Marc-Alexis Côté, mantan kepala franchise Assassin’s Creed, telah melayangkan gugatan terhadap Ubisoft senilai hampir $1 juta (sekitar Rp15 miliar), menuduh perusahaan melakukan constructive dismissal, yaitu dorongan paksa hingga pengunduran diri yang tidak benar-benar atas kemauannya sendiri.

Gugatan ini diajukan di Superior Court of Quebec dan mencakup klaim kompensasi lebih dari 1,3 juta dolar Kanada, termasuk dua tahun gaji dan sekitar $75.000 untuk kerugian moral.
Menurut dokumen pengadilan, konflik ini bermula setelah peluncuran Assassin’s Creed Shadows, yang merupakan salah satu entri terbesar dalam seri tersebut. Côté, yang telah bekerja dengan Ubisoft lebih dari dua dekade sejak 2010, menyatakan bahwa perubahan struktur organisasi perusahaan membuat posisinya di franchise semakin berkurang. Salah satu titik konflik terjadi ketika Ubisoft membentuk Vantage Studios untuk menangani seri-seri besar termasuk Assassin’s Creed, dan posisi baru yang lebih tinggi ditempatkan di Prancis, sesuatu yang tidak memungkinkan Côté untuk tetap memimpin karena lokasi dan perubahan tugasnya.

Dalam gugatan tersebut, Côté mengklaim bahwa tawaran peran baru yang diberikan kepadanya merupakan langkah yang secara efektif mengurangi tanggung jawab, sehingga ia merasa “didorong keluar” dari perannya. Ia menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukanlah keputusan sukarela, tetapi akibat perubahan tersebut.
Kasus ini membuka babak baru dalam hubungan antara figur kreatif penting dalam industri game dan perusahaan besar seperti Ubisoft, yang belakangan menghadapi berbagai tekanan internal dan perubahan struktur besar-besaran. Meski demikian, tuduhan ini masih menjadi klaim hingga terbukti di pengadilan, dan Ubisoft belum memberikan respons resmi terhadap tuntutan tersebut dalam laporan publik.
gugatan yang dilayangkan mantan bos Assassin’s Creed terhadap Ubisoft ini menjadi sorotan penting tentang dinamika internal di balik pengembangan game berskala besar. Kasus ini tidak hanya menyangkut persoalan finansial, tetapi juga membuka diskusi lebih luas mengenai perubahan struktur perusahaan, posisi kreatif, dan perlakuan terhadap figur kunci di industri game. Hasil akhir dari proses hukum ini tentu akan dinantikan, karena berpotensi memberikan dampak dan preseden bagi hubungan antara kreator senior dan perusahaan besar di masa mendatang.


















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)