Dalam wawancara bersama Famitsu sutradara Yonghee Cho membagikan proses kreatif di balik pengembangan karakter Diana dalam game Pragmata. Ia berdiskusi bersama Kameyama Yohei mengenai pendekatan visual 3DCG serta tantangan artistik yang mereka hadapi.
Meski tampil seperti gadis kecil, Diana sejatinya adalah android dengan kemampuan meretas sistem dan robot. Dalam gameplay, ia berperan penting sebagai pemecah puzzle dalam mekanik kerja sama (tag team).
Namun menghadirkan karakter mesin dalam wujud anak-anak bukan perkara mudah. Cho menjelaskan bahwa tim sempat bergulat dengan efek uncanny valley — kondisi ketika karakter terlihat hampir manusiawi, tetapi terasa janggal. Sebagai entitas mekanis, gestur, ekspresi, hingga intonasi suara Diana berpotensi memunculkan kesan tersebut.
Awalnya, Cho ingin menampilkan sisi android Diana secara lebih tegas. Namun, dengan berbagai pertimbangan teknis dan kreatif, tim Capcom akhirnya memilih pendekatan yang lebih halus. Kesan robotiknya ditunjukkan lewat detail kecil seperti gerakan tubuh yang sedikit kaku atau respons emosional yang tidak sepenuhnya natural.
Cho juga mengungkap bahwa akan jauh lebih rumit jika Diana diberi ekspresi yang terlalu berlebihan atau kartunis. Pendekatan seperti itu memang bisa memperjelas identitas android-nya, tetapi berisiko terasa tidak selaras dengan tone realistis yang ingin dibangun.
Sebagai perbandingan, ia menyinggung karakter Arale Norimaki dari Dr. Slump, yang bisa menampilkan ekspresi ekstrem hingga melepas kepala secara harfiah. Menurut Cho, gaya seperti itu akan sulit diterapkan dalam Pragmata karena pendekatan visual dan atmosfer game berbeda jauh.
Selain itu, tim pengembang juga mempertimbangkan target pasar global. Representasi karakter dan ekspresi tertentu harus disesuaikan agar tetap dapat diterima secara budaya di berbagai wilayah. Cho mengakui bahwa menggabungkan unsur edgy dengan keseimbangan sensitivitas global menjadi tantangan tersendiri.
Pada akhirnya, pengembangan Diana menjadi proses pencarian titik tengah antara realisme, identitas android, dan penerimaan global. Tim berupaya menghadirkan karakter yang unik tanpa membuat pemain merasa asing atau terganggu.
Dengan pendekatan tersebut, Pragmata berusaha menampilkan Diana sebagai sosok yang misterius sekaligus emosional, namun tetap menyimpan kesan mekanis yang menjadi inti dari karakternya.









![[Rumor] Tifa Lockhart Dikabarkan Jadi DLC Street Fighter 6 Season 4](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/sfgsfdfsdgfsdgfsdgfd-120x86.jpg)








![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)