Perusahaan semikonduktor raksasa, AMD, memprediksi pasar PC gaming akan mengalami perlambatan signifikan pada tahun 2026. Penyebab utamanya bukan karena minat gamer menurun, melainkan melonjaknya harga komponen penting seperti RAM dan storage yang semakin sulit dijangkau.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, AMD memperingatkan bahwa segmen gaming mereka berpotensi turun lebih dari 20% pada paruh kedua 2026. Kenaikan biaya memori dan komponen lain disebut sebagai faktor utama yang menekan daya beli konsumen.
Harga RAM Jadi Biang Kerok
Lonjakan harga RAM terjadi akibat krisis pasokan global yang dipicu tingginya permintaan dari industri AI dan data center. Sumber daya memori kini lebih banyak dialokasikan untuk kebutuhan server AI, sehingga stok untuk pasar konsumen menjadi terbatas dan mahal.
Situasi ini membuat harga rakitan PC gaming ikut terdongkrak. Bahkan, biaya memori kini menjadi salah satu komponen terbesar dalam keseluruhan harga PC, sehingga banyak pengguna menunda upgrade perangkat mereka.

Dampak ke Industri Gaming
Kondisi ini berdampak langsung pada ekosistem gaming, mulai dari GPU hingga konsol. AMD juga mengisyaratkan kemungkinan kenaikan harga kartu grafis Radeon serta perangkat gaming lain yang menggunakan chip mereka.
Selain itu, permintaan terhadap PC gaming diperkirakan menurun karena konsumen memilih bertahan dengan perangkat lama dibanding harus mengeluarkan biaya besar untuk upgrade.
AI Jadi Pedang Bermata Dua
Menariknya, di tengah lesunya pasar gaming, AMD justru mencatat pertumbuhan besar di sektor data center berkat lonjakan kebutuhan AI. Permintaan chip untuk AI meningkat drastis, namun di sisi lain justru “memakan” pasokan komponen untuk pasar konsumen.
Prediksi AMD menunjukkan bahwa tahun 2026 bisa menjadi periode sulit bagi pasar PC gaming. Harga RAM yang tinggi, krisis pasokan, serta pergeseran fokus industri ke AI menjadi kombinasi yang menekan daya beli gamer.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin tren upgrade PC akan melambat, dan industri gaming harus mencari strategi baru untuk tetap menarik minat konsumen di tengah harga hardware yang kian mahal.


















