Kehadiran hero baru bernama Anran di era terbaru Overwatch justru memicu perdebatan panas di kalangan komunitas. Alih-alih disambut antusias, desain karakter ini mendapat banyak kritik, terutama pada bagian wajah yang dianggap terlalu generik dan kurang mencerminkan identitas unik yang dijanjikan Blizzard.
Sejak pertama kali diperlihatkan, banyak pemain menyoroti bahwa wajah Anran terlihat terlalu mirip dengan beberapa hero perempuan lain di Overwatch. Fenomena ini kemudian ramai disebut sebagai “same face syndrome”, di mana karakter-karakter baru dinilai memiliki struktur wajah yang terlalu seragam.
Padahal secara lore, Anran digambarkan sebagai sosok yang lebih dewasa dan berpengalaman, sekaligus kakak dari karakter Wuyang. Namun versi in-game justru menampilkan wajah yang lebih lembut dan muda, sehingga dinilai kurang selaras dengan latar cerita serta kepribadiannya.
Kritik semakin menguat setelah pemain membandingkan model Anran di versi trailer animasi sebelumnya dengan tampilan terbarunya di dalam game. Banyak yang menilai versi lama terlihat lebih tegas, berkarakter, dan sesuai dengan citra seorang petarung veteran, sementara versi final dianggap “terlalu aman” dari segi desain.
Diskusi ini pun meluas di media sosial, forum, hingga kolom komentar berbagai platform, dengan sebagian pemain bahkan membuat edit visual untuk menunjukkan bagaimana desain Anran seharusnya terlihat.
Menariknya, kritik terhadap Anran tidak hanya datang dari pemain. Pengisi suara Anran versi Inggris juga ikut angkat bicara dan secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap masukan komunitas. Ia menyebut bahwa dirinya memahami kekecewaan para fans dan berharap karakter ini bisa dikembangkan lebih baik agar sesuai dengan visi awalnya.
Dukungan ini semakin memperkuat tekanan publik terhadap Blizzard untuk melakukan perubahan.
Menanggapi situasi tersebut, pihak Blizzard menyatakan bahwa mereka telah mendengar feedback dari komunitas. Tim pengembang mengonfirmasi sedang mendiskusikan kemungkinan penyesuaian desain Anran agar tampil lebih sesuai dengan peran dan narasi karakternya.
Meski belum ada detail pasti mengenai perubahan yang akan dilakukan, Blizzard mengisyaratkan bahwa proses redesign bukan hal yang mustahil, meskipun membutuhkan waktu dan pengujian lebih lanjut sebelum bisa diterapkan ke dalam game.
Reaksi pemain pun terbelah. Sebagian besar mendukung perubahan desain demi menjaga kualitas visual dan identitas karakter Overwatch. Namun ada juga pemain yang menilai bahwa perdebatan ini terlalu berlebihan dan seharusnya fokus utama tetap berada pada gameplay serta keseimbangan hero.
Terlepas dari pro dan kontra, kontroversi Anran kembali menunjukkan betapa tingginya ekspektasi komunitas terhadap Overwatch, terutama dalam hal desain karakter dan konsistensi lore.

















![[Rekomendasi] Game Epik Battle dari Ubisoft yang Jarang Diketahui Pemain : For Honor, Tarik Pedangmu dan Jadilah Petarung](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/For-Honor_capa3-120x86.png)