Mencari game dengan sensasi berburu monster kolosal seperti Monster Hunter memang punya daya tarik tersendiri. Pertempuran intens, persiapan strategi, crafting equipment, hingga eksplorasi dunia luas menjadikan genre ini sangat memikat bagi para pemain yang suka tantangan. Jika kamu termasuk salah satu penggemarnya, ada beberapa game lain yang menawarkan pengalaman serupa dengan nuansa dan mekanisme yang tak kalah seru.

Yok Langsung Saja Kita Ke Daftar 5 Game Yang Berkonsep Seperti Game Monster Hunter Nya :
1. God Eater

Kebangkitan Pemakan Dewamenerimaulasan beragam hingga positif, sering dipuji karena mekanik pertarungan cepat dan cerita/pengetahuan bergaya anime yang menarik , tetapi dikritik karena desain misi yang berulang dan presentasi yang ketinggalan zaman sebagai port yang disempurnakan dari game PSP.
Gameplay & Mekanika

Pertarungan Cepat : Perbedaan utama dari game berburu lain seperti Monster Hunter adalah pertarungannya yang lebih cepat dan lebih berorientasi aksi. Mekanik utamanya adalah fungsi “Devour” , yang memungkinkan pemain untuk sementara memasuki “Burst Mode” yang lebih bertenaga dengan mobilitas dan statistik yang lebih tinggi, serta mendapatkan peluru khusus untuk ditembakkan kembali ke musuh.
Fleksibilitas Senjata : Pemain menggunakan senjata “God Arc” yang dapat dengan mudah berubah menjadi senjata jarak dekat (berbagai jenis termasuk pedang pendek, pedang besar, dan sabit) dan pistol, menambahkan lapisan kedalaman strategis.
Kustomisasi : Ada kustomisasi senjata dan peluru yang luas, mendorong pemain untuk menyesuaikan perlengkapan mereka untuk mengeksploitasi kelemahan musuh.
Repetisi & Kelemahan : Struktur gim ini, yang melibatkan banyak misi, seringkali di peta arena kecil yang didaur ulang, dapat menjadi sangat repetitif. Kritikus juga mencatat masalah dengan kontrol yang kikuk, sistem kamera/lock – on yang bermasalah, dan mekanika menghindar yang tidak memiliki frame kekebalan (i – frame).
Sekutu AI & Multipemain : Game ini dirancang dengan fokus tim. Meskipun permainan solo dimungkinkan dan dibantu oleh mitra AI yang handal, pengalaman bermain akan jauh lebih baik dan lebih lancar saat bermain co – op online dengan pemain manusia.
Cerita & Presentasi

Dunia & Karakter yang Menarik : Game ini menampilkan latar dan cerita pasca – apokaliptik yang menarik, kelam, dan penuh warna. Banyak pemain menyukai karakter – karakternya yang dikembangkan dengan baik melalui dialog dan cutscene di sela – sela misi.
Penceritaan yang Tidak Merata : Alur cerita utama bisa berjalan lambat dan disampaikan dalam potongan – potongan kecil di antara misi, yang terkadang membuatnya terasa kurang meyakinkan. Momen – momen cerita yang seharusnya emosional terkadang terasa hambar karena akting suara yang kurang memuaskan dan animasi karakter yang kaku.
Grafis & Suara : Sebagai port yang disempurnakan dari game PSP orisinal, akarnya pada konsol genggam terlihat jelas pada grafis dan tekstur lingkungannya, meskipun model karakternya diperbarui dengan apik dalam gaya anime 3D. Soundtrack – nya memiliki beberapa trek yang menyenangkan, tetapi pencampuran audio dalam cutscene bisa jadi buruk dan musik dalam pertempuran terasa repetitif.
Platform : PSP, PS Vita, PS3, PS4, PC.
2. Freedom Wars

Perang Kebebasan umumnya menerima ulasan positif, terutama dipuji karena premis cerita dystopian yang unik dan mekanik tempur yang seru, tetapi dikritik karena misi yang repetitif, navigasi menu yang rumit, dan keterbatasan sebagai port dari game konsol genggam PS Vita
Gameplay & Mekanika

Pertarungan Dinamis : Pertarungan aksi serba cepat melawan monster raksasa yang disebut “Abductor” adalah inti dari pengalaman bermain dan sangat menghibur.
Mekanik “Thorn” : Fitur pembeda utama adalah “Thorn” (cambuk/kait), yang memungkinkan pemain bergerak cepat secara vertikal di medan perang, menempel pada musuh besar, dan memutuskan bagian tubuh mereka untuk mengumpulkan material, mirip dengan Monster Hunter tetapi dengan mobilitas yang lebih tinggi.
Kustomisasi Mendalam : Terdapat sistem kustomisasi karakter, senjata, dan “Accessory” (pendamping android) yang luas. Pemain dapat membuat loadout unik dan meningkatkan peralatan mereka menggunakan material yang dikumpulkan.
Multiplayer : Game ini dirancang dengan fokus pada permainan tim, mendukung hingga 8 pemain dalam mode kooperatif atau PvP. Bermain bersama teman sering disebut sebagai cara terbaik untuk menikmati game ini dan mengurangi rasa repetitif dari misi tunggal.
Kelemahan Gameplay : Misi cenderung repetitif, sering kali hanya melibatkan mengalahkan musuh atau menyelamatkan warga dalam arena yang sama berulang kali. Kontrol dan sistem kamera terkadang terasa kaku atau kikuk, terutama saat melawan musuh yang lebih kecil. Navigasi menu juga seringkali membingungkan dan memakan waktu.
Cerita & Presentasi

Premis Menarik : Pemain berperan sebagai “Sinner” (Pendosa) yang lahir dengan hukuman penjara 1 juta tahun, dan harus menjalankan misi berbahaya untuk mengurangi masa tahanan dan mendapatkan kembali hak – hak dasar (seperti kemampuan berlari atau beristirahat). Konsep yang mengintegrasikan narasi dengan progresi gameplay ini sangat dipuji.
Pengembangan Karakter & Dunia : Latar dunia pasca – apokaliptik yang gelap dengan kota – kota penjara raksasa (“Panopticon”) terasa unik dan menarik. Namun, beberapa pengulas merasa pengembangan karakter bisa lebih mendalam, dan dialog terkadang terasa membosankan atau sebagai pengisi cerita.
Suasana : Suasana opresif penjara berhasil dibangun dengan baik, di mana pelanggaran kecil dapat menambah ratusan tahun pada hukuman Anda, yang secara efektif membuat pemain merasakan penindasan tersebut.
Visual & Audio : Meskipun versi remaster menampilkan tekstur resolusi tinggi dan dukungan 4K/60fps (di konsol modern dan PC), akar game PS Vita masih terlihat jelas dalam animasi karakter dan lingkungan yang sederhana. Musik latar dan efek suara dinilai pas untuk suasana permainan, meskipun penggunaan text – to – speech untuk karakter Accessory terasa kurang maksimal.
Waktu Muat : Waktu pemuatan yang cukup lama dapat mengganggu pengalaman bermain, terutama mengingat banyaknya misi singkat yang harus diselesaikan.
Platform : PS Vita.
3. Soul Sacrifice

Pengorbanan Jiwa menerima ulasan yang umumnya positif, dipuji karena premis cerita yang gelap dan unik serta mekanik “pengorbanan” yang inovatif, namun sering dikritik karena misi yang repetitif dan keterbatasan teknis sebagai game PS VitaVersi yang diperluas, Soul Sacrifice Delta , dianggap memberikan pengalaman yang lebih lengkap dan lebih baik secara keseluruhan.
Gameplay & Mekanika

Sistem Pertarungan : Soul Sacrifice adalah action RPG bergaya “hunting game” yang fokus pada pertempuran cepat dan penggunaan sihir, berbeda dari pendekatan yang lebih metodis seperti Monster Hunter. Pemain dapat membawa hingga enam “persembahan” (offerings) atau mantra ke dalam misi, yang memiliki jumlah penggunaan terbatas dan harus diisi ulang setelahnya.
Mekanik Pengorbanan : Mekanik inti yang menonjol adalah kemampuan melakukan “Ritus Hitam” (Black Rites), serangan super kuat yang mengharuskan pemain mengorbankan sebagian tubuh mereka (misalnya, membakar kulit untuk serangan api besar) dan menimbulkan efek status semi – permanen yang hanya bisa disembuhkan dengan “Lacrima” (air mata Librom). Ini memaksa pemain untuk mempertimbangkan biaya vs. manfaat dari setiap tindakan.
Kustomisasi Mendalam : Terdapat banyak pilihan kustomisasi melalui persembahan, sigil (semacam jimat yang memberikan buff), dan sistem level yang bercabang, memungkinkan pemain menciptakan build karakter yang beragam.
Repetisi & AI : Kelemahan utama yang sering disebutkan adalah sifat misi yang sangat berulang. Pemain sering kali mengunjungi arena pertempuran yang sama berulang kali untuk mengumpulkan material atau mengalahkan monster serupa. AI rekan tim juga terkadang dinilai buruk dan bisa mengganggu permainan.
Multiplayer : Mode multipemain kooperatif (lokal atau online) adalah salah satu aspek terbaik, di mana strategi dan koordinasi tim menjadi kunci, terutama dalam pertarungan bos yang menantang.
Cerita & Presentasi

Dunia Gelap & Mendalam : Game ini menghadirkan dunia fantasi yang suram dan brutal, di mana pemain adalah seorang tahanan yang akan dikorbankan oleh penyihir jahat Magusar. Cerita utamanya disampaikan melalui kilas balik dengan membaca buku ajaib bernama Librom, yang menceritakan kisah tragis penyihir masa lalu dan monster – monster mereka yang mengerikan.
Penyampaian Narasi : Cerita ini disajikan melalui gaya visual “motion-comic” yang unik dengan palet warna merah dan hitam, yang sangat efektif dalam membangun suasana gelapnya. Sulih suara (voice acting), terutama narator Librom, dinilai berkualitas tinggi dan imersif, meskipun dialog karakter lain selama pertempuran bisa menjadi repetitif.
Pilihan Moral : Tema utama adalah pilihan untuk “menyelamatkan” atau “mengorbankan” musuh yang dikalahkan, yang secara permanen memengaruhi statistik karakter (meningkatkan pertahanan/HP atau kekuatan sihir/serangan). Pilihan ini menambah lapisan strategi pada character building dan konsisten dengan tema pengorbanan, meskipun beberapa pengulas merasa dampak pilihan pada cerita utama kurang signifikan.
Visual & Audio : Untuk konsol genggam, grafisnya dianggap mengesankan dengan efek partikel yang mencolok dan desain monster yang kreatif dan mengerikan. Musik latarnya, yang digubah oleh Yasunori Mitsuda, juga mendapat pujian karena suasana orkestralnya yang menghantui.
Platform : PS Vita.
4. Toukiden 2

Toukiden 2 umumnya menerima ulasan positif sebagai alternatif Monster Hunter yang solid, terutama dipuji karena pengenalan dunia terbuka (open world) dan mekanik “Demon Hand” yang inovatif, yang menambahkan kedalaman pada genre hunting game tradisional yang sebelumnya berbasis misi. Meskipun begitu, game ini menghadapi kritik atas repetisi misi dan presentasi visual yang terkadang terasa kaku.
Gameplay & Mekanika

Dunia Terbuka & Eksplorasi : Perubahan terbesar dari pendahulunya adalah transisi ke lingkungan dunia terbuka yang luas, penuh dengan side quest, sumber daya untuk dikumpulkan, dan rahasia untuk diungkap. Hal ini memberikan rasa petualangan yang lebih besar dan mengurangi ketergantungan pada papan misi, meskipun navigasinya terkadang bisa menantang tanpa penunjuk arah yang jelas di layar.
Pertarungan Dinamis : Pertarungannya adalah aksi hack – and – slash yang cepat dan menyenangkan, ditingkatkan dengan sebelas pilihan senjata berbeda.
Mekanik “Demon Hand” : Fitur pembeda utama adalah “Demon Hand”, cakar spektral yang memungkinkan pemain bergerak cepat melintasi medan perang, meraih Oni raksasa, memutuskan bagian tubuh mereka, dan melakukan serangan khusus yang kuat. Mekanik ini membuat pertempuran terasa lebih cepat dan dinamis dibandingkan dengan game sejenis.
Sistem “Mitama” : Pemain dapat mengumpulkan Mitama (jiwa pahlawan yang gugur) yang berfungsi sebagai kartu penambah status dan kemampuan, memungkinkan kustomisasi build karakter yang luas dan beragam.
Repetisi : Meskipun ada penambahan dunia terbuka, inti gameplay berburu Oni masih bisa terasa repetitif seiring waktu, dengan misi yang sering kali melibatkan pengulangan arena yang sama.
Alur Cerita & Presentasi

Cerita Menarik : Cerita berlatar dunia pasca-apokaliptik di mana pemain, seorang pembantai (Slayer) dari masa lalu, terlempar 10 tahun ke masa depan dengan amnesia. Meskipun klise amnesia ini diejek oleh game itu sendiri, narasinya yang melibatkan konflik kelas di desa Mahoroba cukup menarik dan ditangani dengan baik, membuat pemain tetap terlibat.
Karakter yang Disukai : Game ini menampilkan sejumlah karakter yang disukai dan dikembangkan dengan baik melalui interaksi dalam game.
Visual & Audio : Meskipun grafisnya bukan yang terdepan secara teknis dan animasi terkadang kaku, desain artistik, terutama desain monster Oni yang kreatif dan mengerikan, sangat dipuji. Musik latarnya bernuansa JRPG orkestral berkualitas tinggi. Game ini hanya menampilkan sulih suara bahasa Jepang, yang mungkin menjadi tantangan bagi pemain non – Jepang selama pertempuran yang intens saat membaca subtitle.
Platform : PSP, PS Vita, PS4, PC.
5. Ragnarok Odyssey

Ragnarok Odyssey menerima ulasan yang beragam, seringkali diklasifikasikan sebagai alternatif Monster Hunter yang lebih berorientasi pada aksi hack – and – slash, tetapi dikritik karena narasi yang dangkal, misi yang repetitif, dan sistem progresi karakter yang kurang konvensional. Versi Ragnarok Odyssey Ace dinilai memperbaiki banyak kekurangan pendahulunya dengan menambahkan lebih banyak konten dan fitur.
Gameplay & Mekanika

Pertarungan Cepat : Tidak seperti game berburu lain yang lebih strategis, Ragnarok Odyssey fokus pada pertarungan cepat, hack – and – slash dengan kemampuan melakukan kombo di udara dan serangan peluncuran.
Sistem Kelas : Pemain dapat memilih dari enam kelas karakter (Sword Warrior, Hammersmith, Mage, Assassin, Hunter, Cleric) dan dapat berpindah kelas dengan bebas di markas, memungkinkan pendekatan taktis yang berbeda untuk setiap misi.
Progresi Karakter Non – Konvensional : Game ini tidak menggunakan poin pengalaman (XP) tradisional. Sebaliknya, statistik dasar meningkat setelah menyelesaikan setiap babak cerita, dan kekuatan karakter terutama berasal dari peningkatan peralatan dan Sistem Kartu.
Sistem Kartu : Kartu yang dijatuhkan musuh atau diperoleh dari pencarian dapat dipasang pada armor untuk memberikan buff dan skill pasif. Penyesuaian kartu ini menawarkan kustomisasi yang mendalam, meskipun sifat acak dari jatuhan kartu dan antarmuka menu yang membingungkan bisa membuat frustrasi.
Mode Dainsleif : Fitur unik di mana pemain memasuki mode kuat yang meningkatkan serangan dan mobilitas, tetapi HP pemain terus berkurang, memaksa permainan yang agresif.
Cerita & Presentasi

Kisah & Latar : Berlatar di dunia pasca – apokaliptik yang terinspirasi oleh mitologi Nordik dari MMORPG Ragnarok Online, ceritanya berfokus pada pemburu bayaran yang melawan raksasa. Namun, narasinya dianggap minim dan hanya berfungsi sebagai alasan untuk menjalankan misi.
Misi Repetitif : Kritik utama adalah desain misi yang berulang – ulang, seringkali mengharuskan pemain untuk kembali ke area peta yang sama berulang kali untuk mengumpulkan material atau mengalahkan monster tertentu.
Visual & Audio : Game ini dipuji karena visualnya yang hidup dan penuh warna di konsol genggam PS Vita, dengan loading time yang cepat. Namun, desain levelnya terasa sederhana dan sempit. Musik latar dinilai bagus, tetapi efek suara dalam pertempuran bisa menjadi repetitif.















![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)