Gimnoar
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • PC
  • PS
    • PS 1
    • PS 2
    • PS 3
    • PS 4
    • PS 5
    • PS 6 soon
  • Nintendo
    • Nintendo 64
    • Nintendo DS
    • Wii
    • Nintendo Switch
  • Xbox
    • Xbox 360
    • Xbox One
    • Xbox Series X/S
  • Android
  • Tech
  • Review
  • Rekomendasi
  • Emulator
Gimnoar
  • Home
  • Berita
  • PC
  • PS
    • PS 1
    • PS 2
    • PS 3
    • PS 4
    • PS 5
    • PS 6 soon
  • Nintendo
    • Nintendo 64
    • Nintendo DS
    • Wii
    • Nintendo Switch
  • Xbox
    • Xbox 360
    • Xbox One
    • Xbox Series X/S
  • Android
  • Tech
  • Review
  • Rekomendasi
  • Emulator
Gimnoar
Home Berita

Kematian Game Ultraman Fighting Evolution PS2

November 9, 2025
in Berita, PS
0 0
0
Kematian Game Ultraman Fighting Evolution PS2
0
SHARES
23
VIEWS
Berbagi di FacebookBerbagi di WhatsAppBerbagi di Telegram

Di era PlayStation 2 masa ketika grafis 3D adalah keajaiban dan suara kipas konsol menjadi musik pengantar tidur gamer sejati berdirilah satu game yang mencoba memanggil masa kecil jutaan anak Jepang Ultraman Fighting Evolution.
Sebuah arena di mana bukan manusia, tapi raksasa penjaga bumi bertarung. Namun seiring berputarnya waktu dan bergemanya nama-nama seperti Tekken dan Street Fighter, sang pahlawan cahaya mulai kehilangan cahayanya sendiri.

Ketika Raksasa Bangkit di Dunia yang Dikuasai Petarung Manusia

Tahun 2001 hingga 2005 adalah masa keemasan genre fighting.
Tekken memukau dengan sistem kombo presisi milidetik. Street Fighter menulis ulang sejarah dengan gaya arcade-nya yang legendaris.
Dan di antara dua titan itu, Banpresto datang dengan sesuatu yang berbeda bukan pertarungan manusia, melainkan pertempuran raksasa Ultraman, Zoffy, Gomora, Baltan, Zetton. Semua legenda tokusatsu bertemu di satu ring digital.

Namun dari awal, Ultraman Fighting Evolution tidak ingin menjadi “saingan” Tekken. Ia lebih seperti teater raksasa dengan sinar cahaya, adegan dramatis, dan lagu heroik. Sebuah game yang tak dibuat untuk menang tapi untuk dikenang.

Antara Fantasi dan Keterbatasan

Dari sisi visual, Ultraman Fighting Evolution Rebirth (rilis 2005) adalah ledakan nostalgia. Efek cahaya dari jurus Specium Ray, tanah bergetar saat kaiju tumbang, dan kamera sinematik yang memotret setiap pukulan seolah itu adegan terakhir dunia.

Namun di balik spektakelnya, game ini punya masalah besar ritme lamban dan mekanik yang dangkal.
Kontrolnya tak sepresisi Tekken, timing-nya tak secepat Street Fighter, dan kedalaman kombonya tak cukup membuat jari pemain berkeringat.

Bagi penggemar Ultraman, itu bukan masalah.
Tapi bagi pasar global yang mulai lapar akan kompetisi e-sports dan turnamen fighting profesional, game seperti UFE hanyalah sinematika tanpa kompetisi indah untuk dilihat, tapi cepat ditinggalkan.

Lisensi, Pasar, dan Keputusan Bisnis

Banpresto dan Bandai tahu betul kekuatan Ultraman. Tapi mereka juga tahu popularitasnya terbatas di Jepang.
Lisensi tokusatsu mahal, penjualannya tidak meledak, dan konsol PS2 sedang menapaki masa senjanya.
Sementara itu, Bandai menemukan tambang emas baru: Gundam dan Dragon Ball. Kedua franchise itu punya daya jual global, fanbase kompetitif, dan potensi merchandise tanpa batas.

Maka, tanpa pesta perpisahan, tanpa pengumuman besar, Ultraman Fighting Evolution perlahan dipadamkan.
Tidak karena gagal tapi karena dunia game telah berubah, dan Ultraman tak lagi menjadi pahlawan di dalamnya.

Cahaya yang Tak Pernah Padam

Hari ini, dua dekade kemudian, Ultraman Fighting Evolution Rebirth hidup di emulator, video nostalgia, dan hati para pemain yang dulu memainkannya sepulang sekolah.
Ia bukan game yang sempurna, tapi juga bukan game yang harus dilupakan.
Ia adalah sebuah momen untuk masa di mana game masih dibuat dengan mimpi, bukan keuntungan.

Ketika Tekken dan Street Fighter bertarung untuk keabadian, Ultraman memilih jalan lain jalan kesatria yang tetap berdiri meski dunia tak lagi bertepuk tangan.

“Cahaya mungkin padam di layar, tapi tidak di hati yang pernah percaya pada keadilan.”

Jika Ultraman Kembali

Bayangkan suatu hari, di konsol modern, Bandai menghidupkan lagi seri ini.
Bayangkan pertarungan Ultraman Zero melawan Belial dalam Unreal Engine 5, dengan sistem pertarungan secepat Tekken 8, efek partikel seindah Final Fantasy XVI, dan latar kota Tokyo yang bisa hancur total.
Itu bukan sekadar game itu akan jadi kebangkitan pahlawan legendaris yang dulu kalah bukan karena lemah, tapi karena dunia belum siap.

Dan mungkin, kali ini cahayanya akan menang lagi.

Hady Bs

Hady Bs

Related Posts

Manager Age Rating Riot Games Kritik Komdigi Terkait IGRS, Soroti Inkonsistensi Regulasi
Berita

Manager Age Rating Riot Games Kritik Komdigi Terkait IGRS, Soroti Inkonsistensi Regulasi

April 20, 2026
Bandai Namco Umumkan Dragon Ball Xenoverse 3, Penantian Panjang Akhirnya Terjawab
Berita

Bandai Namco Umumkan Dragon Ball Xenoverse 3, Penantian Panjang Akhirnya Terjawab

April 20, 2026
[Rumor] Ubisoft Siap Rilis Assassin’s Creed : Resynced 9 Juli 2026, Fans Mulai Berspekulasi
Berita

[Rumor] Ubisoft Siap Rilis Assassin’s Creed : Resynced 9 Juli 2026, Fans Mulai Berspekulasi

April 20, 2026
[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah
Berita

[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah

April 20, 2026
Mantan Developer Naughty Dog Beri Petunjuk Soal Lokasi The Last of Us Part III
Berita

Mantan Developer Naughty Dog Beri Petunjuk Soal Lokasi The Last of Us Part III

April 20, 2026
[Rumor] EA Dikabarkan Akan Tutup 28 April, Fakta Sebenarnya Perlu Diluruskan
Berita

[Rumor] EA Dikabarkan Akan Tutup 28 April, Fakta Sebenarnya Perlu Diluruskan

April 20, 2026

POSTINGAN POPULER

Fortnite Festival Season 14 Hadirkan Laufey Sebagai Headliner

Fortnite Festival Season 14 Hadirkan Laufey Sebagai Headliner

April 16, 2026
Goddess of Victory: Nikke Perkenalkan Karakter Baru “Snow Crane”, Agen Rahasia dari Veiled Order

Goddess of Victory: Nikke Perkenalkan Karakter Baru “Snow Crane”, Agen Rahasia dari Veiled Order

April 7, 2026
Activision Perkuat Anti-Cheat Call of Duty untuk Season 3 Black Ops 7 & Warzone

Activision Perkuat Anti-Cheat Call of Duty untuk Season 3 Black Ops 7 & Warzone

April 4, 2026
Windows 11 “Melambat”, Windows 10 Masih Banyak Digunakan Kenapa Banyak Orang Belum Upgrade?

Windows 11 “Melambat”, Windows 10 Masih Banyak Digunakan Kenapa Banyak Orang Belum Upgrade?

Desember 6, 2025
Valve Siapkan Fitur Riwayat Harga 30 Hari di Steam

Valve Siapkan Fitur Riwayat Harga 30 Hari di Steam

April 16, 2026
Wolfenstein 3 Dibuat, Detail Plot Bocor Lewat Dokumen Casting

Wolfenstein 3 Dibuat, Detail Plot Bocor Lewat Dokumen Casting

Februari 27, 2026

REKOMENDASI GAME

Rekomendasi RPG Terbaik di Nintendo Switch (Siap Lebih Optimal di Switch 2)

Rekomendasi RPG Terbaik di Nintendo Switch (Siap Lebih Optimal di Switch 2)

April 15, 2026
Crimson Desert : Cara Mendapatkan Armor Serigala Abu-Abu (Grey Wolf Armor)

Crimson Desert : Cara Mendapatkan Armor Serigala Abu-Abu (Grey Wolf Armor)

April 1, 2026
[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert

[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert

Maret 31, 2026
Crimson Desert : Solusi Teka-Teki Di Sanctum of Penitence

Crimson Desert : Solusi Teka-Teki Di Sanctum of Penitence

Maret 25, 2026
[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat

[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat

Maret 10, 2026
[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa

[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa

Maret 7, 2026
Gimnoar

© 2025 gimnoar.com - banyak cerita dari sebuah game

KUNJUNGI SITUS

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • PC
  • PS
    • PS 1
    • PS 2
    • PS 3
    • PS 4
    • PS 5
    • PS 6 soon
  • Nintendo
    • Nintendo 64
    • Nintendo DS
    • Wii
    • Nintendo Switch
  • Xbox
    • Xbox 360
    • Xbox One
    • Xbox Series X/S
  • Android
  • Tech
  • Review
  • Rekomendasi
  • Emulator

© 2025 gimnoar.com - banyak cerita dari sebuah game