Perdebatan antara sistem combat turn-based dan real-time di genre RPG kembali memanas setelah sutradara Final Fantasy VII Rebirth, Naoki Hamaguchi, mengungkap pandangannya soal kebiasaan gamer generasi muda saat ini.

Dalam wawancara terbaru, Hamaguchi menyebut bahwa pemain muda sekarang semakin menyukai pengalaman bermain yang serba cepat dan responsif dibanding sistem turn-based tradisional. Menurutnya, generasi gamer modern sudah terbiasa dengan feedback instan ketika menekan tombol dalam game.
Ia juga menjelaskan bahwa genre JRPG perlahan mulai dianggap sebagai “legacy genre”, sementara game action dengan combat real-time kini menjadi lebih mainstream di kalangan gamer muda. Karena itulah banyak developer mulai bereksperimen dengan sistem hybrid yang menggabungkan strategi turn-based dengan elemen aksi real-time.
Pernyataan ini dianggap menjelaskan alasan kenapa seri Final Fantasy XVI dan remake FF7 modern memilih sistem combat action RPG dibanding formula turn-based klasik yang dulu identik dengan franchise tersebut.
Meski begitu, Hamaguchi tidak menganggap turn-based sebagai sistem yang sudah usang. Ia menilai gameplay berbasis strategi dan pengambilan keputusan tetap memiliki daya tarik universal bagi banyak pemain. Hanya saja, menurutnya pasar saat ini bergerak menuju pengalaman yang lebih cepat dan interaktif.
Ia bahkan menyinggung game seperti Clair Obscur: Expedition 33 sebagai contoh evolusi RPG modern. Game tersebut memadukan turn-based dengan mekanik dodge, parry, dan timing real-time, sesuatu yang menurut Hamaguchi mungkin menjadi arah masa depan genre RPG.
Namun komentar tersebut langsung memicu perdebatan besar di komunitas gamer. Banyak fans JRPG klasik tidak setuju dengan pernyataan bahwa gamer muda mulai meninggalkan turn-based. Di Reddit, beberapa pemain justru menyebut game seperti Persona 5, Baldur’s Gate 3, dan Expedition 33 membuktikan sistem turn-based masih sangat populer hingga sekarang.
“Persona 5, Baldur’s Gate 3 and Expedition 33 were all pretty popular.” komentar gamer di Reddit.
Sebagian gamer juga menilai perubahan Final Fantasy menuju action RPG justru membuat franchise tersebut kehilangan identitas lamanya. Tetapi di sisi lain, ada juga pemain baru yang mengaku baru tertarik memainkan Final Fantasy karena combat modernnya terasa lebih dinamis dan mudah diakses.
Perdebatan ini tampaknya masih akan terus berlanjut. Namun satu hal yang jelas, komentar Naoki Hamaguchi memperlihatkan bagaimana developer besar kini mulai serius memikirkan cara menarik generasi gamer baru tanpa sepenuhnya meninggalkan akar klasik JRPG itu sendiri.

















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)
