Baru-baru ini, distributor resmi di Asia mengumumkan bahwa harga perangkat Steam Deck OLED akan naik mulai 6 Maret 2026 di beberapa negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Kenaikan ini mencakup semua model OLED, baik versi 512 GB maupun 1 TB, dengan penyesuaian sebagai berikut :
-
512 GB model naik dari ¥84.800 menjadi ¥99.800 di Jepang,
-
1 TB model naik dari ¥99.800 ke ¥114.800.
Hal serupa juga berlaku di Korea Selatan dan Taiwan dengan penyesuaian kurs dan biaya logistik masing-masing.
Distributor menjelaskan bahwa keputusan ini didorong oleh kenaikan biaya logistik dan fluktuasi nilai tukar mata uang, faktor yang telah memberi tekanan pada harga perangkat elektronik global sejak awal peluncuran Steam Deck.
Apa Penyebab Kenaikan Harga ?
Para analis industri melihat beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga Steam Deck :
Biaya Logistik & Mata Uang :
Biaya pengiriman dan perubahan nilai tukar sejak peluncuran awal produk terus naik, yang berdampak pada harga jual akhir di berbagai pasar.
Keterbatasan Komponen :
Kondisi pasokan global, terutama pada chip memori dan penyimpanan, tetap tegang, sebuah tren yang juga mempengaruhi ketersediaan stock Steam Deck OLED di berbagai kawasan. Valve pernah mengakui bahwa perangkat ini mengalami stock scarcity karena komponen seperti memori sering digunakan di pusat data besar dan AI.
Industri PC Secara Umum Mengalami Tren Serupa :
Harga komponen seperti RAM dan SSD telah naik sejak 2025, sehingga tidak hanya perangkat handheld yang merasakan tekanan harga, tetapi juga pasar PC secara keseluruhan.
Reaksi Fans & Gamers
Sentimen komunitas gamers terhadap kenaikan harga ini sangat beragam:
Gamer Frustrasi :
Banyak yang merasa bahwa harga yang lebih tinggi membuat Steam Deck semakin sulit dijangkau, terutama di wilayah yang kini harus menanggung beban biaya yang lebih besar. Hal ini diperparah oleh fakta bahwa model * LCD tradisional* yang sebelumnya menjadi opsi lebih murah telah dihentikan atau langka di beberapa pasar.
Waspada Terhadap Pasar Bekas :
Beberapa fans online juga menunjukkan bahwa harga pasar bekas untuk model lama kini cenderung tinggi, karena pasokan baru yang terbatas dan permintaan yang stabil, membuat keputusan membeli lebih rumit bagi sebagian konsumen.
Ada Juga yang Tetap Optimis :
Meski begitu, masih ada suara komunitas yang menilai Steam Deck tetap menawarkan nilai yang kuat dibanding alternatif lain, karena fleksibilitasnya sebagai handheld gaming PC dengan akses ke ribuan judul Steam. Namun, dengan harga naik, daya tarik ini jadi lebih relatif.
Kenaikan harga pada valve handheld seperti Steam Deck OLED mencerminkan tekanan global di industri hardware, bukan sekadar keputusan sepihak tanpa alasan. Walau beberapa pasar masih belum mengumumkan revisi harga, langkah di Asia bisa jadi indikator bahwa harga perangkat ini akan meningkat juga di wilayah lain jika tren biaya produksi dan logistik terus berlanjut.
Bagi gamers yang mempertimbangkan pembelian sekarang, ini menjadi sinyal bahwa memilih waktu yang tepat lebih penting dari sebelumnya, apakah segera membeli atau menunggu stabilitas harga dan ketersediaan kembali.


















