Kabar terbaru seputar remake anime legendaris Dragon Ball Super kembali menjadi sorotan. Setelah pengumuman resmi proyek remake yang dijadwalkan rilis mulai 2026, kini beredar bocoran yang justru memicu reaksi negatif dari komunitas, terutama terkait penanganan saga populer seperti Goku Black dan Turnamen Kekuatan.

Bocoran Roadmap Bikin Fans Khawatir
Sejumlah bocoran yang beredar di komunitas menyebutkan bahwa remake ini akan memulai cerita dari arc awal seperti Beerus, sebelum berlanjut ke saga berikutnya. Namun, yang menjadi masalah adalah indikasi bahwa beberapa arc besar kemungkinan akan mengalami perubahan signifikan, atau bahkan dipadatkan.
Padahal, saga seperti Goku Black dan Turnamen Kekuatan merupakan bagian paling ikonik dalam cerita Dragon Ball Super. Dalam cerita aslinya, Goku Black merupakan versi jahat Goku yang sebenarnya adalah Zamasu, dengan konflik lintas waktu yang kompleks .
Sementara itu, Turnamen Kekuatan adalah battle royale antar semesta dengan taruhan eksistensi seluruh universe, yang menjadi puncak perkembangan kekuatan karakter seperti Ultra Instinct .
Kekhawatiran Pemangkasan Cerita
Fans mengkhawatirkan bahwa remake ini akan mengikuti pendekatan seperti Dragon Ball Z Kai, yaitu memotong filler dan merapikan alur. Meski terdengar positif, pendekatan ini bisa berdampak pada kedalaman cerita jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
Beberapa diskusi komunitas bahkan menyebut bahwa saga Goku Black berpotensi kehilangan nuansa gelap dan kompleksitasnya jika dipadatkan. Hal serupa juga berlaku untuk Turnamen Kekuatan, yang dikenal dengan durasi panjang dan banyaknya karakter penting.

Fokus Awal pada Saga Beerus
Secara resmi, remake ini memang akan dimulai dari arc Beerus melalui proyek seperti Dragon Ball Super: Beerus, yang menghadirkan peningkatan visual dan penyusunan ulang cerita .
Namun, belum ada konfirmasi detail mengenai bagaimana saga-saga setelahnya akan diadaptasi, termasuk apakah akan tetap setia atau mengalami perubahan besar.
Reaksi Komunitas Terbelah
Reaksi fans pun terbagi dua. Sebagian optimis bahwa remake ini akan memberikan pengalaman lebih padat dan berkualitas tinggi, terutama dengan visual yang ditingkatkan.
Namun, tidak sedikit yang merasa khawatir bahwa perubahan tersebut justru akan menghilangkan momen ikonik yang membuat Dragon Ball Super begitu dikenang.
Bahkan, beberapa penggemar menyebut bahwa remake “tidak diperlukan” jika hasil akhirnya justru mengurangi kualitas cerita.
Bocoran terbaru tentang remake Dragon Ball Super menunjukkan bahwa proyek ini ambisius, tetapi juga berisiko. Saga besar seperti Goku Black dan Turnamen Kekuatan bukan sekadar bagian cerita, melainkan fondasi utama popularitas seri ini.
Jika benar terjadi pemangkasan atau perubahan signifikan, maka kekecewaan fans bisa menjadi tantangan besar bagi keberhasilan remake ini. Namun hingga ada konfirmasi resmi lebih lanjut, semua ini masih berada di ranah spekulasi.
Yang jelas, ekspektasi terhadap kembalinya Dragon Ball Super kini semakin tinggi, dan juga semakin sensitif.







![[Review] Nostalgia Kembali Hidup di Assassin’s Creed Black Flag Resynced](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/wetewtrw-350x250.jpg)









![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)
