Pada 14 Oktober 2025, dunia game diguncang oleh kabar mengejutkan Marc-Alexis Côté, sosok yang selama dua dekade menjadi wajah di balik seri legendaris Assassin’s Creed, resmi meninggalkan Ubisoft. Namun yang mengejutkan bukan hanya kepergiannya melainkan cara ia dipaksa untuk pergi.

“Saya Tidak Memilih untuk Pergi”
Dalam pernyataan jujur yang ia unggah di LinkedIn, Côté menulis bahwa keputusannya bukanlah pengunduran diri sukarela. Ia menyatakan dengan lugas
“Saya tidak membuat keputusan itu sendiri. Ubisoft meminta saya untuk melangkah ke samping.”
Pernyataan ini sontak mengguncang komunitas gamer global. Banyak yang awalnya mengira Côté meninggalkan Ubisoft karena ingin “mengejar jalur baru”, seperti yang diklaim perusahaan dalam siaran pers resminya. Namun kini jelas ini bukan perpisahan damai, melainkan pemecatan elegan yang dibungkus dengan bahasa korporat.
Sebuah Era Berakhir
Marc-Alexis Côté bukanlah nama kecil di Ubisoft. Ia bergabung sejak awal tahun 2000-an dan memegang peran penting dalam membangun waralaba Assassin’s Creed sejak masa kejayaannya di era Brotherhood dan Black Flag. Dalam dua dekade terakhir, ia naik dari level designer menjadi executive producer, bahkan creative lead untuk proyek ambisius terbaru seperti Assassin’s Creed Infinity.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan seri Assassin’s Creed dialihkan ke Vantage Studios unit baru di bawah naungan Ubisoft yang didukung oleh raksasa Tiongkok, Tencent. Studio ini kabarnya akan mengelola beberapa franchise besar lainnya seperti Far Cry dan Rainbow Six.
Langkah ini menandai restrukturisasi besar di dalam Ubisoft, yang tampaknya berusaha memperkuat posisi bisnis globalnya sambil memangkas kepemimpinan lama.
Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Layar?
Sumber internal yang dikutip oleh GamesRadar dan TechRadar menyebutkan bahwa pengunduran diri ini sebenarnya terjadi setelah serangkaian rapat strategis terkait struktur baru perusahaan.
Ubisoft disebut ingin menyatukan seluruh proyek Assassin’s Creed di bawah manajemen baru agar lebih efisien dalam distribusi lintas platform dan integrasi teknologi AI langkah yang disebut “modernisasi pipeline kreatif.”
Namun, beberapa sumber lain mengatakan keputusan ini juga didorong oleh ketegangan internal antara tim kreatif dan eksekutif bisnis Ubisoft. Côté dikenal sebagai pemimpin yang sangat protektif terhadap identitas artistik Assassin’s Creed, sementara dewan direksi ingin fokus pada monetisasi dan model layanan jangka panjang.
Dengan kata lain idealisme kreatif bertemu realitas korporasi dan Côté yang kalah.
Apa Dampaknya untuk Assassin’s Creed?
Kepergian Côté meninggalkan pertanyaan besar: ke mana arah Assassin’s Creed berikutnya?
Setelah kesuksesan Assassin’s Creed Shadows dan rencana ambisius proyek Infinity, kini franchise ini akan berada di tangan Vantage Studios tim baru yang belum terbukti rekam jejaknya.
Beberapa analis industri menilai langkah ini bisa membawa dua kemungkinan:
- Angin segar bagi seri Assassin’s Creed menghadirkan perspektif baru yang mungkin lebih berani bereksperimen.
- Kehilangan jati diri, jika pengawasan korporat terlalu kuat hingga mengorbankan kedalaman naratif dan filosofi khas seri ini.
Bagi admin, kisah ini terasa ironis. Seorang kreator yang membangun dunia Assassin’s Creed dari nol yang memberi kita momen-momen tak terlupakan bersama Ezio, Connor, dan Bayek kini justru “dikeluarkan” dari kerajaan yang ia bantu bangun.
Tapi begitulah dunia industri game modern: di balik semua keindahan dunia virtual, ada realitas bisnis yang dingin. Kadang, mereka yang paling memahami jiwa sebuah seri justru tersingkir oleh keputusan yang lahir dari papan rapat.
Namun sejarah sudah menunjukkan satu hal orang-orang seperti Marc-Alexis Côté tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya berpindah medan, menyiapkan dunia baru untuk ditaklukkan.
Kepergian Marc-Alexis Côté adalah akhir dari sebuah era dan awal babak baru bagi Ubisoft.
Entah akan membawa Assassin’s Creed ke kejayaan baru atau justru kehilangan arah, satu hal pasti dunia ini berubah, dan bahkan para pembunuh bayangan pun tak bisa menghindari takdir korporasi.















![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)