
Di Resident Evil Requiem, Capcom membawa interpretasi zombie ke level yang berbeda dari apa yang kita lihat di sebagian besar seri Resident Evil sebelumnya :
1. Tingkah Laku Lebih Tak Terduga
Desain zombie dalam Requiem sengaja dibuat lebih tidak bisa diprediksi, bergerak, bereaksi, dan berperilaku dengan cara yang membuat pemain terus waspada setiap saat. Mereka bukan sekadar zombie yang berjalan lurus dan menyerang tanpa tujuan; perilaku mereka bisa bervariasi tergantung situasi, menjadikan setiap pertemuan lebih menegangkan dan dinamis.
2. Sisa-ingatan Manusiawi Masih “Nempel”
Salah satu aspek paling unik adalah zombie di sini masih mempertahankan jejak perilaku dari kehidupan mereka sebelumnya. Misalnya, ada zombie yang tetap melakukan aktivitas lama mereka, seorang petugas kebersihan yang masih terlihat membersihkan ruangan meskipun sudah terinfeksi. Ini menunjukkan pendekatan baru di mana zombie bukan sekadar musuh mekanis, tetapi entitas yang menyisakan “sisa kepribadian” manusia.
3. Zombie yang Bisa Menggunakan Alat
Dalam penjelasan sutradara Koshi Nakanishi, zombie di Requiem bahkan dapat menggunakan alat, termasuk senjata seperti gergaji mesin (chainsaw), karena mereka masih memiliki insting atau kemampuan refleks dari saat mereka masih hidup. Hal ini bukan hanya sekadar upgrade visual, tetapi memengaruhi cara pemain harus bertindak dan merespons ancaman.

Perbedaan dari Zombie Seri Senior
Dalam sebagian besar Resident Evil sebelumnya, baik versi klasik maupun remake, zombie biasanya digambarkan sebagai makhluk lamban, agresif, dan dangkal :
-
Mereka sering bergerak monoton menuju pemain saat terdeteksi.
-
Animasi mereka relatif sederhana dan fokus utama adalah menambah ketegangan melalui jumlah dan keberadaan mereka di area gelap atau sempit.
-
Tidak ada narasi perilaku unik selain menyerang.
Sementara itu, Requiem menjaga aura teror klasik namun memperluas cara zombie berinteraksi dengan dunia dan pemain, mengombinasikan elemen horor tradisional dengan pendekatan psikologis yang lebih “hidup” dan menantang.
Dampak pada Pengalaman Bermain
Perubahan desain ini bukan sekadar kosmetik, mengubah cara pemain bertahan hidup dan membuat keputusan di setiap pertemuan. Pemain kini harus membaca gerakan, memilih jalur menghindar, serta memikirkan strategi lebih matang saat menghadapi zombie daripada sekadar menembak sambil bergerak.
Selain itu, kombinasi zombie yang lebih kompleks dengan dua karakter protagonis (Leon Kennedy dan Grace Ashcroft) menjanjikan variasi pengalaman bermain antara aksi penuh dan survival horror klasik yang lebih intens.

![[Rumor] Sony Patenkan Desain Controller PlayStation Unik dengan Layar Sentuh dan Tombol yang Bisa Di‑Set](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/02/playstation-logojpg-350x250.webp)











![[Rekomendasi] Game Epik Battle dari Ubisoft yang Jarang Diketahui Pemain : For Honor, Tarik Pedangmu dan Jadilah Petarung](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/For-Honor_capa3-120x86.png)
![[Recomendasi] Beberapa Hp Yang Di Perlukan Untuk Memain Kan Arknights Endfild](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/iqoo-11-5g-indonesia-120x86.webp)
![[Rekomendasi] Game Horror Adaptasi Film “Saw” – Teror Psikologis dari Sikopat yang Jenius](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/61l98b6FtmL-120x86.jpg)
![[Recomendasi] Game Battle Kesatria Langit Saint Saiya : Awakening, Pertualangan Menaiki Tangga Zodiac](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/Saint-Seiya-Awakening-Update-120x86.jpg)
![[Recomendasi] Game Modifikasi Low Rider, Pimp My Rider Yang Pernah Di Buat.](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/maxresdefault-14-120x86.jpg)