Dalam dunia game horor, Resident Evil sudah lama menjadi salah satu ikon yang tak tergantikan. Atmosfer mencekam, ketegangan yang terus meningkat, serta perpaduan aksi dan survival membuatnya menjadi standar bagi banyak game lain. Bagi para penggemar yang ingin merasakan sensasi serupa – mulai dari pertarungan melawan makhluk mengerikan hingga eksplorasi penuh misteri – ada sejumlah game horor lain yang menawarkan pengalaman yang tak kalah menegangkan.

Berikut beberapa judul yang memiliki nuansa, gameplay, atau tema yang mirip dengan Resident Evil.
1. Outlast
Outlast adalah game horor survival karya Red Barrels yang dirilis pada 2013, dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu game paling menakutkan yang pernah dibuat. Game ini tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga membangun teror psikologis yang intens dari awal sampai akhir.

Kamu berperan sebagai Miles Upshur, seorang jurnalis investigasi yang menyelinap ke Mount Massive Asylum, rumah sakit jiwa yang “terlalu sunyi untuk ukuran tempat penuh pasien”. Dengan modal kamera dan rasa penasaran, Miles segera menyadari bahwa tempat itu dipenuhi pasien yang mengalami mutasi dan kekerasan ekstrem akibat eksperimen rahasia.
Cerita Outlast disajikan melalui catatan, rekaman, dan visual disturbing yang secara perlahan mengungkap kengerian di balik eksperimen tersebut. Plotnya gelap, penuh misteri, dan membuat pemain ingin terus maju meski ketakutan.

Outlast terkenal karena satu hal : Kamu tidak bisa melawan. Kamu hanya bisa lari, sembunyi, atau mati. Elemen terdalam gameplay : Tanpa senjata, meningkatkan rasa tak berdaya. Stealth jadi kunci – berlindung di lemari, kolong ranjang, atau bersembunyi dalam bayangan. Kamera night vision paling ikonik : sangat membantu di ruangan gelap, tetapi baterainya cepat habis, memaksa pemain mengatur penggunaan dengan cermat. Musuh memiliki AI yang agresif, sering mengejar tanpa ampun, menciptakan momen panik yang intens. Gameplay sederhana, tapi rasa tegangnya maksimal.
2. Pamali
Pamali : Indonesian Folklore Horror adalah game horor karya developer Indonesia, StoryTale Studios, yang dirilis pada 2018. Game ini menonjol karena tidak mengandalkan jumpscare murahan, tetapi menghadirkan horor budaya berdasarkan mitos, larangan, dan kepercayaan lokal Indonesia. Hasilnya adalah pengalaman horor yang terasa dekat, relevan, dan menegangkan secara psikologis.

Pamali terdiri dari beberapa cerita (folklore) yang masing – masing memiliki hantu dan mitos berbeda. Yang paling dikenal adalah : 1. The White Lady (Hantu Perempuan) : Kamu berperan sebagai Jaka, seorang pemuda yang kembali ke rumah lamanya untuk membersihkan dan menjualnya. Namun, rumah tersebut menyimpan kisah masa lalu yang kelam dan dihantui oleh sosok kuntilanak. 2. The Tied Corpse (Hantu Pocong). 3. The Little Devil (Leak / Tuyul versi game). 4. The Hungry Witch (Sundel Bolong versi budaya tertentu). Setiap folklore memiliki tema unik, namun benang merahnya sama : pelanggaran “pamali” akan memancing kehadiran makhluk halus.

Gameplay Pamali berbeda dari kebanyakan game horor : Tidak menyerang musuh – lebih fokus pada eksplorasi dan interaksi dengan benda – benda. Setiap tindakan punya konsekuensi. Menyapu malam hari, membuka cermin, mengganggu barang tertentu – semua bisa memicu teror. Ada banyak ending, tergantung bagaimana pemain menghormati atau melanggar aturan “pamali”. Suasana lebih ke slow – burn horror, bukan horor yang langsung menakut – nakuti. Desainnya sederhana, tetapi membuat pemain merasa waspada setiap saat.
3. Dreadout
DreadOut adalah game horor Indonesia buatan Digital Happiness yang dirilis pada 2014. Game ini berhasil mencuri perhatian dunia karena membawa konsep “hantu – hantu lokal Nusantara” ke dalam pengalaman horor modern ala Fatal Frame. Dengan perpaduan mitologi Indonesia dan gameplay fotografi, DreadOut menjadi salah satu game horor buatan lokal paling dikenal internasional.

Kamu bermain sebagai Linda, siswi SMA yang bersama teman – temannya tersesat di sebuah kota tua terbengkalai. Kota itu awalnya tampak biasa, namun tak lama kemudian berubah menjadi labirin misterius yang penuh dengan makhluk supranatural. Linda memiliki kekuatan spiritual unik yang tidak ia sadari sebelumnya, yang menjadi kunci untuk menghadapi para hantu. Ceritanya misterius, penuh teka – teki, dan dibagi menjadi beberapa babak yang perlahan mengungkap asal – usul fenomena supranatural di kota tersebut.

DreadOut menggunakan mekanisme gameplay yang terinspirasi dari Fatal Frame, namun dengan sentuhan khas lokal. Elemen gameplay inti : Kamera smartphone sebagai senjata utama untuk mengusir atau mengalahkan hantu. Mode night vision memberikan nuansa investigasi dan ketegangan ekstra. Pencarian clue, puzzle, dan eksplorasi menjadi fokus permainan. Spirit mode, saat Linda memasuki dunia mistis setelah mati, menambah lapisan horor tersendiri. Game ini tidak mengandalkan aksi, tetapi lebih ke atmosfer, strategi, dan timing saat memfoto hantu.
4. Silent Hill 2 Remake
Silent Hill 2, dirilis pada tahun 2001 oleh Konami, adalah game horor psikologis yang dianggap sebagai karya puncak dalam sejarah genre ini. Bukan hanya menakutkan, tetapi juga penuh simbolisme, tema dewasa, dan cerita yang sangat dalam. Game ini berhasil meninggalkan jejak kuat hingga kini – lebih dari dua dekade setelah rilisnya.

Kamu berperan sebagai James Sunderland, seorang pria yang menerima surat dari istrinya, Mary – padahal Mary telah meninggal tiga tahun sebelumnya. Surat itu memintanya untuk datang ke Silent Hill, kota misterius penuh kabut. Dari situlah perjalanan James dimulai, bukan hanya ke kota yang penuh makhluk mengerikan, tetapi juga ke kedalaman rasa bersalah dan trauma psikologisnya sendiri. Silent Hill 2 terkenal karena : Ceritanya sangat emosional dan tragis. Twist utama yang ikonik dan mengubah cara pemain melihat keseluruhan perjalanan. Tema moral, trauma, dan penyesalan yang jarang disentuh game lain. Inilah salah satu alasan game ini dianggap masterpiece.

Gameplay Silent Hill 2 menggunakan formula survival horror era PS2 : Eksplorasi kota berkabut dan ruangan gelap. Puzzle yang bervariasi, dari sederhana hingga cukup kompleks. Pertarungan menggunakan senjata jarak dekat dan senjata api. Keterbatasan resource : amunisi dan health item tidak banyak. Kamera semi – fixed yang menambah rasa tegang. Meski mekaniknya sederhana dibandingkan game modern, gaya gameplay klasik ini justru menambah rasa ketidakberdayaan pemain.
5. Alon In The Dark
Alone in the Dark (2024) adalah reboot dari seri survival horror klasik karya Pieces Interactive dan diterbitkan oleh THQ Nordic. Game ini mencoba menghidupkan kembali atmosfer horor psikologis dan misteri ala era 90 – an, namun dengan visual dan pendekatan modern. Game ini menggabungkan investigation horror, cerita noir ala detektif, dan sentuhan supernatural yang gelap.

Kamu dapat memilih antara dua karakter : Edward Carnby (diperankan oleh David Harbour) Detektif privat yang dikirim untuk menyelidiki hilangnya Jeremy Hartwood. Emily Hartwood (diperankan oleh Jodie Comer) Keponakan Jeremy yang menerima surat misterius dari pamannya yang mengaku berada dalam bahaya. Keduanya datang ke Derceto Manor, sebuah mansion tua yang dijadikan tempat rehabilitasi mental, namun atmosfernya dipenuhi misteri, kultus, dan fenomena supernatural yang makin lama makin mengerikan. Cerita bergaya southern gothic dengan nuansa depresi, paranoia, dan ketakutan psikologis.

Game ini memadukan : Eksplorasi atmosferik ala Resident Evil remake. Puzzle klasik dengan mekanisme modern. Combat third – person dengan senjata api dan melee. Elemen survival : peluru terbatas, musuh mematikan. Banyak dokumen & clue yang harus dikumpulkan untuk memahami cerita. Setiap karakter memiliki dialog, cutscene, dan interaksi unik dengan NPC, sehingga dua playthrough diperlukan untuk mendapatkan gambaran cerita lengkap.
6. The Evil within
The Evil Within, dikembangkan oleh Tango Gameworks dan disutradarai oleh Shinji Mikami (pencipta Resident Evil), adalah game survival horror yang mengembalikan nuansa horor “kelas lama”: terbatasnya resource, musuh yang sadis, dan suasana psikologis yang mengganggu. Game ini sering disebut sebagai “Resident Evil versi mimpi buruk” – lebih gelap, lebih brutal, dan lebih penuh teror.

Kamu bermain sebagai Sebastian Castellanos, seorang detektif yang menyelidiki pembantaian massal di rumah sakit jiwa Beacon. Segera setelah tiba, Sebastian terseret ke dunia mimpi buruk penuh halusinasi, monster grotesk, dan realitas yang terus berubah. Cerita The Evil Within : penuh misteri, simbolisme, dan glitch realitas. menghadirkan karakter ikonik seperti Ruvik, sang antagonis psikopat dengan masa lalu kelam. sering membingungkan pemain pada awalnya, namun terungkap bertahap. penuh plot twist dan elemen psikologis. Ceritanya memang agak “mind – bending”, tetapi sangat cocok bagi pecinta horor surreal.

The Evil Within menawarkan survival horror dengan fokus pada strategi dan manajemen resource. Fitur gameplay utama : Senjata seperti pistol, shotgun, sniper, bom paku. Agony Crossbow – senjata paling kreatif dengan berbagai jenis panah (freeze, shock, explosive). Stealth menjadi penting, terutama karena amunisi sangat terbatas. Trap dan jebakan tersebar di area, bisa dijadikan keuntungan. Upgrade skill via kursi elektrosjut yang ikonik. Gameplaynya menantang dan penuh momen maut mendadak.
7. Still Wakes the Deep


Pada akhirnya, berbagai game horor yang mirip dengan Resident Evil ini membuktikan bahwa genre survival horror terus berkembang dengan caranya sendiri. Masing – masing menghadirkan ketegangan, misteri, dan sensasi berjuang untuk bertahan hidup yang khas, namun tetap menawarkan identitas dan keunikannya. Entah itu atmosfer yang mencekam, musuh penuh teror, atau cerita gelap yang menghantui, semua game ini bisa menjadi pilihan seru bagi para penggemar horor yang ingin merasakan pengalaman menegangkan di luar Resident Evil.
Jika kamu mencari petualangan baru dengan nuansa serupa, deretan game ini bisa menjadi teman sempurna untuk malam – malam penuh adrenalin. Selamat bermain – dan bersiaplah menghadapi mimpi buruk berikutnya!















![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)