Seorang anak berusia 12 tahun di Jepang menjadi pusat perhatian publik setelah memutuskan untuk berhenti dari pendidikan formal demi mengejar karier sebagai pemain profesional esports. Keputusan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya, yang percaya bahwa dunia kompetitif esports membutuhkan dedikasi ekstrem sejak usia dini.
Anak tersebut diketahui telah menekuni dunia game sejak usia sangat muda dan kini menargetkan karier profesional, khususnya di ranah game kompetitif seperti Fortnite. Demi mencapai level tertinggi, ia menjalani jadwal latihan intens hingga sekitar 14 jam per hari, sebuah rutinitas yang menurut keluarganya sulit diseimbangkan dengan sistem sekolah konvensional.
Orang tuanya menjelaskan bahwa pemain esports profesional dituntut untuk berlatih jauh lebih lama dibandingkan atlet olahraga tradisional. Karena itu, mereka menilai jalur pendidikan formal justru berpotensi menghambat fokus dan perkembangan kemampuan sang anak di dunia kompetitif yang sangat ketat.
Namun, keputusan ini langsung memicu perdebatan panas di media sosial dan forum publik. Sebagian warganet mengkritik langkah tersebut karena dianggap terlalu berisiko, terutama mengingat usia sang anak yang masih sangat muda. Banyak yang menyoroti pentingnya pendidikan, perkembangan sosial, serta jaminan masa depan jika karier esports tidak berjalan sesuai harapan.
Di sisi lain, tidak sedikit pula yang membela keputusan keluarga tersebut. Mereka menilai bahwa setiap anak memiliki jalannya masing-masing, dan dukungan orang tua terhadap minat serta bakat anak bisa menjadi faktor penting dalam meraih kesuksesan. Beberapa pihak bahkan menyamakan jalur ini dengan atlet muda di cabang olahraga lain yang sejak dini fokus pada satu bidang.
Kasus ini juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai posisi esports dalam sistem pendidikan Jepang, yang selama ini dikenal sangat ketat dan menekankan jalur akademis. Langkah sang bocah dinilai tidak lazim, namun sekaligus mencerminkan perubahan zaman, di mana industri game dan esports kini dipandang sebagai karier nyata dengan potensi besar.
Terlepas dari pro dan kontra, kisah ini menjadi gambaran nyata bagaimana pertumbuhan esports mulai memengaruhi keputusan hidup generasi muda, sekaligus menantang pandangan tradisional tentang pendidikan dan masa depan.














![[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/bleach-blade-battlers-2nd-game-cover-altar-of-gaming-120x86.webp)
![[Nostalgia] Game Obscure : The Aftermath, Horor Kampus dengan Teror Psikologis](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2025/12/custom-c6a530cc-0b72-4ee3-863c-008fd17dce7f-1280x720-1-120x86.jpeg)

