Pernyataan mengejutkan datang dari Shawn Layden, mantan Presiden dan CEO PlayStation, yang kembali memicu perdebatan soal durasi game AAA. Dalam komentarnya baru-baru ini, Layden menyebut bahwa Red Dead Redemption 2. mahakarya open world dari Rockstar Games, memiliki durasi yang terlalu panjang untuk mayoritas pemain saat ini.

Menurutnya, tidak semua orang punya waktu hingga 88 jam atau lebih untuk menyelesaikan sebuah game di tengah kesibukan dan tanggung jawab kehidupan modern.
Shawn Layden, mantan presiden dan CEO PlayStation yang pernah memimpin Sony Interactive Entertainment Worldwide Studios, kembali mengeluarkan komentar yang memancing perdebatan di komunitas gamer global. Dalam wawancara wawancara terbaru, Layden menyatakan bahwa Red Dead Redemption 2 (RDR2). salah satu game open world paling terkenal dan panjang di industri, memiliki durasi yang terlalu besar untuk kehidupan banyak pemain saat ini.
Menurut Layden, meskipun RDR2 dipuji secara kritis dan komersial, durasi gameplay yang bisa mencapai lebih dari 80–90 jam hingga lebih dari 100 jam merupakan tantangan nyata bagi banyak pemain. Ia sendiri mengaku belum membuka game tersebut karena merasa tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikannya. Pernyataan ini mencerminkan pandangannya bahwa tidak semua orang mempunyai waktu luang hingga 88 jam atau lebih untuk menyelesaikan sebuah game, terutama mereka yang sudah dewasa dan punya banyak tanggung jawab.

Durasi Game & Realitas Pemain Modern
Layden menggarisbawahi fenomena perubahan gaya hidup pemain di era sekarang. Di masa lalu, gamer seringkali masih berusia muda dan “waktu-kaya” sehingga durasi panjang seperti 100 jam gameplay dapat dinikmati dengan lebih mudah. Namun, dengan bertambahnya usia rata-rata pemain, banyak di antaranya kini bekerja penuh waktu, memiliki keluarga, dan kegiatan lain yang menyita waktu luang mereka. Hal ini, menurut Layden, membuat model durasi game AAA super panjang menjadi “tidak selaras dengan realitas sebagian besar audiens saat ini.”
Saran untuk Industri
Tidak hanya mengkritik durasi, Layden juga menyoroti siklus pengembangan game dan biaya produksi yang semakin meningkat. Ia mendorong industri untuk mempertimbangkan pengembangan game yang lebih pendek namun tetap berkualitas kuat, dengan durasi ideal menurutnya di kisaran 20–25 jam gameplay, angka yang dianggap lebih realistis agar lebih banyak pemain dapat menyelesaikan game tanpa merasa kewalahan.
Selain itu, Layden mengungkapkan bahwa durasi game yang terlalu panjang dapat berkontribusi pada biaya produksi yang semakin besar, sehingga hanya sedikit judul AAA yang dirilis setiap tahunnya dan mengurangi kesempatan bagi kreativitas baru berkembang.
Reaksi Komunitas
Pernyataan Layden menimbulkan reaksi beragam di komunitas gamer. Beberapa menyambut ide game yang lebih pendek dan lebih mudah diakses bagi pemain dengan jadwal sibuk, sementara penggemar RDR2 dan game open world lainnya mempertahankan pendapat bahwa durasi panjang adalah bagian dari nilai franchise tersebut dan memberikan pengalaman mendalam yang pantas diinvestasikan pemainnya.







![[Review] Nostalgia Kembali Hidup di Assassin’s Creed Black Flag Resynced](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/wetewtrw-350x250.jpg)







![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)