Kabar terbaru datang dari proyek Assassin’s Creed Black Flag Resynced, di mana sang sutradara akhirnya memberikan komentar terkait keputusan penggunaan mesin game (engine) yang sama dengan Assassin’s Creed Shadows.

Keputusan ini sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar, terutama soal orisinalitas dan kualitas remake tersebut.
Dalam wawancaranya, sang sutradara menjelaskan bahwa penggunaan engine yang sama bukanlah bentuk “jalan pintas”, melainkan strategi untuk menghadirkan pengalaman yang lebih konsisten dan modern. Engine yang digunakan pada Assassin’s Creed Shadows disebut memiliki peningkatan signifikan dari sisi pencahayaan, detail lingkungan, hingga sistem AI, yang dinilai sangat cocok untuk menghidupkan kembali dunia bajak laut di Black Flag.
Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Remake
Menurut tim pengembang di Ubisoft, penggunaan teknologi yang sama justru memungkinkan mereka untuk memaksimalkan potensi game tanpa harus membangun ulang dari nol. Hal ini mempercepat proses pengembangan sekaligus memberi ruang lebih untuk menyempurnakan gameplay, cerita, dan eksplorasi laut yang menjadi ciri khas Black Flag.
Sutradara juga menegaskan bahwa meskipun berbagi engine, Resynced akan tetap memiliki identitas yang kuat. Dunia Karibia yang luas akan didesain ulang dengan detail yang lebih kaya, termasuk efek cuaca dinamis dan sistem pertempuran laut yang lebih realistis.

Kekhawatiran Fans dan Jawaban Developer
Sebagian fans sebelumnya mengkhawatirkan bahwa penggunaan engine yang sama akan membuat kedua game terasa terlalu mirip. Namun, sang sutradara menepis anggapan tersebut dengan menyatakan bahwa setiap proyek memiliki pendekatan artistik dan desain gameplay yang berbeda.
Ia menambahkan bahwa Assassin’s Creed Black Flag Resynced akan lebih menonjolkan kebebasan eksplorasi laut dan nuansa petualangan bajak laut klasik, sementara Assassin’s Creed Shadows memiliki fokus cerita dan latar budaya yang berbeda.
Langkah Strategis Ubisoft
Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas dari Ubisoft untuk menjaga efisiensi produksi tanpa mengorbankan kualitas. Dengan memanfaatkan teknologi yang sudah matang, mereka dapat lebih fokus pada inovasi konten dan pengalaman pemain.
Jika berhasil dieksekusi dengan baik, Assassin’s Creed Black Flag Resynced berpotensi menjadi salah satu remake terbaik yang pernah dirilis, sekaligus membuktikan bahwa penggunaan engine yang sama tidak selalu berarti hasil yang seragam.
Dengan berbagai penjelasan ini, para penggemar kini memiliki gambaran lebih jelas bahwa proyek Resynced bukan sekadar daur ulang, melainkan evolusi dari salah satu seri Assassin’s Creed paling ikonik.


















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)