Studio indie Wildlight Entertainment, yang terdiri dari sejumlah veteran pengembang shooter termasuk di antaranya mereka yang pernah bekerja pada franchise macam Apex Legends dan Titanfall, menyatakan bahwa mereka percaya diri dengan proyek mereka, bahkan sejak tahap awal pengembangan.

Meskipun Highguard mendapatkan sambutan yang beragam setelah perilisannya pada 26 Januari 2026, keyakinan tim pengembang terhadap visinya untuk menciptakan pengalaman kompetitif yang menarik tetap tinggi.
Wildlight Incar Standar Tinggi di Genre Shooter
Menurut laporan terhadap wawancara dan pernyataan tim, Wildlight awalnya yakin bahwa Highguard dapat menjadi “sesuatu yang besar”, bahkan bagi sebagian internal sempat menyebutnya punya potensi menjadi semacam sekuel spiritual bagi Apex Legends meskipun bukan penerus langsungnya. Keyakinan ini muncul karena rekam jejak tim yang berpengalaman serta pendekatan mereka terhadap desain gameplay yang memadukan unsur PvP raid shooter dengan elemen taktis yang berbeda dari game kompetitif lain.
Mereka bekerja selama lebih dari empat tahun untuk menyempurnakan Highguard, bahkan melalui proses uji konsep (playtests) yang intensif di internal, dengan harapan dapat menemukan formula permainan yang segar dan memuaskan bagi para pemain.
Tantangan Peluncuran & Realitas Pasar
Meski rasa percaya diri kuat, peluncuran Highguard tidak berjalan mulus sepenuhnya. Game ini sempat memperoleh puncak sekitar 97.000 pemain bersamaan (concurrent users) di Steam pada hari pertama rilis, namun jumlah pemainnya cepat turun drastis dalam beberapa hari berikutnya, dan ulasan pengguna di berbagai platform cenderung “campur aduk” atau mixed.
Tidak hanya itu, dukungan finansial awal dari backer besar seperti Tencent dilaporkan dihentikan karena metrik seperti retensi pemain tidak mencapai target, yang berdampak pada terjadinya pemangkasan jumlah tim pengembang. Meski demikian, sejumlah staf inti masih bertahan dan terus memberikan pembaruan pada game tersebut.
Komitmen Pengembang Terhadap Masa Depan Highguard
Walaupun menghadapi kritik dan perjuangan di fase awal, pernyataan Wildlight menunjukkan bahwa mereka tetap teguh pada misi untuk mengembangkan permainan yang mereka yakin punya identitas kuat di genre shooter. Mereka juga menyatakan sudah menyiapkan roadmap konten tahun pertama yang luas, termasuk fitur baru, mode permainan, dan konten lain yang diharapkan bisa menarik serta mempertahankan basis pemain lebih lama.
Beberapa reaksi dari komunitas juga menunjukkan bahwa masih ada pemain yang menikmati Highguard dan berharap studio dapat terus menyempurnakan pengalaman permainan.
Di tengah dinamika pasar game kompetitif dan ekspektasi tinggi yang datang dari latar belakang timnya, Wildlight Entertainment tetap menunjukkan kepercayaan diri besar terhadap Highguard dan potensinya untuk tumbuh. Meski tantangan awal cukup berat, termasuk respons pasar yang tidak seperti yang diharapkan dan restrukturisasi internal, developer mengatakan bahwa mereka siap memperbaiki dan terus mendukung game dalam jangka panjang. Dengan pengalaman dan dedikasi mereka, fokusnya kini bukan sekadar menciptakan “Apex Legends versi kedua”, tetapi membangun identitas unik yang bisa bertahan di tengah kompetisi ketat genre shooter.















![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)