Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap temuan mengejutkan dalam upaya penindakan judi online di Indonesia. Menurut pemantauan terbaru, ribuan situs judi ilegal dilaporkan menggunakan layanan milik Cloudflare, sebuah perusahaan penyedia perlindungan jaringan dan Content Delivery Network (CDN) yang banyak dipakai situs global.
Temuan ini menunjukkan bahwa situs-situs judi tidak hanya bergantung pada domain cadangan, tetapi juga memanfaatkan infrastruktur internasional untuk menyamarkan identitas server, menyulitkan proses pemblokiran.
Cloudflare Jadi Perisai Ribuan Situs Judi Online
Komdigi menjelaskan bahwa layanan keamanan seperti Cloudflare digunakan untuk:
-
menyembunyikan lokasi server asli,
-
melindungi situs dari pemutusan akses,
-
mengalihkan trafik ketika domain diblokir pemerintah,
-
dan membuat situs judi tetap bisa diakses meski sudah berkali-kali ditindak.
Akibatnya, sejumlah situs judi online tetap bertahan hidup dan terus berganti alamat meski sudah masuk daftar blokir Komdigi.
Peringatan Pemerintah kepada Penyedia Layanan Internasional
Komdigi menegaskan bahwa setiap penyedia layanan digital yang beroperasi di Indonesia terikat dengan aturan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).
Artinya, jika sebuah platform:
-
membiarkan konten berbahaya,
-
tidak menurunkan situs judi ketika diminta,
-
atau tidak kooperatif terhadap permintaan pemerintah,
maka pemerintah memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi hingga pencabutan izin dan pemblokiran akses.
Peringatan ini tidak hanya ditujukan untuk Cloudflare, tetapi untuk semua penyedia infrastruktur digital yang melayani pengguna Indonesia.
Judi Online Memanfaatkan Teknologi Global
Salah satu alasan judi online sulit diberantas adalah karena:
-
menggunakan teknologi penyamaran IP,
-
memiliki sistem yang otomatis mengganti domain,
-
memakai CDN internasional sebagai tameng,
-
memakai ratusan hingga ribuan alamat cadangan untuk mengelabui filter pemblokiran.
Dengan ekosistem teknis seperti ini, pemerintah kini memperluas metode penindakan, tidak lagi hanya memblokir domain, tetapi juga menargetkan layanan apa pun yang ikut memfasilitasi operasi judi online.
Komdigi: Kami Tidak Akan Ragu Bertindak
Komdigi menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil tindakan ekstrem jika penyedia layanan digital tidak mendukung upaya pemberantasan judi online.
Ini termasuk:
-
pemanggilan resmi,
-
teguran tertulis,
-
sanksi administratif,
-
hingga pemutusan akses layanan di Indonesia.
Langkah ini dilakukan demi menjaga ruang digital yang sehat serta menekan dampak sosial dari maraknya judi online.
Laporan bahwa ribuan situs judi online berlindung di balik layanan Cloudflare memperlihatkan betapa canggihnya cara kerja jaringan perjudian ilegal. Pemerintah kini semakin agresif, tidak hanya menyasar domain, tetapi juga penyedia infrastruktur global yang diduga memfasilitasi keberlangsungan situs-situs tersebut.
Dengan kebijakan tegas Komdigi, ekosistem digital di Indonesia diharapkan menjadi lebih aman dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat.




![[Review] Nostalgia Kembali Hidup di Assassin’s Creed Black Flag Resynced](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/wetewtrw-350x250.jpg)










![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)