Setelah lima tahun mewarnai scene kompetitif VALORANT, organisasi esports legendaris asal Amerika Serikat, TSM (Team SoloMid), akhirnya resmi mengumumkan pamit dari dunia kompetitif gim besutan Riot Games itu.
Langkah ini menandai berakhirnya era penuh pasang surut bagi tim yang pernah jadi salah satu ikon awal kompetisi VALORANT di Amerika Utara.
Dari Roster Bintang ke Masa Sulit
TSM pertama kali terjun ke scene VALORANT pada Mei 2020, di masa-masa awal perilisan game tersebut. Mereka sempat tampil gemilang di berbagai turnamen awal dengan roster yang berisi nama-nama populer seperti Wardell, Subroza, dan Drone.
Pada masa itu, TSM dikenal sebagai tim “penakluk server” dan sempat menjadi favorit publik NA.
Namun seiring berkembangnya ekosistem VCT dan makin ketatnya persaingan, performa TSM mulai menurun. Berbagai pergantian roster dilakukan, tapi hasilnya tetap belum memuaskan.
Momen terendah mereka datang ketika gagal menembus VCT Ascension Americas, yang jadi jalan menuju liga franchise utama.
Pengumuman Perpisahan
Lewat akun resmi mereka, TSM menyampaikan bahwa mereka “part ways with our VALORANT roster” dan akan “temporarily withdraw from the scene.”
Artinya, bukan perpisahan selamanya, melainkan semacam jeda untuk mengevaluasi arah tim ke depan.
Dalam pernyataan itu, TSM juga berterima kasih kepada semua pemain, staf, dan fans yang sudah mendukung perjalanan mereka sejak awal. Mereka menyebut, “This is not goodbye forever just see you later.”
Lima Tahun Perjalanan yang Tak Terlupakan
Selama lima tahun terakhir, TSM sudah melewati banyak fase dari kejayaan awal, perombakan roster tanpa henti, hingga periode rebuilding yang tak kunjung stabil.
Meski tak pernah menembus puncak kompetisi global, TSM tetap punya tempat spesial di hati para penggemar VALORANT, terutama di Amerika Utara.
Dengan berakhirnya era ini, TSM menutup bab panjang dalam sejarah mereka di VALORANT tapi bukan berarti semuanya selesai. Banyak yang percaya, TSM hanya menunggu waktu untuk kembali, mungkin dengan strategi dan identitas baru.
Kepergian TSM jadi pengingat bahwa esports tak cuma soal kemenangan, tapi juga tentang perjalanan, adaptasi, dan visi jangka panjang.
Setelah lima tahun berjuang di server VALORANT, TSM memilih mundur sejenak dan siapa tahu, mereka bakal kembali dengan gebrakan baru di masa depan.
“Once a legend, always a legend.”











![[Rumor] Chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Disebut Bakal Mahal Gara – Gara Teknologi 2nm](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/1465754_720-120x86.jpg)






![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)