Setelah membahas deretan awal perjalanan panjang Assassin’s Creed di bagian pertama, kini saatnya kita melanjutkan petualangan menembus waktu dan sejarah. Seri-seri berikutnya membawa dunia Assassin’s Creed ke level yang lebih luas – baik dari segi cerita, gameplay, maupun teknologi yang digunakannya. Dari revolusi besar hingga samurai di Timur, mari kita telusuri evolusi epik franchise ini di Assassin’s Creed Series Part 2!
OK Baiklah Ini Dia Daftar Game Assassin’s Creed Series Yang Admin Rangkum Untuk kalian :
1. Assassin’s Creed IV : Black Flag

Kamu berperan sebagai Edward Kenway, seorang bajak laut karismatik asal Wales yang juga merupakan kakek dari Connor (protagonis AC III). Awalnya, Edward bukan seorang Assassin sejati – ia hanyalah seorang pemburu kekayaan yang terseret ke dalam konflik antara Assassin dan Templar.
Cerita Black Flag sangat kuat dalam menggambarkan konflik moral seorang bajak laut yang haus kebebasan, namun perlahan menyadari nilai dari tujuan dan prinsip. Dengan latar belakang Karibia – termasuk Havana, Nassau, dan Kingston – narasinya terasa segar, penuh petualangan, dan bebas dari kesan terlalu “berat” seperti seri sebelumnya.

Detail Game Dan Gameplay
Salah satu aspek paling mencolok dari Black Flag adalah eksplorasi laut yang bebas dan mendalam. Kapalmu, Jackdaw, menjadi pusat pengalaman bermain : kamu bisa menaikkan layar, berburu kapal musuh, menjarah, hingga meningkatkan senjata dan kru. Fitur unggulan : Pertempuran laut sinematik dengan meriam, grapeshot, dan serangan boarding. Eksplorasi bebas pulau tropis, gua tersembunyi, dan reruntuhan kuno. Misi darat dengan sistem stealth yang ditingkatkan dan variasi senjata seperti pedang ganda dan pistol ganda. Keseimbangan antara aksi laut dan darat membuat game ini terasa dinamis dan tidak monoton, memberikan kebebasan penuh kepada pemain untuk menjadi bajak laut sejati.
Grafik Dan Audio
Soundtrack Black Flag menonjol, terutama lagu – lagu laut (sea shanties) yang bisa dinyanyikan kru di atas kapal – memberikan nuansa imersif yang kuat.
Visualnya, meskipun kini sudah berusia lebih dari satu dekade, masih memukau : air laut yang realistis, efek cuaca yang dramatis, dan detail kota kolonial yang hidup.
Platform
PC, PS3, PS4, Xbox 360, Xbox One, Nintendo Switch
2. Assassin’s Creed Rogue

Kamu berperan sebagai Shay Patrick Cormac, seorang Assassin muda asal Irlandia yang kehilangan kepercayaannya terhadap ordo setelah sebuah tragedi besar menewaskan banyak orang tak bersalah. Kecewa dengan idealisme Brotherhood, Shay berbalik melawan gurunya dan bergabung dengan Templar, menjadikannya salah satu karakter paling kompleks di seluruh seri.
Cerita Rogue kuat karena memperlihatkan sudut pandang Templar, sesuatu yang jarang ditampilkan. Ini memberikan perspektif moral baru – bahwa tidak semua Assassin itu benar, dan tidak semua Templar itu jahat.

Detail Game Dan Gameplay
Setting-nya mengambil tempat di Atlantik Utara, New York, dan River Valley, dengan kombinasi antara laut es dan daratan Amerika Utara. Dunia game terasa lebih dingin dan suram, mencerminkan konflik batin Shay. Eksplorasi laut tetap menjadi bagian besar, seperti dalam Black Flag, namun kini kapalmu – The Morrigan – dilengkapi senjata baru seperti oil slick dan puckle gun, menambah variasi pertempuran laut. Gameplay – nya familiar bagi penggemar Black Flag: sistem pertempuran, navigasi kapal, dan mekanisme stealth masih sama. Namun, Rogue menambahkan elemen baru : Assassin Hunter Mode – kini giliranmu diburu oleh Assassin lain. Eksplorasi wilayah beku dengan kapal yang bisa menghancurkan bongkahan es. Senjata unik seperti air rifle dengan berbagai peluru taktis. Hal ini membuat pengalaman bermain lebih intens dan menegangkan, terutama saat kamu harus melawan rekan lamamu sendiri.
Grafik Dan Audio
Visualnya mewarisi kualitas Black Flag, namun dengan palet warna yang lebih gelap dan atmosfer dingin. Musiknya mendukung tema pengkhianatan dan kesendirian Shay, menciptakan nuansa tragis yang khas.
Platform
PS3, PS4, Xbox 360, Xbox One, PC, Nintendo Switch
3. Assassin’s Creed Unity

Pemain berperan sebagai Arno Dorian, seorang Assassin muda asal Prancis yang mencari penebusan atas kematian ayah angkatnya. Arno terjebak di tengah Revolusi Prancis (1789–1799) dan konflik antara Assassin dan Templar.
Cerita Unity menonjol karena mengusung drama pribadi dan romansa tragis antara Arno dan Élise de la Serre, seorang Templar yang menjadi cinta sekaligus musuhnya. Kisah mereka memberi warna emosional yang kuat di tengah kekacauan sosial dan politik Paris.

Detail Game Dan Gameplay
Paris di Unity mungkin adalah kota paling hidup dan detail yang pernah dibuat dalam seri ini. Ubisoft merekonstruksi ibu kota Prancis dengan tingkat akurasi arsitektural yang luar biasa : dari Notre – Dame, Palais du Luxembourg, hingga jalan – jalan sempit yang dipenuhi massa revolusioner. Kepadatan NPC mencapai ribuan orang di layar sekaligus, menciptakan ilusi kota yang benar – benar hidup. Atmosfernya penuh dengan kerusuhan, pidato politik, dan ketegangan sosial – benar-benar menggambarkan semangat revolusi. Unity memperkenalkan banyak inovasi gameplay besar : Parkour dua arah (naik/turun) – membuat gerakan memanjat dan turun lebih halus dan realistis. Stealth sistem baru dengan cover dan indikator deteksi. Kustomisasi mendalam untuk senjata, pakaian, dan kemampuan Assassin. Co – op Multiplayer (hingga 4 pemain) untuk misi bersama. Pertempuran terasa lebih realistis, lebih taktis, dan menuntut presisi, berbeda dengan gaya Black Flag yang lebih bebas.Pertempuran terasa lebih realistis, lebih taktis, dan menuntut presisi, berbeda dengan gaya Black Flag yang lebih bebas. Namun di awal perilisan, Unity dihantam masalah teknis : bug wajah, framerate drop, dan glitch parah. Beruntung, setelah bertahun-tahun patch, kini versi modernnya stabil dan layak dimainkan kembali, bahkan tampil menawan di PC dan konsol generasi terbaru.
Grafik Dan Audio
Secara visual, Unity masih menakjubkan hingga kini. Cahaya matahari yang menembus jendela katedral, bayangan realistis, dan keramaian Paris memberikan pengalaman sinematik yang luar biasa. Soundtrack – nya, digubah oleh Chris Tilton, membawa nuansa revolusi dan tragedi dengan orkestrasi megah yang menggugah emosi.
Platform
PS4, Xbox One, PC
4. Assassin’s Creed Syndicate

Setelah Unity yang ambisius tapi penuh masalah teknis, Assassin’s Creed : Syndicate hadir sebagai bentuk “pemulihan kepercayaan” Ubisoft terhadap para penggemar. Mengambil latar di London pada masa Revolusi Industri (1868), game ini menghadirkan dua protagonis sekaligus, sistem pertarungan yang lebih lincah, dan nuansa kota yang modern – penuh kereta, asap pabrik, dan intrik kriminal.

Detail Game Dan Gameplay
Gameplay Syndicate tetap mengusung formula klasik Assassin’s Creed, namun dengan beberapa peningkatan signifikan : Pertarungan cepat dan brutal, berfokus pada combo tangan kosong dan senjata jarak dekat seperti brass knuckle, cane sword, dan kukri. Sistem dua karakter, di mana pemain bisa bebas berganti antara Jacob (aksi langsung) dan Evie (stealth). Gang Wars System – kamu bisa merebut distrik dari geng musuh dan membentuk geng sendiri, The Rooks. Upgrade dan crafting lebih terfokus, tanpa elemen laut seperti di Black Flag atau Rogue. Secara keseluruhan, Syndicate menawarkan gameplay lebih cepat, responsif, dan seru dibanding pendahulunya.
London di Syndicate adalah salah satu dunia open – world paling hidup di franchise ini. Kota dibagi menjadi beberapa distrik besar seperti Westminster, Whitechapel, dan Lambeth, masing – masing dengan karakteristik unik – dari pabrik – pabrik penuh asap, jalanan kumuh, hingga istana megah. Untuk pertama kalinya, Ubisoft memperkenalkan grappling hook yang memungkinkan pemain memanjat gedung tinggi dengan cepat, membuat navigasi di kota besar ini jauh lebih cepat dan menyenangkan. Selain itu, kereta kuda dan kereta api menambah elemen transportasi baru yang terasa segar.
Grafik Dan Audio
Visual London di masa Victoria sangat memukau – dari kabut tebal di pagi hari hingga lampu gas yang menerangi jalanan malam. Detail lingkungan, pakaian, dan arsitektur menunjukkan peningkatan besar dibanding Unity (yang sudah indah sekalipun). Soundtrack – nya digarap dengan nada misterius dan elegan, selaras dengan atmosfer era industri. Akting suara Jacob dan Evie pun sangat kuat, membangun chemistry yang alami dan menghibur.
Platform
PS4, Xbox One, PC
5. Assassin’s Creed Origins

Setelah Syndicate, Ubisoft memutuskan untuk memberi waktu istirahat bagi franchise ini. Hasilnya adalah Assassin’s Creed : Origins, sebuah reboot besar yang mengubah arah gameplay, struktur dunia, dan sistem progres menjadi jauh lebih dalam dan modern. Game ini membawa kita ke Mesir Kuno, ratusan tahun sebelum berdirinya Brotherhood of Assassins, untuk menyaksikan bagaimana segalanya dimulai.
Kamu berperan sebagai Bayek of Siwa, seorang Medjay (pelindung Mesir) yang menjalani perjalanan balas dendam setelah kehilangan anaknya karena konspirasi misterius. Bersama istrinya, Aya, Bayek terlibat dalam peristiwa-peristiwa besar yang akhirnya melahirkan Hidden Ones – cikal bakal dari Assassin Brotherhood.
Cerita Origins adalah salah satu yang paling emosional dalam seluruh seri. Tidak hanya berfokus pada politik dan kekuasaan, tetapi juga pada kisah pribadi, kehilangan, dan penebusan. Hubungan Bayek dan Aya ditulis dengan kedalaman emosional yang jarang terlihat dalam game aksi besar. Selain itu, kehadiran tokoh-tokoh sejarah seperti Cleopatra dan Julius Caesar memberikan konteks politik yang kuat, membuat cerita terasa seperti drama sejarah epik.

Detail Game Dan Gameplay
Dunia Origins adalah Mesir Kuno yang luas dan menakjubkan. Dari gurun Sahara hingga kota besar seperti Alexandria dan Memphis, semuanya digarap dengan detail luar biasa. Kamu bisa menunggang unta atau kuda, menjelajahi piramida, oase, dan kuil – kuil megah. Dunia ini hidup dan dinamis : hewan liar berburu satu sama lain, badai pasir muncul tiba – tiba, dan NPC beraktivitas alami. Eksplorasi kini menjadi inti gameplay. Tidak lagi sekadar memanjat menara untuk membuka peta – kamu akan menemukan makam tersembunyi, reruntuhan misterius, dan rahasia kuno di setiap sudut. Assassin’s Creed : Origins menggantikan formula lama dengan sistem RPG penuh. Pertarungan real – time dengan sistem target bebas, di mana timing dan positioning jadi kunci. Level dan loot system, mirip The Witcher 3 atau Skyrim. Beragam senjata seperti pedang, tombak, busur, dan perisai, masing – masing dengan gaya unik. Senu, elang pendamping Bayek, menggantikan menara sinkronisasi untuk memantau area. Sistem stealth tetap ada, tapi kini terasa lebih fleksibel dan realistis, cocok dengan dunia yang lebih terbuka dan berlapis. Kombinasi aksi, eksplorasi, dan RPG membuat Origins terasa seperti petualangan hidup di dunia Mesir kuno, bukan sekadar misi demi misi.
Grafik Dan Audio
Secara visual, Origins adalah salah satu game tercantik yang pernah dibuat Ubisoft. Pencahayaan gurun, arsitektur kuno, dan detail karakter menghadirkan suasana sinematik yang memukau. Musik garapan Sarah Schachner menghadirkan nada mistis dan heroik yang sangat ikonik – dari alunan seruling Mesir hingga orkestra megah yang mengiringi pertempuran. Mode Photo Mode – nya bahkan menjadi salah satu yang paling populer di kalangan pemain karena keindahan dunia yang luar biasa.
Platform
PS4, Xbox One, PC
Nah, itu dia deretan game Assassin’s Creed di bagian kedua – dari petualangan bajak laut, pengkhianatan di Atlantik Utara, sampai revolusi di jalanan London yang berkabut. Tapi perjalanan kita belum selesai! Karena di Part 3, seri ini bakal berubah total – lebih luas, lebih mendalam, dan penuh petualangan epik di dunia kuno. Siapkan dirimu buat menjelajah Mesir, Yunani, dan tanah Viking dalam kelanjutan kisah legendaris ini!

![[Review] Prime Monster : Saat Politik Kotor dan Strategi Licik Jadi Inti Permainan Kartu yang Bikin Ketagihan](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/capsule_616x353-2-1-350x250.jpg)












![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)
