Komunitas pemain China dari Persona 5: The Phantom X tengah ramai melayangkan kritik terhadap Perfect World Games dan Black Wings Studio setelah update terbaru game menghadirkan Persona Rank IX bernama Raphael melalui sistem spending rebate.
Kontroversi ini langsung menjadi perbincangan besar di media sosial dan forum komunitas karena Raphael dianggap bukan sekadar item kosmetik biasa. Banyak pemain menilai Persona tersebut memiliki kemampuan yang sangat kuat berkat buff besar yang dapat meningkatkan performa party secara signifikan.
Masalahnya, akses untuk mendapatkan Raphael dikaitkan dengan milestone pengeluaran tinggi dalam game. Berdasarkan perhitungan komunitas, pemain disebut harus menghabiskan hampir 500 USD atau sekitar Rp8 jutaan untuk mencapai reward tersebut.
Hal ini membuat sebagian besar komunitas merasa sistem monetisasi game mulai bergerak terlalu agresif dan mendekati elemen pay-to-win.
Yang paling menarik perhatian, beberapa fans bahkan membuat ilustrasi bergaya “Calling Card” khas Persona 5, seolah Phantom Thieves kini menjadikan developer game mereka sendiri sebagai target berikutnya.
Gambar-gambar tersebut langsung viral di media sosial China dan Jepang karena dianggap sebagai bentuk protes kreatif dari komunitas pemain.
Sebagian pemain juga khawatir langkah ini bisa menjadi awal dari monetisasi yang semakin berat di masa depan, terutama karena P5X sebelumnya cukup dipuji berkat sistem progression yang dianggap masih cukup ramah untuk pemain free-to-play.
Sampai saat ini, pihak Perfect World Games maupun Black Wings Studio masih belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik besar yang muncul dari komunitas.
Kontroversi ini kembali memunculkan diskusi besar soal monetisasi dalam game gacha modern, terutama ketika konten berpengaruh terhadap gameplay mulai dikaitkan dengan sistem spending dalam jumlah tinggi.

















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)
