Pasar hardware global sedang memasuki masa yang tidak bersahabat. Harga DRAM komponen penting yang digunakan pada RAM PC hingga memori khusus GPU tiba-tiba naik drastis, dan lonjakan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada dua raksasa teknologi: NVIDIA dan AMD.
Dengan permintaan yang tinggi dan produksi yang tidak mampu mengimbangi, industri kini menghadapi siklus kenaikan harga yang bisa membuat GPU generasi berikutnya menjadi lebih mahal.
DRAM Naik Hingga 171% Apa Penyebabnya?
Sejumlah laporan industri menunjukkan bahwa harga DRAM saat ini mengalami lonjakan ekstrem:
-
Kenaikan harga kontrak DRAM mencapai 171,8% secara tahunan
-
DDR5 untuk PC naik hampir dua kali lipat dalam beberapa bulan
-
Stok untuk DDR4, DDR5, hingga GDDR6 ikut terseret
-
Produsen lebih memprioritaskan pasokan untuk data center dan AI daripada pasar konsumer
Dengan kata lain: permintaan meledak, supply keteteran.
Dan ketika memori menjadi “barang panas”, seluruh ekosistem hardware ikut kena imbasnya.
Dampak Langsung ke NVIDIA & AMD
NVIDIA dan AMD sangat bergantung pada GDDR6/GDDR7, jenis memori DRAM khusus yang digunakan pada kartu grafis. Jika harga memori naik, maka biaya produksi GPU otomatis meningkat.
Dampaknya bagi perusahaan GPU:
-
Biaya produksi GPU meningkat memori adalah salah satu komponen termahal dalam kartu grafis.
-
Harga GPU berpotensi ikut naik pada akhir 2025 hingga awal 2026.
-
Segmen GPU kelas menengah dan entry-level paling tertekan, karena margin jualnya tipis.
-
Produsen bisa memilih:
Menahan margin (untuk menarik konsumen), atau
Menaikkan harga jual (mengamankan profit)
Rumor dari analis industri bahkan menyebut bahwa kenaikan harga memori dapat memicu “efek domino”, membuat GPU generasi baru menjadi lebih mahal dari yang direncanakan.
Kenapa Semua Ini Bisa Terjadi?
Booming kecerdasan buatan (AI) adalah salah satu faktor terbesar.
Data center besar membutuhkan puluhan hingga ratusan terabyte DRAM, sehingga produsen memprioritaskan permintaan server daripada pasar PC.
Ditambah lagi:
-
Samsung, SK Hynix, dan Micron menghadapi lonjakan permintaan
-
Harga diperkirakan naik 30%–50% setiap kuartal hingga pertengahan 2026
-
Ketersediaan chip GDDR6 dan GDDR7 semakin ketat
Semua kondisi ini membuat produsen GPU tidak punya banyak ruang gerak.
Apakah Harga GPU Bakal Naik?
Melihat tren yang ada, kemungkinan besar ya.
NVIDIA dan AMD belum mengumumkan kenaikan harga resmi, tetapi laporan dari analis hardware menyebut mereka sudah memproyeksikan biaya produksi yang lebih tinggi.
Indikasinya adalah:
-
GPU mid-range mungkin akan naik harga duluan
-
GPU flagship akan tetap mahal seperti biasa
-
Model hemat kemungkinan semakin sedikit
Dalam istilah sederhana:
“Harga memori naik → harga GPU bisa ikut naik.”
Kenaikan harga DRAM bukan hanya berita buruk bagi pembeli RAM PC, tetapi juga bagi seluruh pasar GPU.
Dengan biaya memori yang melonjak, NVIDIA dan AMD bisa terdorong untuk menyesuaikan harga kartu grafis di tahun 2026, terutama ketika permintaan untuk GPU AI dan gaming terus meningkat.
Bagi gamer dan pengguna PC, ini bisa berarti:
-
Harga upgrade PC akan semakin mahal
-
Rencana membeli GPU mungkin perlu dipercepat
-
Persaingan harga di segmen mainstream makin sulit
Singkatnya: badai harga DRAM sudah di depan mata, dan NVIDIA serta AMD kemungkinan besar akan ikut terseret gelombang kenaikan harga tersebut.
















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)
