Bayangkan kamu menjadi seorang Assassin di Amerika setelah Perang Saudara, berhadapan dengan kelompok ekstremis dan sisa-sisa konflik rasial. Premisnya terdengar epik, bukan?
Sayangnya, proyek Assassin’s Creed yang kabarnya akan berlatar masa Reconstruction pasca Perang Sipil Amerika Serikat itu dibatalkan sebelum benar-benar dikembangkan penuh.
Meski belum sempat muncul ke publik, bocoran informasi dan rumor tentang game ini sudah cukup banyak beredar. Yuk, kita bahas apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

Apa Itu Game Assassin’s Creed Perang Sipil yang Batal?
Proyek ini disebut-sebut memiliki nama internal Project Obsidian.
Ceritanya akan berfokus pada tokoh utama seorang mantan budak kulit hitam yang kemudian bergabung dengan Brotherhood of Assassins, berjuang melawan kelompok supremasi kulit putih seperti Ku Klux Klan di era pasca perang saudara.
Setting-nya mengambil periode Reconstruction Era, masa di mana Amerika Serikat sedang membangun kembali negaranya setelah perpecahan besar.
Kabarnya, game ini baru berada pada tahap awal konsep dan belum sampai pada fase pengembangan penuh sebelum akhirnya dibatalkan oleh Ubisoft.
Kenapa Ubisoft Membatalkannya?
Beberapa sumber internal dan laporan media menyebutkan beberapa alasan utama di balik keputusan tersebut:
1. Lingkungan Politik Amerika yang Sensitif
Tema ras, sejarah perbudakan, dan isu sosial dianggap terlalu sensitif di situasi politik Amerika saat ini.
Ubisoft disebut khawatir game ini akan memicu perdebatan besar di media sosial dan menciptakan kontroversi yang tidak diinginkan.
2. Dampak dari Kontroversi Assassin’s Creed Shadows
Ubisoft sempat menerima reaksi keras karena menampilkan Yasuke, seorang samurai kulit hitam, sebagai karakter utama dalam Assassin’s Creed Shadows.
Kekhawatiran akan terulangnya reaksi serupa diyakini turut menjadi alasan utama dibatalkannya Project Obsidian.
3. Fokus pada Proyek Prioritas
Ubisoft saat ini lebih memprioritaskan proyek besar lain seperti Codename Red (berlatar Jepang feodal) dan Codename Hexe (bernuansa gelap dan mistik).
Akibatnya, proyek eksperimental seperti Obsidian dianggap memiliki risiko tinggi dan akhirnya dipotong dari daftar pengembangan.

Potensi Besar yang Hilang
Jika Project Obsidian benar-benar dikembangkan, ia berpotensi menjadi salah satu game paling berani dalam sejarah franchise Assassin’s Creed.
Game ini bisa menjadi:
- Cerita kuat tentang perjuangan mantan budak yang mencari keadilan.
- Eksplorasi mendalam terhadap isu ras dan moralitas.
- Dunia baru dengan latar sejarah yang jarang disentuh oleh video game.
- Perpaduan antara kisah personal dan konflik sosial yang berat.
Banyak penggemar menilai, seandainya Ubisoft berani meneruskan proyek ini, hasilnya bisa menjadi salah satu seri paling emosional dan bermakna dalam sejarah Assassin’s Creed.
Reaksi Penggemar
Kabar pembatalan proyek ini memicu banyak reaksi dari komunitas gamer.
Sebagian besar merasa kecewa karena Ubisoft dianggap “bermain aman” dan enggan mengambil risiko kreatif.
Beberapa bahkan berpendapat bahwa Assassin’s Creed seharusnya tidak takut untuk membahas tema sensitif jika dilakukan dengan riset dan penghormatan terhadap sejarah.
Namun di sisi lain, ada juga yang memahami keputusan Ubisoft, mengingat situasi politik di Amerika yang memang mudah memicu kontroversi ketika menyentuh isu ras dan diskriminasi.
Kesimpulan: Sebuah Kesempatan yang Hilang
Kisah pembatalan Assassin’s Creed: Project Obsidian menunjukkan bahwa membuat game dengan tema berat dan sensitif bukan hal mudah.
Ubisoft mungkin menilai bahwa risiko politik dan reaksi publik saat ini terlalu tinggi untuk menampilkan kisah berlatar Perang Sipil.
Meski begitu, ide ini tetap menarik dan layak untuk dihidupkan kembali suatu hari nanti — tentu dengan pendekatan yang lebih matang dan penuh penghormatan terhadap sejarah.
Mungkin saja di masa depan, Assassin’s Creed akan kembali ke Amerika dengan cerita yang berani, emosional, dan menggugah — hanya saja kali ini dengan cara yang tepat.


![[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/4679533-pragmata-maintrailer1-26screenshot-350x250.jpg)



![[Review] Game Subliminal Hadirkan Teror Urban Legend yang Menghantui Pikiran Pemain](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/si95bnzp0k8-350x250.webp)








![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)