Ketika sebuah ekspansi DLC diumumkan untuk Assassin’s Creed Mirage, ia seharusnya menjadi hadiah bagi para penggemar tapi ternyata justru membuka pertanyaan besar. Di balik judul dan janji petualangan baru, tersembunyi kekhawatiran yang menggaung di kalangan internal Ubisoft dan komunitas pemain.
Rilis DLC Tanggal, Judul, dan Janji di Tengah Gurun
Ubisoft resmi mengumumkan DLC gratis berjudul “Valley of Memory” untuk Assassin’s Creed Mirage, yang akan dirilis pada 18 November 2025 untuk seluruh platform utama termasuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC (Ubisoft Connect & Epic Games).
Ekspansi ini menambahkan sekitar enam jam cerita baru, membawa pemain ke gurun Al-Ula, Arab Saudi, wilayah yang tak hanya eksotis secara visual, tapi juga menyimpan kisah spiritual yang kelam dan misterius.
Pemain kembali berperan sebagai Basim Ibn Ishaq, yang meninggalkan Baghdad setelah mendengar kabar bahwa ayahnya mungkin masih hidup hingga perjalanannya membawanya ke lembah kuno di mana sejarah, mitos, dan dosa masa lalu saling berkelindan.

Al-Ula Kota Mati yang Hidup dalam Bayangan
Di dunia nyata, Al-Ula adalah oasis tua di barat laut Arab Saudi, diapit pegunungan batu merah dan lembah pasir emas.
Namun di balik keindahannya, Al-Ula dikenal sebagai “kota mati” bukan karena tak berpenghuni, tapi karena ia menjadi simbol kehancuran spiritual dalam kisah para nabi.
Dalam sejarah Islam, daerah ini dahulu dikenal sebagai Al-Hijr atau Mada’in Ṣāliḥ, tempat tinggal kaum Thamud, bangsa yang menolak ajaran Nabi Saleh (ʿalayhi as-salām).
Ketika mereka menyembelih unta mukjizat yang diutus Tuhan sebagai tanda kebenaran, azab pun turun gempa, kilat, dan kehancuran total.
Nabi Muhammad SAW bahkan pernah memperingatkan para sahabat ketika melewati daerah itu
“Janganlah kalian memasuki tempat kaum yang diazab, kecuali dengan menangis. Jika tidak, janganlah kalian memasukinya.”
Sejak saat itu, Al-Ula dianggap tanah pelajaran dan peringatan tempat di mana waktu berhenti, dan batu-batu menyimpan kisah kebinasaan.

Kisah DLC Antara Ingatan dan Dosa Masa Lalu
Dalam Valley of Memory, Ubisoft memadukan misteri sejarah dan refleksi spiritual.
Basim menapaki reruntuhan yang disebut sebagai “Lembah Ingatan”, tempat di mana masa lalu masih hidup tidak hanya dalam catatan sejarah, tapi di dalam batin manusia.
Di antara makam batu, nisan purba, dan sisa-sisa peradaban yang hilang, Basim menemukan bahwa ingatan bukan hanya milik manusia, tapi juga milik tanah yang pernah menyaksikan kebinasaan.
Ada desas-desus tentang penyakit yang menyebar di antara makhluk liar, dan sebuah sekte rahasia yang berusaha membangkitkan energi kuno dari masa Thamud.
Ubisoft menyebutkan bahwa DLC ini terinspirasi oleh “tempat yang kehilangan sejarahnya karena waktu, tapi tidak kehilangan jiwanya.”
Kontroversi di Balik DLC Assassin’s Creed Mirage Valley of Memory
Namun keindahan ini datang dengan bayangan.
Beberapa laporan menyebut bahwa proyek DLC ini sebagian besar didukung oleh investasi dari Public Investment Fund (PIF), lembaga keuangan milik pemerintah Arab Saudi.
Hal ini memicu kekhawatiran baik dari komunitas gamer maupun karyawan Ubisoft sendiri.
Bagi sebagian pihak, kerja sama ini dipandang sebagai “cultural washing” upaya memperhalus citra politik melalui industri kreatif.
Ubisoft menanggapi dengan tegas bahwa mereka tetap memiliki kontrol kreatif penuh, dan kolaborasi ini bertujuan untuk “menghormati warisan sejarah Al-Ula dengan pendekatan artistik dan riset mendalam.”
Tetapi pertanyaannya tetap menggantung
Apakah kita sedang memainkan sebuah cerita atau sedang menjadi bagian dari narasi yang lebih besar?

Bagiku, Valley of Memory bukan sekadar DLC ia adalah perenungan interaktif tentang memori manusia dan kesalahan yang berulang.
Ketika Basim berjalan di antara reruntuhan Al-Ula, kita tak hanya melihat gurun digital yang megah, tapi juga refleksi dari dunia nyata:
tempat di mana kesombongan manusia, sains, dan kekuasaan sering kali saling menelan satu sama lain.
Dalam gurun sunyi itu, legenda dan kenyataan saling berbisik.
Dan mungkin, pesan tersembunyi Ubisoft lebih dalam daripada yang kita duga
Bahwa sejarah bukanlah hal yang mati ia hanya menunggu untuk diingat kembali.
Assassin’s Creed Mirage Valley of Memory bukan hanya ekspansi game tapi perjalanan menembus waktu, iman, dan sejarah.
Di lembah yang pernah disapu azab, Basim menemukan bukan hanya kebenaran keluarganya tapi juga cermin bagi umat manusia.
“Setiap kota menyimpan kisah. Tapi ada kota yang menyimpan peringatan.”
Basim Ibn Ishaq, Valley of Memory



![[Rumor] Ubisoft Siap Rilis Assassin’s Creed : Resynced 9 Juli 2026, Fans Mulai Berspekulasi](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/s-350x250.png)
![[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/4679533-pragmata-maintrailer1-26screenshot-350x250.jpg)

![[Rumor] EA Dikabarkan Akan Tutup 28 April, Fakta Sebenarnya Perlu Diluruskan](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/electronic-arts-games_6e988-6180ccfa-350x250.jpeg)








![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)