Industri konsol game global dikabarkan tengah menghadapi tantangan serius akibat kenaikan tajam harga RAM yang dipicu oleh melonjaknya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI). Menurut laporan Insider Gaming, kondisi ini mulai menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan produsen konsol, terutama terkait rencana peluncuran konsol generasi berikutnya yang ditargetkan pada periode 2027–2028.
Sumber industri menyebut bahwa RAM kini menjadi komponen yang semakin mahal dan sulit didapat. Banyak produsen memori memprioritaskan pasokan untuk server AI dan pusat data, yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi dibandingkan perangkat konsumen seperti konsol game. Akibatnya, pasokan RAM untuk industri hiburan menjadi terbatas, sementara harganya terus merangkak naik.
RAM merupakan salah satu komponen utama dalam konsol modern karena berperan besar dalam performa grafis dan kecepatan sistem. Jika harga RAM terus meningkat, produsen konsol berisiko menghadapi biaya produksi yang jauh lebih tinggi. Hal ini membuat produksi massal dengan harga kompetitif menjadi semakin sulit, terutama jika konsol baru dirilis dalam kondisi pasar komponen yang belum stabil.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa beberapa produsen konsol kini mulai mendiskusikan kemungkinan penundaan jadwal rilis generasi berikutnya. Tujuannya adalah menunggu hingga pasokan RAM membaik dan harga kembali lebih masuk akal, agar konsol baru tidak harus dijual dengan harga terlalu mahal saat peluncuran.
Tidak hanya konsol generasi berikutnya yang terdampak. Konsol generasi saat ini juga berpotensi mengalami kenaikan harga tambahan dalam beberapa tahun ke depan jika biaya komponen, termasuk RAM, terus meningkat. Situasi ini dapat memperpanjang usia generasi konsol sekarang, karena produsen mungkin memilih mempertahankan lini produk lama sambil menunggu kondisi pasar membaik.
Bagi produsen, menunda peluncuran konsol baru bisa menjadi langkah strategis untuk menjaga harga tetap terjangkau dan menghindari peluncuran hardware dengan margin yang terlalu tipis. Namun di sisi lain, penundaan juga berisiko menahan inovasi teknologi dan memperlambat siklus generasi konsol yang biasanya berlangsung 7 hingga 8 tahun.
Bagi konsumen, situasi ini berarti dua kemungkinan: menunggu lebih lama untuk konsol generasi baru, atau menghadapi harga perangkat yang lebih tinggi di masa depan.
Lonjakan harga RAM akibat ledakan industri AI kini menjadi faktor eksternal yang serius bagi industri konsol game. Dengan rencana konsol generasi baru yang bisa terdampak langsung, keputusan untuk menunggu hingga harga RAM stabil mungkin terlihat konservatif, namun bisa menjadi langkah bijak demi menjaga keseimbangan antara performa, ketersediaan, dan harga yang masuk akal bagi pemain.














![[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/bleach-blade-battlers-2nd-game-cover-altar-of-gaming-120x86.webp)
![[Nostalgia] Game Obscure : The Aftermath, Horor Kampus dengan Teror Psikologis](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2025/12/custom-c6a530cc-0b72-4ee3-863c-008fd17dce7f-1280x720-1-120x86.jpeg)

