CEO Epic Games, Tim Sweeney, baru-baru ini mengkritik keras implementasi aturan baru di Jepang yang bertujuan membuka persaingan di pasar aplikasi mobile, termasuk game. Menurutnya, langkah tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan justru bisa melemahkan daya saing platform mobile bagi pengembang game besar seperti Epic Games.
Pernyataan Sweeney ini menyusul perubahan yang dilakukan Apple untuk mematuhi Undang-Undang Persaingan Perangkat Lunak Mobile Jepang (Mobile Software Competition Act), yang mengharuskan Apple membuka sistem iOS agar mendukung toko aplikasi pihak ketiga dan opsi pembayaran alternatif. Meski awalnya terlihat sebagai kemenangan bagi persaingan pasar, perubahan kebijakan Apple turut memunculkan biaya baru termasuk komisi sebesar 5 % untuk transaksi melalui toko pihak ketiga dan potongan tambahan melalui sistem pembayaran eksternal yang menurut Sweeney justru memberatkan pengembang.
Dalam unggahannya di jejaring sosial X, Sweeney menyebut langkah Apple sebagai “travesti penghambatan” dan bentuk ketidakpatuhan terhadap niat aturan Jepang yang seharusnya memperluas pilihan bagi konsumen dan pengembang. Ia juga menegaskan bahwa Fortnite tidak akan kembali ke iOS di Jepang pada 2025 seperti yang sebelumnya dijanjikan, karena struktur biaya dan mekanisme baru Apple dipandang tetap menghambat iklim kompetisi yang adil.
“Fortnite tidak akan kembali ke iOS di Jepang pada 2025 sebagaimana dijanjikan. Apple seharusnya membuka platform, tetapi yang terjadi malah pengenaan biaya yang menghambat kompetisi,” ujar Sweeney dalam postingan resminya.

Meski aturan Jepang dirancang untuk menurunkan hambatan masuk dan memperkuat persaingan serupa dengan regulasi Digital Markets Act di Eropa yang membuka iPhone untuk toko aplikasi dan metode pembayaran alternatif kritik Sweeney menunjukkan bahwa implementasi teknis dan struktur biaya tambahan dari Apple masih menjadi tantangan besar. Banyak pengembang merasa pilihan yang seharusnya terbuka justru masih dibatasi oleh sistem komisi yang kompleks.
Pandangan CEO Epic Games ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut antara pembuat platform besar dan pengembang aplikasi/game pihak ketiga terkait aturan persaingan global. Beberapa pihak berharap bahwa dialog antara regulator, vendor platform, dan industri pengembang dapat menemukan solusi yang benar-benar memenuhi tujuan kebijakan tanpa memberatkan ekosistem kreatif.
CEO Epic Games Tim Sweeney menilai bahwa implementasi aturan baru Jepang untuk membuka pasar aplikasi mobile khususnya bagi game masih belum efektif. Menurutnya biaya dan mekanisme yang dikenakan oleh Apple justru dapat melemahkan persaingan dan membuat judul seperti Fortnite tetap sulit hadir di platform iOS Jepang. Ini menjadi bagian dari debat global yang lebih besar soal bagaimana aturan pasar digital harus benar-benar menciptakan persaingan yang sehat bagi pengembang dan konsumen.



![[Rumor] Assassin’s Creed Hexe Dirumorkan Hadirkan NPC Mirip Alien, Target Rilis 2027 ?](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/assassins-creed-hexe-concept-leak-350x250.webp)














![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)