Valve kembali menjadi sorotan setelah resmi menarik game horror gratis Beyond The Dark dari Steam karena terbukti mengandung malware berbahaya yang dapat mencuri data pengguna.

Kasus ini langsung viral di komunitas PC gaming karena banyak pemain awalnya mengira game tersebut hanyalah indie horror biasa seperti Phasmophobia clone pada umumnya.
Menurut berbagai laporan investigasi, malware di Beyond The Dark ternyata dirancang untuk mencuri password browser, data login, hingga informasi cryptocurrency wallet pengguna secara diam-diam di background PC pemain. File berbahaya tersebut disamarkan dalam UnityPlayer.dll palsu sehingga sulit terdeteksi oleh pemain biasa.
Kasus ini pertama kali ramai setelah YouTuber keamanan siber Eric Parker membongkar aktivitas mencurigakan game tersebut melalui video investigasi yang langsung viral dalam waktu singkat. Setelah video itu menyebar luas, Valve bergerak cepat dan langsung menghapus Beyond The Dark dari Steam pada 19 Mei 2026.
Yang lebih mengejutkan, Beyond The Dark ternyata bukan game original baru. Investigasi menunjukkan bahwa game tersebut sebelumnya merupakan game lain bernama Rodent Race yang akun developernya diduga dibajak. Pelaku kemudian mengganti seluruh halaman Steam, screenshot, trailer, hingga genre game menjadi horror survival untuk menyebarkan malware tanpa memulai listing baru dari nol.
Banyak pemain mengaku curiga sejak awal karena deskripsi game terlihat aneh dan tidak sesuai dengan gameplay yang ditampilkan. Halaman Steam menyebut Beyond The Dark sebagai game strategi turn-based mirip catur, padahal screenshot dan trailer memperlihatkan game horror first-person. Beberapa aset visual juga diduga menggunakan AI generatif secara asal-asalan.

Komunitas Steam pun langsung ramai membahas lemahnya proses moderasi update game di platform tersebut. Banyak pengguna Reddit menyebut pola seperti ini bukan pertama kalinya terjadi, karena beberapa kasus malware sebelumnya juga menggunakan metode “mengubah game lama menjadi game baru” agar lolos pemeriksaan Steam.
Valve sendiri belum memberikan penjelasan panjang terkait insiden ini, namun beberapa media melaporkan bahwa perusahaan menyarankan pengguna yang pernah menjalankan Beyond The Dark untuk segera melakukan full virus scan dan mengganti password penting mereka.
Kasus Beyond The Dark juga menambah daftar panjang insiden keamanan di Steam dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya Valve sempat menghadapi kasus game PirateFi dan BlockBlasters yang juga dilaporkan menyebarkan malware melalui update tersembunyi.
Bagi banyak gamer PC, kejadian ini menjadi pengingat bahwa bahkan platform sebesar Steam pun tetap memiliki celah keamanan. Kini komunitas mulai mendesak Valve memperketat sistem verifikasi patch dan update game agar kasus malware berkedok game indie seperti Beyond The Dark tidak kembali terulang di masa depan.


















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)