Sejak pertama kali muncul di layar kaca pada tahun 1966, Ultraman telah menjadi simbol pahlawan super dari luar angkasa yang melindungi Bumi dari monster raksasa dan ancaman alien. Kepopulerannya yang mendunia membuat franchise ini terus berkembang, termasuk ke dunia video game.
Dalam Part 1 ini, kita akan membahas deretan game Ultraman Series yang dirilis di berbagai platform – mulai dari konsol klasik hingga sistem generasi awal. Setiap judul menghadirkan pengalaman aksi dan nostalgia yang berbeda, memperlihatkan bagaimana sang raksasa cahaya berevolusi di dunia digital.
OK Baiklah Ini Dia Daftar Game Ultraman Yang Admin Rangkum Untuk kalian :
1. Ultraman

Game Ultraman yang dirilis pada tahun 1984 adalah produk kuno yang dibuat pada masa – masa awal permainan video konsol dan komputer rumahan. Game ini dirilis untuk beberapa platform komputer Jepang, termasuk MSX dan PC-6001/PC-6001mkII, dan dikembangkan oleh Bandai.

Detail Game Dan Gameplay
Genre : Game ini pada dasarnya adalah gabungan dari genre beat – ’em – up sederhana dan aksi. Tujuan : Pemain mengendalikan Ultraman dalam pertarungan satu lawan satu melawan berbagai Kaiju (monster raksasa) dari serial aslinya. Mekanisme Pertarungan : Pemain dapat menggunakan pukulan dan tendangan dasar untuk mengurangi health bar monster. Monster – monster tersebut terus – menerus meregenerasi kesehatan mereka, yang berarti pemain tidak bisa hanya mengalahkan mereka dengan serangan fisik. Untuk mengalahkan monster secara permanen, pemain harus menunggu hingga pengukur energi khusus terisi penuh, lalu menggunakan Specium Beam (atau serangan khusus terkuat lainnya). Serangan ini adalah satu-satunya cara untuk mengalahkan lawan. Ada batas waktu untuk setiap pertarungan (mencerminkan batas waktu 3 menit Ultraman di serial TV).
Grafik Dan Audio
Grafik : Mengingat platformnya (komputer rumahan awal 1980 – an), grafisnya sangat primitif. Karakter dan latar belakang terdiri dari sprite sederhana dengan resolusi rendah. Grafik mereplikasi nuansa “B – movie” dari serial TV asli tahun 60 – an, dengan bangunan yang terlihat seperti model mainan. Suara : Audio sangat terbatas, biasanya hanya efek suara sederhana bergaya chiptune tanpa musik latar yang rumit.
Platform
Famicom,Nes.
2. Ultraman : Kaijuu Teikoku no Gyakushuu

Game Ultraman : Kaijuu Teikoku no Gyakushuu judul bahasa Inggris : Ultraman : The Empire of the Monsters Strikes Back atau The Kaiju Empire Strikes Back adalah sekuel dari game Ultraman tahun 1984. Game ini dirilis pada tahun 1987 untuk komputer rumahan Jepang, seperti MSX dan MSX2, dan diterbitkan oleh Bandai.

Detail Game Dan Gameplay
Genre : Berbeda dengan pendahulunya yang merupakan beat-’em-up sederhana, sekuel ini beralih ke genre RPG (Role-Playing Game) dengan elemen strategi dan pertarungan berbasis giliran. Mode Misi (Mission Mode) : Pemain bertindak sebagai komandan Science Special Search Party (SSSP). Tujuan utamanya adalah mengelola misi, mengirim tim SSSP untuk menyelidiki aktivitas monster, dan akhirnya mengendalikan Ultraman dalam pertarungan. Peta Strategi : Pemain melihat peta Jepang dari sudut pandang strategi. Monster muncul di berbagai lokasi, dan pemain harus memilih lokasi mana yang akan diinvestigasi. Pertarungan RPG Berbasis Giliran : Ketika tim SSSP (atau Ultraman) bertemu monster, game beralih ke layar pertarungan. Pertarungan berlangsung secara berbasis giliran. Pemain memilih perintah dari menu, seperti menyerang, bertahan, atau menggunakan senjata. Kompleksitas : Game ini jauh lebih kompleks daripada pendahulunya. Ada manajemen sumber daya, pemilihan misi, dan elemen RPG yang membuatnya lebih mendalam.
Grafik Dan Audio
Grafik : Grafik lebih baik dibandingkan versi 1984, terutama pada versi MSX2 yang mampu menampilkan lebih banyak warna dan detail. Meskipun masih merupakan grafik 8 – bit, lingkungan dan sprite monster lebih beragam dan terperinci. Suara : Kualitas suara masih terbatas pada kemampuan chiptune komputer MSX, tetapi mungkin ada sedikit peningkatan dalam melodi latar dan efek suara dibandingkan game pertama.
Platform
Famicom,Nes.
3. Ultraman Club

Game Ultraman Club : Chikyuu夺还作戦 (ウルトラマン倶楽部 地球奪還作戦, diterjemahkan menjadi “Ultraman Club : Operasi Merebut Kembali Bumi”) adalah game video yang dirilis untuk konsol Famicom (NES) di Jepang pada tanggal 26 April 1988. Game ini dikembangkan oleh TOSE dan diterbitkan oleh Bandai. Berbeda dengan game Ultraman sebelumnya yang cenderung serius dan sulit, game ini didasarkan pada franchise Ultraman Club, yang menampilkan versi super deformed (SD) atau chibi dari berbagai pahlawan dan monster Ultraman.

Detail Game Dan Gameplay
Game ini merupakan platformer aksi standar yang sering dibandingkan dengan game seperti Mega Man karena struktur level dan mekanismenya. Format SD : Karakter Ultraman dan monster digambarkan dalam versi chibi, yang memberikan tampilan yang lebih lucu dan tidak mengintimidasi dibandingkan game Ultraman sebelumnya. Mekanisme Kontrol : Kontrolnya dianggap responsif dan solid, memungkinkan pemain untuk berlari, melompat, dan menyerang dengan baik. Senjata dan Serangan : Ultraman dapat melakukan serangan jarak dekat (pukulan/tendangan) dan serangan proyektil khusus. Serangan proyektil ini dapat diaktifkan dengan menahan tombol atas dan serangan (mirip gaya Castlevania) dan memiliki berbagai jenis yang dapat dipilih, menggunakan energi dari bilah energi terpisah. Desain Level : Levelnya bervariasi, menampilkan tema umum seperti hutan, es, lahar, dan kota sibernetik. Namun, beberapa desain level terasa seperti disalin dan ditempel (copied and pasted) di beberapa bagian. Pertarungan Bos : Setiap level diakhiri dengan pertarungan bos melawan Kaiju ikonik. Pertarungan bos cenderung panjang. Item dan Energi : Pemain dapat mengumpulkan paket medis (seperti E-tanks di Mega Man) untuk mengisi ulang kesehatan, yang membantu dalam mengatasi kesulitan permainan.
Grafik Dan Audio
Grafik : Grafisnya khas era Famicom 8 – bit. Penggunaan gaya SD membuat visualnya unik dan menarik untuk saat itu. Warna – warna cerah dan desain yang lucu sesuai dengan tema “klub” dari game ini. Suara : Soundtrack game ini dianggap catchy (menarik) dan quirky (unik), sesuai dengan suasana game dan konsolnya.
Platform
Famicom,Nes.
4. Ultraman Powered

Game Ultraman Powered adalah game pertarungan 3D yang dikembangkan oleh Tose dan diterbitkan oleh Bandai. Game ini dirilis di Jepang pada tahun 1994 dan 1995 untuk beberapa konsol, termasuk 3DO Interactive Multiplayer, Sega Saturn, dan PlayStation (PS1). Game ini didasarkan pada serial TV Amerika – Jepang Ultraman : The Ultimate Hero.

Detail Game Dan Gameplay
Game ini menggabungkan dua genre : rail shooter dan pertarungan 2D satu lawan satu. Mode Cerita (Story Mode) : Mengikuti delapan episode kunci dari serial TV. Fase 1 : Rail Shooter: Setiap level dimulai dengan bagian di mana pemain mengendalikan pesawat tempur WINR (organisasi pertahanan dalam serial tersebut). Tujuannya adalah menembak target merah pada monster yang mendekat untuk mengurangi health bar – nya sebelum pertarungan utama dimulai. Fase ini menambah variasi pada gameplay. Fase 2 : Pertarungan 2D : Setelah fase shooter, pemain beralih mengendalikan Ultraman Powered untuk menyelesaikan pertarungan melawan Kaiju. Ini adalah mode pertarungan 2D standar di mana pemain menggunakan serangan fisik dasar (pukulan, tendangan) dan serangan khusus seperti Mega Spacium Beam. Mode VS (Versus Mode) : Memungkinkan pertarungan satu lawan satu melawan pemain kedua atau CPU.
Grafik Dan Audio
Grafik : Ini adalah poin terkuat dari game ini. Ultraman Powered menggunakan latar belakang dan sprite karakter yang didigitalkan langsung dari rekaman film 35mm serial TV aslinya. Hasilnya adalah visual yang menakjubkan dan fotorealistik untuk zamannya, mirip dengan gaya game Art of Fighting dari SNK, yang memperbesar sprite saat karakter berdekatan. Banyak kritikus memuji tampilan “brilian” dari game ini. Suara : Game ini menggunakan klip full-motion video (FMV) dari serial TV untuk cutscene antara pertempuran, dan efek suara serta musik latar juga diambil dari sumber aslinya, yang meningkatkan keaslian dan imersi permainan.
Platform
3DO Interactive Multiplayer,Sega Saturn,Playstation 1.
5. Ultraman : Towards the Future

Berdasarkan informasi yang tersedia, game Ultraman : Towards the Future dirilis untuk konsol Super Nintendo Entertainment System (SNES) pada tahun 1991, bukan 1994. Game ini didasarkan pada serial TV berjudul sama yang tayang di Amerika Utara. Game ini dikenal karena kesulitannya yang tinggi, kontrol yang kaku, dan mekanisme pertarungan yang membuat frustrasi.

Detail Game Dan Gameplay
Ultraman : Towards the Future adalah game pertarungan 2D satu lawan satu. Mekanisme Pertarungan : Pemain mengontrol Ultraman dengan gerakan dasar seperti pukulan, tendangan, dan serangan khusus. Kontrolnya sangat lambat dan tidak responsif, membuat pertempuran terasa kaku dan sulit. Mekanisme “Finish” : Ini adalah mekanisme paling membuat frustrasi dalam game. Setelah mengurangi health bar monster, pemain tidak bisa langsung menang. Pemain harus menunggu hingga meteran energi terisi penuh, lalu melancarkan serangan sinar pamungkas pada saat yang tepat ketika indikator “FINISH” muncul. Jika gagal, monster akan pulih dan pemain harus memulai prosesnya dari awal. Fitur Pertarungan : Beberapa gerakan tersedia, termasuk tendangan melompat yang efektif. Namun, kemampuan Ultraman yang terbatas dan musuh yang kuat membuat kemajuan terasa sangat sulit. Tidak ada Multiplayer: Game ini hanya memiliki mode pemain tunggal, yang semakin membatasi daya tariknya.
Grafik Dan Audio
Grafik : Grafik menggunakan sprite yang didigitalkan, tetapi kualitasnya dianggap buruk, terutama versi yang tidak dirilis di Amerika. Efeknya terlihat kasar, dan karakter Ultraman digambarkan dengan buruk. Suara : Musik latar dianggap cukup baik oleh beberapa pemain, tetapi efek suara (seperti rintihan dan suara benturan) dianggap hambar dan repetitif.
Platform
Snes,Sega Mega Drive,Genesis.
6. Ultraman Fighting Evolution

Ultraman Fighting Evolution adalah sebuah seri game pertarungan 3D yang sangat populer dan menjadi salah satu waralaba game Ultraman yang paling dikenal. Seri ini dikembangkan oleh Banpresto dan diterbitkan oleh Bandai, dimulai dari konsol PlayStation pertama dan berlanjut hingga PlayStation 2 dan PlayStation Portable. Seri ini terkenal karena fokusnya pada pertarungan sinematik dan otentik yang mencerminkan serial TV aslinya.

Detail Game Dan Gameplay
Kontrol dan Pertarungan : Kontrolnya dirancang untuk mudah diakses oleh penggemar, tidak serumit game pertarungan hardcore seperti Tekken atau Street Fighter. Fokusnya adalah pada gerakan khas Ultraman dan monster. Serangan Khusus Ikonik : Fitur utama adalah kemampuan untuk menggunakan serangan sinar ikonik (Specium Ray, Emerium Ray, dll.) setelah mengisi meteran energi. Serangan ini sering kali disajikan dengan sudut kamera sinematik untuk meniru adegan TV. Mode Cerita (Story Mode / Ultra Mode) : Ini adalah inti dari pengalaman bermain. Pemain menjalani skenario pertempuran ulang dari episode – episode ikonik di berbagai serial Ultraman (mulai dari era Showa hingga Heisei). Mode ini sering kali menghadirkan cutscene dan dialog untuk membangun suasana. “Finish” Sinematik : Mengalahkan monster sering kali melibatkan penggunaan serangan sinar pamungkas yang diakhiri dengan pose kemenangan khas Ultraman. Mode Versus : Mode standar untuk pertarungan dua pemain.
Grafik Dan Audio
Grafik : Grafik meningkat seiring perkembangan seri. Game PS1 memiliki grafik 3D dasar, sementara game PS2, terutama Fighting Evolution 3, menampilkan model karakter yang sangat detail dan lingkungan yang realistis untuk konsol tersebut. Sudut kamera dinamis sangat dipuji karena nuansa sinematiknya. Suara : Game ini menggunakan efek suara dan musik latar yang diambil langsung dari serial TV asli. Sulih suara dari aktor asli juga digunakan, yang memberikan pengalaman yang sangat otentik dan imersif bagi para penggemar.
Platform
Playstation 1,Playstation 2.
Kita telah menyelesaikan bagian pertama dari perjalanan panjang melintasi sejarah game Ultraman. Dari rilis paling awal di komputer Jepang yang primitif hingga munculnya seri Fighting Evolution yang dicintai di PS2, setiap game membawa potongan memori unik bagi para penggemar. Meskipun beberapa judul mungkin sulit atau memiliki kontrol yang kaku, pesona untuk mengendalikan pahlawan ikonik ini dalam pertarungan melawan monster legendaris tetap tak lekang oleh waktu. Nantikan Bagian 2, di mana kita akan menjelajahi era game yang lebih modern dan melihat bagaimana Ultraman terus berjuang di konsol – konsol terbaru.


![[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/bleach-blade-battlers-2nd-game-cover-altar-of-gaming-350x250.webp)

![[Review] Game Jadul + Nostalgia YU-GI-OH The Duelists Of The Roses](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/hq720-350x250.jpg)








![[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/bleach-blade-battlers-2nd-game-cover-altar-of-gaming-120x86.webp)
![[Nostalgia] Game Obscure : The Aftermath, Horor Kampus dengan Teror Psikologis](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2025/12/custom-c6a530cc-0b72-4ee3-863c-008fd17dce7f-1280x720-1-120x86.jpeg)

