Pertarungan hukum antara Sony Interactive Entertainment dan Tencent terkait dugaan plagiarisme game Light of Motiram memasuki babak baru. Dalam dokumen pengadilan terbaru, kedua perusahaan sepakat untuk melakukan “gencatan senjata” sementara. Semua promosi, iklan, maupun uji coba publik game tersebut dihentikan sampai persidangan besar digelar pada awal 2026.
Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam konflik yang sudah menjadi sorotan industri, terutama karena Light of Motiram dituduh meniru banyak elemen dari seri eksklusif PlayStation, Horizon.
Tencent Setuju ‘Diam’ Demi Waktu Pembelaan Tambahan
Menurut dokumen hukum tersebut:
-
Tencent menyetujui untuk menghentikan seluruh aktivitas promosi, termasuk merilis iklan baru, trailer, atau materi pemasaran.
-
Tidak ada akses tes publik (beta/CBT) yang diberikan pemain selama proses hukum berjalan.
-
Tanggal rilis Light of Motiram dijamin tidak dimajukan dan sesuai kesepakatan tidak akan dirilis sebelum Kuartal 4 2027.
Sebagai imbalannya, Sony memberikan waktu tambahan bagi Tencent untuk menyiapkan berkas pembelaan di sidang mendatang, dengan syarat game tersebut benar-benar “menyepi” dari publik hingga proses hukum bergerak lebih jauh.
Tuduhan Plagiarisme: Seberapa Serius?
Kasus ini bermula ketika Sony menggugat Tencent karena menilai Light of Motiram terlalu banyak mengambil inspirasi dari Horizon, terutama:
-
Karakter utama perempuan berambut merah yang dianggap terlalu mirip Aloy.
-
Desain monster robot yang dipandang mengikuti konsep khas Horizon.
-
Beberapa elemen dunia dan gaya visual yang dinilai menyerupai franchise buatan Guerrilla Games tersebut.
Sony menilai kesamaan itu bukan sekadar kebetulan, melainkan “penjiplakan terang-terangan”.
Di sisi lain, Tencent membela diri dengan mengatakan bahwa:
-
Gaya karakter seperti itu umum di genre survival dan action.
-
Desain robot dan setting futuristik adalah elemen kreatif yang tidak dimiliki satu perusahaan saja.
Namun untuk sementara, Tencent tetap patuh pada syarat pembekuan aktivitas game mereka.
Sidang Penentuan Nasib Digelar 29 Januari 2026
Hakim dijadwalkan mendengar argumen lengkap dari Sony dan Tencent pada 29 Januari 2026. Sidang ini akan menentukan:
-
Apakah kasus dilanjutkan ke tahap final, atau
-
Gugatan dibatalkan jika dianggap tidak cukup bukti.
Keputusan tersebut juga akan menjadi penentu masa depan Light of Motiram: apakah bisa rilis, ditunda lebih lama, atau bahkan berpotensi diblokir selama-lamanya jika Sony menang.
Sampai putusan keluar, Light of Motiram kini berada dalam kondisi “hibernasi” total. Kesepakatan pembekuan ini menandai keseriusan kedua pihak dalam menghadapai proses hukum dan sekaligus menunjukkan besarnya potensi kerugian jika tuduhan plagiarisme terbukti.
Industri game kini menunggu hasil sidang 2026, yang bisa menjadi salah satu kasus hak cipta terbesar dalam beberapa tahun terakhir.


















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)