Komunitas game open-world terbaru, Neverness to Everness (NTE), tengah diguncang isu tidak sedap. Bukannya merayakan fitur-fitur baru, para penggemar justru dibuat geram oleh tindakan oknum beta tester yang diduga sengaja menyebarkan disinformasi demi agenda pribadi.

Kekacauan ini berpusat pada fitur dating system atau interaksi karakter di dalam game, yang melibatkan akun content creator seperti iYato dan akun yang diduga terafiliasi dengannya.


Kronologi Manipulasi Informasi
Awalnya, para beta tester ini mengunggah klaim bahwa pemain tidak bisa berkencan atau mengundang karakter pria ke dalam fitur housing (Home Time), bahkan jika pemain menggunakan karakter utama wanita (Female MC). Narasi ini menyebar cepat, memicu kemarahan dari basis pemain yang menyukai karakter pria (male character lovers).
Namun, fakta di lapangan berbicara lain:
-
Fitur Sudah Ada Sejak Awal: Bukti dari Closed Beta Test (CBT) berbulan-bulan lalu menunjukkan bahwa opsi untuk berinteraksi dengan karakter pria sebenarnya sudah tersedia.
-
Penghapusan Bukti: Setelah menerima backlash (hujatan) masif dari netizen yang menyadari adanya kejanggalan, oknum tersebut menghapus postingan aslinya.
-
Narasi “Pahlawan” Palsu: Alih-alih mengakui kesalahan, mereka mengunggah “update” terbaru dengan narasi seolah-olah pengembang (Hotta Studio) baru saja mengimplementasikan fitur tersebut karena mendengarkan masukan mereka. Padahal, fitur itu memang sudah ada dan sengaja tidak diperlihatkan sebelumnya.
Upaya “Gatekeeping” dan Tuduhan Incel
Banyak penggemar menuduh tindakan ini sebagai upaya gatekeeping yang disengaja untuk mengusir pemain yang menginginkan konten inklusif (karakter pria), agar game tersebut terlihat hanya berfokus pada konten waifu atau male-gaze.
Lebih parahnya lagi, rekam jejak digital oknum tersebut memicu tuduhan perilaku “incel” dari komunitas, mengingat adanya pola kebencian atau pengabaian terhadap representasi karakter pria yang dianggap mengganggu “fantasi” mereka dalam game.
Dampak Buruk bagi Reputasi Game
Tindakan beta tester seperti ini sangat merugikan pihak pengembang. Reputasi NTE yang seharusnya bersih dari drama justru tercoreng oleh informasi palsu yang membuat calon pemain merasa tidak diinginkan.
Beberapa poin penting yang disoroti komunitas adalah:
-
Akun Palsu & Engagement Farm: Munculnya akun-akun seperti
NTE_WDdanNTE_WLyang berpura-pura menjadi sumber resmi hanya untuk mencari engagement dengan menyebar hoaks. -
Kredibilitas Tester: Komunitas mendesak pengembang untuk lebih selektif dalam memilih beta tester agar tidak memberikan panggung kepada individu yang manipulatif.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para pemain untuk selalu memverifikasi informasi dari akun resmi (NTE_GL) dan tidak mudah tertipu oleh narasi content creator yang memiliki agenda tersendiri. NTE memiliki potensi besar, dan sangat disayangkan jika potensinya terkubur oleh drama yang diciptakan oleh orang-orang di dalam lingkaran pengujinya sendiri.
Bagaimana menurutmu? Apakah pengembang harus mencabut status beta tester dari oknum yang terbukti menyebarkan hoaks ini?















![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)