Studio di balik Dishonored dan Deathloop, Arkane Lyon, dikabarkan cuma punya waktu sampai November untuk cari pembeli baru, meski PC Gamer menyebut ada tambahan satu bulan. Kalau tidak ada yang mengambil alih sampai batas itu, studionya kabarnya bakal ditutup. Kabar ini muncul di tengah ‘reset’ Xbox yang lagi bikin banyak orang deg-degan, dan dua situs game, PC Gamer dan Eurogamer, sama-sama memberitakannya pada 23 Oktober 2026.

Kenapa Arkane Lyon sampai di titik ini?
Menurut Eurogamer, Arkane Lyon ikut terseret pemotongan karyawan dan efisiensi besar-besaran yang dijalankan Xbox di bawah CEO Asha Sharma tahun ini. Situasinya disebut sebagai bagian dari ‘reset’ Xbox yang sedang berlangsung. Ini bukan studio sembarangan. Arkane Lyon dikenal sebagai studio immersive sim, genre game yang memberi banyak cara untuk menyelesaikan misi, dan dua game yang disebut tadi, Dishonored dan Deathloop, datang dari tangan mereka. Menurut kami, banyak penggemar genre ini menyayangi studio tersebut.
Batas waktu Arkane Lyon untuk cari pembeli sampai kapan?
Dua laporan ini fokusnya agak berbeda. Eurogamer menyebut Arkane Lyon dilaporkan hanya punya waktu sampai November untuk menemukan pembeli baru. PC Gamer lebih menyorot bahwa studio ini baru saja mendapat tambahan satu bulan untuk mencari pembeli. Detail soal tambahan itu, termasuk kapan tepatnya dihitung, belum diumumkan.
Apa yang terjadi kalau Arkane Lyon tidak dapat pembeli?
Di sini kedua laporan mengarah ke hal yang sama. Eurogamer menulis bahwa kalau pencarian gagal, studio ini akan ditutup. PC Gamer memakai nada lebih hati-hati, menyebut Arkane Lyon kemungkinan besar bakal tutup kalau tidak ada yang berminat. Dari yang dilaporkan, hanya dua skenario yang disebut: ada pembeli, atau studionya tutup.
Yang masih belum jelas soal Arkane Lyon
Siapa calon pembeli, tanggal pasti batas November, dan nasib karyawan maupun proyek yang sedang dikerjakan studio itu semuanya belum diumumkan. Kalau kamu nanya hal-hal ini, jawabannya memang belum ada.
Pendapat kami
Jujur saja, kabar ini bikin sedih. Dishonored dan Deathloop bukan game yang dimainkan lalu dilupakan. Buat banyak orang, game dengan gaya immersive sim seperti itu adalah alasan mereka betah main. Kalau studio di baliknya benar-benar tutup, yang hilang bukan cuma satu tim, tapi juga kesempatan melihat game berikutnya dari orang-orang yang sudah membuat dua game itu. Menurut kami, itu bagian yang paling berat.
Yang bikin penasaran menurut kami adalah kata ‘dilaporkan’ itu. Eurogamer sendiri menulisnya sebagai laporan, jadi kita sedang membaca kabar yang belum bisa dianggap keputusan final. Pertanyaan terbesarnya tetap sama: siapa yang mungkin tertarik membeli. Sejauh yang disebut kedua situs, belum ada nama, dan itu membuat skenario penyelamatannya terasa masih jauh.
Yang patut diwaspadai, jangan buru-buru menyimpulkan tanggal pasti dari potongan informasi yang ada. Hitung-hitungan sendiri dari tambahan satu bulan dan batas November gampang meleset.
Kalau kamu penggemar, pantau kabar soal calon pembeli dan pengumuman resmi dari Xbox atau pihak studio. Itu yang bakal menentukan nasib Arkane Lyon, bukan tebak-tebakan.
Baca juga:
- Xbox Nano Controller: Kontroler Mini Seharga $50 yang Lebih Kecil dari Banyak Smartphone
- Xbox Labs: Tim Baru Xbox untuk Eksperimen AI, Port, dan Mash-Up











Discussion about this post