Gimnoar
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • PC
  • PS
    • PS 1
    • PS 2
    • PS 3
    • PS 4
    • PS 5
    • PS 6 soon
  • Nintendo
    • Nintendo 64
    • Nintendo DS
    • Wii
    • Nintendo Switch
  • Xbox
    • Xbox 360
    • Xbox One
    • Xbox Series X/S
  • Android
  • Tech
  • Review
  • Rekomendasi
  • Emulator
Gimnoar
  • Home
  • Berita
  • PC
  • PS
    • PS 1
    • PS 2
    • PS 3
    • PS 4
    • PS 5
    • PS 6 soon
  • Nintendo
    • Nintendo 64
    • Nintendo DS
    • Wii
    • Nintendo Switch
  • Xbox
    • Xbox 360
    • Xbox One
    • Xbox Series X/S
  • Android
  • Tech
  • Review
  • Rekomendasi
  • Emulator
Gimnoar
Home PC

Beberapa Game Horor Yang Mirip Game Resident Evil

November 18, 2025
in PC, PS, Rekomendasi, Xbox
0 0
0
Beberapa Game Horor Yang Mirip Game Resident Evil
0
SHARES
24
VIEWS
Berbagi di FacebookBerbagi di WhatsAppBerbagi di Telegram

Dalam dunia game horor, Resident Evil sudah lama menjadi salah satu ikon yang tak tergantikan. Atmosfer mencekam, ketegangan yang terus meningkat, serta perpaduan aksi dan survival membuatnya menjadi standar bagi banyak game lain. Bagi para penggemar yang ingin merasakan sensasi serupa – mulai dari pertarungan melawan makhluk mengerikan hingga eksplorasi penuh misteri – ada sejumlah game horor lain yang menawarkan pengalaman yang tak kalah menegangkan.

Berikut beberapa judul yang memiliki nuansa, gameplay, atau tema yang mirip dengan Resident Evil.

1. Outlast

Outlast adalah game horor survival karya Red Barrels yang dirilis pada 2013, dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu game paling menakutkan yang pernah dibuat. Game ini tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga membangun teror psikologis yang intens dari awal sampai akhir.

Kamu berperan sebagai Miles Upshur, seorang jurnalis investigasi yang menyelinap ke Mount Massive Asylum, rumah sakit jiwa yang “terlalu sunyi untuk ukuran tempat penuh pasien”. Dengan modal kamera dan rasa penasaran, Miles segera menyadari bahwa tempat itu dipenuhi pasien yang mengalami mutasi dan kekerasan ekstrem akibat eksperimen rahasia.

Cerita Outlast disajikan melalui catatan, rekaman, dan visual disturbing yang secara perlahan mengungkap kengerian di balik eksperimen tersebut. Plotnya gelap, penuh misteri, dan membuat pemain ingin terus maju meski ketakutan.

Outlast terkenal karena satu hal : Kamu tidak bisa melawan. Kamu hanya bisa lari, sembunyi, atau mati. Elemen terdalam gameplay : Tanpa senjata, meningkatkan rasa tak berdaya. Stealth jadi kunci – berlindung di lemari, kolong ranjang, atau bersembunyi dalam bayangan. Kamera night vision paling ikonik : sangat membantu di ruangan gelap, tetapi baterainya cepat habis, memaksa pemain mengatur penggunaan dengan cermat. Musuh memiliki AI yang agresif, sering mengejar tanpa ampun, menciptakan momen panik yang intens. Gameplay sederhana, tapi rasa tegangnya maksimal.

2. Pamali

Pamali : Indonesian Folklore Horror adalah game horor karya developer Indonesia, StoryTale Studios, yang dirilis pada 2018. Game ini menonjol karena tidak mengandalkan jumpscare murahan, tetapi menghadirkan horor budaya berdasarkan mitos, larangan, dan kepercayaan lokal Indonesia. Hasilnya adalah pengalaman horor yang terasa dekat, relevan, dan menegangkan secara psikologis.

Pamali terdiri dari beberapa cerita (folklore) yang masing – masing memiliki hantu dan mitos berbeda. Yang paling dikenal adalah : 1. The White Lady (Hantu Perempuan) : Kamu berperan sebagai Jaka, seorang pemuda yang kembali ke rumah lamanya untuk membersihkan dan menjualnya. Namun, rumah tersebut menyimpan kisah masa lalu yang kelam dan dihantui oleh sosok kuntilanak. 2. The Tied Corpse (Hantu Pocong). 3. The Little Devil (Leak / Tuyul versi game). 4. The Hungry Witch (Sundel Bolong versi budaya tertentu). Setiap folklore memiliki tema unik, namun benang merahnya sama : pelanggaran “pamali” akan memancing kehadiran makhluk halus. 

Gameplay Pamali berbeda dari kebanyakan game horor : Tidak menyerang musuh – lebih fokus pada eksplorasi dan interaksi dengan benda – benda. Setiap tindakan punya konsekuensi. Menyapu malam hari, membuka cermin, mengganggu barang tertentu – semua bisa memicu teror. Ada banyak ending, tergantung bagaimana pemain menghormati atau melanggar aturan “pamali”. Suasana lebih ke slow – burn horror, bukan horor yang langsung menakut – nakuti. Desainnya sederhana, tetapi membuat pemain merasa waspada setiap saat.

3. Dreadout 

DreadOut adalah game horor Indonesia buatan Digital Happiness yang dirilis pada 2014. Game ini berhasil mencuri perhatian dunia karena membawa konsep “hantu – hantu lokal Nusantara” ke dalam pengalaman horor modern ala Fatal Frame. Dengan perpaduan mitologi Indonesia dan gameplay fotografi, DreadOut menjadi salah satu game horor buatan lokal paling dikenal internasional.

Kamu bermain sebagai Linda, siswi SMA yang bersama teman – temannya tersesat di sebuah kota tua terbengkalai. Kota itu awalnya tampak biasa, namun tak lama kemudian berubah menjadi labirin misterius yang penuh dengan makhluk supranatural. Linda memiliki kekuatan spiritual unik yang tidak ia sadari sebelumnya, yang menjadi kunci untuk menghadapi para hantu. Ceritanya misterius, penuh teka – teki, dan dibagi menjadi beberapa babak yang perlahan mengungkap asal – usul fenomena supranatural di kota tersebut.

DreadOut menggunakan mekanisme gameplay yang terinspirasi dari Fatal Frame, namun dengan sentuhan khas lokal. Elemen gameplay inti : Kamera smartphone sebagai senjata utama untuk mengusir atau mengalahkan hantu. Mode night vision memberikan nuansa investigasi dan ketegangan ekstra. Pencarian clue, puzzle, dan eksplorasi menjadi fokus permainan. Spirit mode, saat Linda memasuki dunia mistis setelah mati, menambah lapisan horor tersendiri. Game ini tidak mengandalkan aksi, tetapi lebih ke atmosfer, strategi, dan timing saat memfoto hantu.

4. Silent Hill 2 Remake

Silent Hill 2, dirilis pada tahun 2001 oleh Konami, adalah game horor psikologis yang dianggap sebagai karya puncak dalam sejarah genre ini. Bukan hanya menakutkan, tetapi juga penuh simbolisme, tema dewasa, dan cerita yang sangat dalam. Game ini berhasil meninggalkan jejak kuat hingga kini – lebih dari dua dekade setelah rilisnya.

Kamu berperan sebagai James Sunderland, seorang pria yang menerima surat dari istrinya, Mary – padahal Mary telah meninggal tiga tahun sebelumnya. Surat itu memintanya untuk datang ke Silent Hill, kota misterius penuh kabut. Dari situlah perjalanan James dimulai, bukan hanya ke kota yang penuh makhluk mengerikan, tetapi juga ke kedalaman rasa bersalah dan trauma psikologisnya sendiri. Silent Hill 2 terkenal karena : Ceritanya sangat emosional dan tragis. Twist utama yang ikonik dan mengubah cara pemain melihat keseluruhan perjalanan. Tema moral, trauma, dan penyesalan yang jarang disentuh game lain. Inilah salah satu alasan game ini dianggap masterpiece.

Gameplay Silent Hill 2 menggunakan formula survival horror era PS2 : Eksplorasi kota berkabut dan ruangan gelap. Puzzle yang bervariasi, dari sederhana hingga cukup kompleks. Pertarungan menggunakan senjata jarak dekat dan senjata api. Keterbatasan resource : amunisi dan health item tidak banyak. Kamera semi – fixed yang menambah rasa tegang. Meski mekaniknya sederhana dibandingkan game modern, gaya gameplay klasik ini justru menambah rasa ketidakberdayaan pemain.

5. Alon In The Dark

Alone in the Dark (2024) adalah reboot dari seri survival horror klasik karya Pieces Interactive dan diterbitkan oleh THQ Nordic. Game ini mencoba menghidupkan kembali atmosfer horor psikologis dan misteri ala era 90 – an, namun dengan visual dan pendekatan modern. Game ini menggabungkan investigation horror, cerita noir ala detektif, dan sentuhan supernatural yang gelap.

Kamu dapat memilih antara dua karakter : Edward Carnby (diperankan oleh David Harbour) Detektif privat yang dikirim untuk menyelidiki hilangnya Jeremy Hartwood. Emily Hartwood (diperankan oleh Jodie Comer) Keponakan Jeremy yang menerima surat misterius dari pamannya yang mengaku berada dalam bahaya. Keduanya datang ke Derceto Manor, sebuah mansion tua yang dijadikan tempat rehabilitasi mental, namun atmosfernya dipenuhi misteri, kultus, dan fenomena supernatural yang makin lama makin mengerikan. Cerita bergaya southern gothic dengan nuansa depresi, paranoia, dan ketakutan psikologis.

Game ini memadukan : Eksplorasi atmosferik ala Resident Evil remake. Puzzle klasik dengan mekanisme modern. Combat third – person dengan senjata api dan melee. Elemen survival : peluru terbatas, musuh mematikan. Banyak dokumen & clue yang harus dikumpulkan untuk memahami cerita. Setiap karakter memiliki dialog, cutscene, dan interaksi unik dengan NPC, sehingga dua playthrough diperlukan untuk mendapatkan gambaran cerita lengkap.

6. The Evil within

The Evil Within, dikembangkan oleh Tango Gameworks dan disutradarai oleh Shinji Mikami (pencipta Resident Evil), adalah game survival horror yang mengembalikan nuansa horor “kelas lama”: terbatasnya resource, musuh yang sadis, dan suasana psikologis yang mengganggu. Game ini sering disebut sebagai “Resident Evil versi mimpi buruk” – lebih gelap, lebih brutal, dan lebih penuh teror.

Kamu bermain sebagai Sebastian Castellanos, seorang detektif yang menyelidiki pembantaian massal di rumah sakit jiwa Beacon. Segera setelah tiba, Sebastian terseret ke dunia mimpi buruk penuh halusinasi, monster grotesk, dan realitas yang terus berubah. Cerita The Evil Within : penuh misteri, simbolisme, dan glitch realitas. menghadirkan karakter ikonik seperti Ruvik, sang antagonis psikopat dengan masa lalu kelam. sering membingungkan pemain pada awalnya, namun terungkap bertahap. penuh plot twist dan elemen psikologis. Ceritanya memang agak “mind – bending”, tetapi sangat cocok bagi pecinta horor surreal.

The Evil Within menawarkan survival horror dengan fokus pada strategi dan manajemen resource. Fitur gameplay utama : Senjata seperti pistol, shotgun, sniper, bom paku. Agony Crossbow – senjata paling kreatif dengan berbagai jenis panah (freeze, shock, explosive). Stealth menjadi penting, terutama karena amunisi sangat terbatas. Trap dan jebakan tersebar di area, bisa dijadikan keuntungan. Upgrade skill via kursi elektrosjut yang ikonik. Gameplaynya menantang dan penuh momen maut mendadak.

7. Still Wakes the Deep

Still Wakes the Deep, dikembangkan oleh The Chinese Room, adalah pengalaman horor naratif orang pertama yang sangat atmosferik yang berlatar di anjungan minyak Laut Utara tahun 1970 – an. Game ini mendapat ulasan yang umumnya positif, dipuji karena cerita yang kuat, akting suara kelas dunia, dan suasana yang imersif, meskipun beberapa kritikus mengkritik gameplay yang dianggap terlalu linier dan sederhana. 
Pemain mengendalikan karakter bernama Caz McLeary (teknisi listrik asal Glasgow) yang berada di platform pengeboran “Beira D”. Awal datang sebagai pelarian dari masalah pribadi, namun segera terjebak dalam kejadian mengerikan setelah pengeboran memunculkan entitas misterius. Atmosfernya sangat kuat : lingkungan isolasi, cuaca buruk, struktur baja yang besar dan labirin interior rig menciptakan rasa cemas, terperangkap, dan takut akan kedalaman serta kehampaan laut. Banyak ulasan memuji setting – nya sebagai kekuatan utama. Karakter – karakternya juga mendapat perhatian: dialog yang beraksen Skotlandia, interaksi antar kru rig, dan narasi yang menggabungkan horor supernatural dengan konflik manusiawi.
Gameplay – nya minimalis. Pemain tidak memiliki senjata dan harus mengandalkan sembunyi – sembunyi, pengalihan perhatian, dan navigasi lingkungan untuk menghindari monster. Beberapa kritikus menganggap struktur yang sangat linier dan teka – teki lingkungan yang sederhana ini kurang menantang dan membuat pengalaman bermain terasa seperti “simulator berjalan” (walking simulator) dengan sedikit agensi pemain.

Pada akhirnya, berbagai game horor yang mirip dengan Resident Evil ini membuktikan bahwa genre survival horror terus berkembang dengan caranya sendiri. Masing – masing menghadirkan ketegangan, misteri, dan sensasi berjuang untuk bertahan hidup yang khas, namun tetap menawarkan identitas dan keunikannya. Entah itu atmosfer yang mencekam, musuh penuh teror, atau cerita gelap yang menghantui, semua game ini bisa menjadi pilihan seru bagi para penggemar horor yang ingin merasakan pengalaman menegangkan di luar Resident Evil.

Jika kamu mencari petualangan baru dengan nuansa serupa, deretan game ini bisa menjadi teman sempurna untuk malam – malam penuh adrenalin. Selamat bermain – dan bersiaplah menghadapi mimpi buruk berikutnya!

Hady Bs

Hady Bs

Related Posts

Xbox Game Pass Dikabarkan Akan Hadirkan Fitur “Pilih Paket Anda Sendiri” yang Lebih Fleksibel
Berita

Xbox Game Pass Dikabarkan Akan Hadirkan Fitur “Pilih Paket Anda Sendiri” yang Lebih Fleksibel

April 23, 2026
World of Warcraft Menambahkan Cara Baru Untuk Mendapatkan Tunggangan Utama Mythic+ Lama
Berita

World of Warcraft Menambahkan Cara Baru Untuk Mendapatkan Tunggangan Utama Mythic+ Lama

April 22, 2026
PlayStation Akan Terapkan Verifikasi Usia pada Akhir Tahun Ini
Berita

PlayStation Akan Terapkan Verifikasi Usia pada Akhir Tahun Ini

April 22, 2026
Shuhei Yoshida Mengaku Dipecat Karena Tidak Terima Permintaan Jim Ryan
Berita

Shuhei Yoshida Mengaku Dipecat Karena Tidak Terima Permintaan Jim Ryan

April 21, 2026
Forza Horizon 6 Dilaporkan Catat Angka Pemesanan Yang Impresif Di Steam, Dengan Total 511.000 Copy Terjual Melalui Pre-Order
Berita

Forza Horizon 6 Dilaporkan Catat Angka Pemesanan Yang Impresif Di Steam, Dengan Total 511.000 Copy Terjual Melalui Pre-Order

April 21, 2026
Game Windrose Cetak Rekor Luar Biasa Kurang Dari Satu Minggu Setelah Diluncurkan
Berita

Game Windrose Cetak Rekor Luar Biasa Kurang Dari Satu Minggu Setelah Diluncurkan

April 21, 2026

POSTINGAN POPULER

Nintendo Switch 2 Punya 4 Game Besar yang Akan Siap Rilis Di Bulan April 2026

Nintendo Switch 2 Punya 4 Game Besar yang Akan Siap Rilis Di Bulan April 2026

Maret 31, 2026
Daftar Game Saint row Series Di Semua Platform Part 2

Daftar Game Saint row Series Di Semua Platform Part 2

November 1, 2025
Goddess of Victory: Nikke Perkenalkan Karakter Baru “Snow Crane”, Agen Rahasia dari Veiled Order

Goddess of Victory: Nikke Perkenalkan Karakter Baru “Snow Crane”, Agen Rahasia dari Veiled Order

April 7, 2026
Developer Wildlight Entertainment Percaya Diri Meski Tantangan, Siap Mulai Buat Game yang Dianggap “Apex Legend 2”

Developer Wildlight Entertainment Percaya Diri Meski Tantangan, Siap Mulai Buat Game yang Dianggap “Apex Legend 2”

Februari 27, 2026
Netmarble Perbarui Total Situs Resmi Mongil: Star Dive, Ungkap Dunia dan Lore Lebih Mendalam

Netmarble Perbarui Total Situs Resmi Mongil: Star Dive, Ungkap Dunia dan Lore Lebih Mendalam

Februari 5, 2026
Capcom Singapura dan Universitas Mapúa Filipina Jalin Kerja Sama Dorong Edukasi Industri Game

Capcom Singapura dan Universitas Mapúa Filipina Jalin Kerja Sama Dorong Edukasi Industri Game

Desember 17, 2025

REKOMENDASI GAME

Rekomendasi RPG Terbaik di Nintendo Switch (Siap Lebih Optimal di Switch 2)

Rekomendasi RPG Terbaik di Nintendo Switch (Siap Lebih Optimal di Switch 2)

April 15, 2026
Crimson Desert : Cara Mendapatkan Armor Serigala Abu-Abu (Grey Wolf Armor)

Crimson Desert : Cara Mendapatkan Armor Serigala Abu-Abu (Grey Wolf Armor)

April 1, 2026
[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert

[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert

Maret 31, 2026
Crimson Desert : Solusi Teka-Teki Di Sanctum of Penitence

Crimson Desert : Solusi Teka-Teki Di Sanctum of Penitence

Maret 25, 2026
[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat

[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat

Maret 10, 2026
[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa

[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa

Maret 7, 2026
Gimnoar

© 2025 gimnoar.com - banyak cerita dari sebuah game

KUNJUNGI SITUS

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • PC
  • PS
    • PS 1
    • PS 2
    • PS 3
    • PS 4
    • PS 5
    • PS 6 soon
  • Nintendo
    • Nintendo 64
    • Nintendo DS
    • Wii
    • Nintendo Switch
  • Xbox
    • Xbox 360
    • Xbox One
    • Xbox Series X/S
  • Android
  • Tech
  • Review
  • Rekomendasi
  • Emulator

© 2025 gimnoar.com - banyak cerita dari sebuah game