Kabar mengejutkan datang dari industri game global. Take-Two Interactive dilaporkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sebagian tim Artificial Intelligence (AI), termasuk pemimpin divisi AI mereka.

Langkah ini cukup mengejutkan, mengingat perusahaan sebelumnya menyatakan sedang активно mengembangkan dan memanfaatkan teknologi AI dalam proses produksi game.
Kepala AI Ikut Terdampak
Salah satu sosok penting yang terdampak adalah Luke Dicken, yang menjabat sebagai Head of AI di Take-Two.
- Ia baru bergabung sekitar awal 2025
- Memimpin berbagai inisiatif AI, termasuk penggunaan LLM dan teknologi generatif
- Mengumumkan kepergiannya melalui LinkedIn
Dalam pernyataannya, ia menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang “mengecewakan” dan mengonfirmasi bahwa sebagian timnya juga ikut terdampak PHK
PHK Terjadi di Tengah Ambisi AI
Yang membuat situasi ini menarik adalah timing-nya. Sebelumnya, CEO Take-Two :
- Menyatakan perusahaan “aktif mengadopsi generative AI”
- Memiliki ratusan eksperimen AI dalam pengembangan game
Namun di sisi lain, CEO juga pernah menegaskan bahwa :
- AI tidak bisa menggantikan kreativitas manusia
- Tidak akan digunakan untuk membuat game besar seperti GTA secara penuh
Kontradiksi ini memunculkan spekulasi bahwa :
PHK ini bisa jadi merupakan restrukturisasi strategi AI, bukan sekadar pengurangan biaya.
Skala PHK Masih Belum Jelas
Hingga saat ini, belum ada angka resmi terkait :
- Berapa banyak karyawan yang terkena PHK
- Apakah seluruh divisi AI terdampak
Namun beberapa laporan menyebutkan :
- Setidaknya sebagian besar tim AI terdampak
- Bahkan ada spekulasi bahwa divisi tersebut mengalami perombakan besar-besaran
Take-Two sendiri belum memberikan komentar resmi terkait detail keputusan ini.
Kemungkinan Alasan di Balik Keputusan
Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab :
1. Fokus pada Kreativitas Manual
Take-Two dikenal dengan pendekatan “handcrafted” terutama untuk franchise besar seperti GTA.
2. Evaluasi Efektivitas AI
Meski AI berkembang pesat, belum tentu semua eksperimen memberikan hasil optimal.
3. Restrukturisasi Internal
Bisa jadi perusahaan :
- Menggabungkan tim AI ke divisi lain
- Atau mengalihkan fokus ke proyek prioritas seperti GTA 6
Bagian dari Tren Industri
Langkah ini juga sejalan dengan tren industri teknologi global :
- Banyak perusahaan melakukan PHK sambil tetap berinvestasi di AI
- Restrukturisasi dilakukan untuk efisiensi dan fokus baru
Fenomena ini bahkan sudah menyebabkan puluhan ribu PHK di sektor teknologi sepanjang 2026.
PHK yang terjadi di Take-Two Interactive menjadi sinyal bahwa :
- Implementasi AI di industri game masih dalam tahap eksplorasi
- Tidak semua investasi AI langsung menghasilkan dampak positif
- Perusahaan besar tetap mengutamakan kreativitas manusia sebagai inti pengembangan game
Meski terlihat seperti langkah mundur, bisa jadi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menyeimbangkan antara teknologi dan kreativitas dalam industri game modern.















![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)