Kontroversi melanda pengembang Delta Force setelah komunitas serta pihak studio Rust menemukan adanya kemiripan kuat antara salah satu aset visual dalam trailer season terbaru Delta Force dengan model 3D milik game Rust. Dugaan pencurian aset ini cepat menyebar dan segera memancing reaksi dari pengembang asli.
Insiden ini menjadi salah satu pembahasan panas di komunitas gim karena menyangkut etika, hak cipta, dan integritas proses kreatif dalam industri video game modern.
Awal Mula Dugaan Aset Rust Dipakai di Delta Force
Masalah bermula ketika trailer baru Delta Force menampilkan adegan bahan peledak (plastic explosive) yang bentuk, warna, dan modelnya dinilai sangat mirip dengan aset yang dibuat oleh artis 3D Rust, Thomas Butters.
COO Facepunch Studios kemudian membagikan perbandingan visual yang memperlihatkan kemiripan keduanya.
Unggahan tersebut dengan cepat viral, dan banyak pemain memberi komentar bahwa model tersebut “terlalu identik” untuk disebut kebetulan.
Reaksi dari Facepunch dan Komunitas
Perwakilan Facepunch menyampaikan keberatan mereka dan menulis pernyataan bernada halus namun tegas:
bahwa jika pihak Delta Force memang ingin menggunakan aset atau mengadakan kolaborasi, mereka seharusnya menghubungi secara langsung.
Pernyataan itu membuat isu berkembang menjadi diskusi lebih besar tentang plagiarisme aset digital dalam industri gim.
Tidak lama setelah itu, pengembang Delta Force dilaporkan telah menghubungi pihak Facepunch secara pribadi dan menyampaikan permintaan maaf. Walau begitu, belum ada pernyataan resmi yang dirilis ke publik oleh pihak Delta Force atau penerbitnya.
Isu Lebih Besar: Hak Cipta Aset Game
Kasus ini menjadi perhatian karena menyentuh beberapa aspek penting:
• Aset 3D adalah karya terlindungi
Model, tekstur, dan animasi dalam game termasuk karya yang dilindungi hak cipta.
• Trailer adalah bagian dari materi resmi
Jika aset dari game lain digunakan tanpa izin, itu termasuk pelanggaran yang dapat berdampak pada reputasi serta potensi tuntutan hukum.
• Kolaborasi tidak sama dengan menduplikasi
Pihak Rust menyampaikan bahwa mereka terbuka pada kolaborasi, namun garisnya jelas penggunaan aset tanpa izin bukan bentuk kerja sama.
Bagaimana Kondisi Saat Ini?
-
Trailer Delta Force yang memuat aset tersebut masih tersedia secara publik.
-
Facepunch mengonfirmasi bahwa masalah dengan pihak pengembang Delta Force telah “dibicarakan secara pribadi”.
-
Komunitas masih menunggu apakah Delta Force akan merilis klarifikasi resmi atau memperbarui trailer mereka.
-
Beberapa pemain Rust dan Delta Force menyatakan harapan agar kejadian ini justru membuka peluang kolaborasi resmi di masa mendatang.
Dugaan penggunaan aset Rust di trailer Delta Force telah memicu salah satu perbincangan terbesar di komunitas gim bulan ini.
Meski pengembang Delta Force dikabarkan sudah menghubungi Facepunch dan meminta maaf, kontroversi ini tetap menjadi pengingat penting bahwa industri kreatif terutama game bergantung pada originalitas dan rasa hormat terhadap karya pihak lain.
Para pemain kini menunggu tindak lanjut resmi dari pihak Delta Force serta bagaimana kasus ini memengaruhi perilisan konten mereka berikutnya.




![[Review] Nostalgia Kembali Hidup di Assassin’s Creed Black Flag Resynced](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/wetewtrw-350x250.jpg)










![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)