi hilang permanen. Masalah yang terjadi lebih berkaitan dengan verifikasi ulang, bukan penghapusan hak akses.
Artinya, begitu konsol kembali online dan berhasil sinkronisasi, akses ke game biasanya akan kembali normal.
Isu DRM di PlayStation 5 menyoroti tantangan besar dalam era distribusi digital.
Meski lisensi tidak benar-benar hilang, ketergantungan pada koneksi internet tetap menjadi kelemahan yang bisa memengaruhi pengalaman bermain. Bagi gamer, ini menjadi pengingat penting untuk memahami cara kerja sistem DRM, dan memastikan pengaturan konsol sudah optimal agar tetap bisa bermain tanpa gangguan.







![[Review] Nostalgia Kembali Hidup di Assassin’s Creed Black Flag Resynced](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/wetewtrw-350x250.jpg)









![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)
