Seorang overclocker terkenal asal Indonesia, Alva Jonathan (alias Lucky_n00b), baru-baru ini menjadi sorotan setelah salah satu pengujian extreme overclocking yang ia lakukan menyebabkan salah satu kartu grafis flagship MSI GeForce RTX 5090 Lightning Z retak secara fisik selama pengujian. Peristiwa ini menjadi pengingat nyata bahwa bahkan komponen high-end sekalipun bisa rusak jika dipaksa melewati batas ekstrem.
Jonathan melakukan eksperimen dengan menggunakan experimental XOC BIOS yang membuka batas daya GPU hingga 2.500 watt sebuah level yang jauh melampaui batas normalnya. Selama proses itu, chip inti GPU (GB202) mengalami retakan besar karena thermal shock (perubahan suhu yang sangat ekstrem dan mendadak).
Chip tersebut awalnya mampu mencatat skor tinggi di Geekbench 5 Compute dengan konfigurasi LN2 (liquid nitrogen cooling), tetapi ketika BIOS dipindahkan ke profil ekstrem itu, tegangan yang sangat tinggi dan kondisi thermal yang ekstrem memicu kerusakan fatal pada inti GPU.

Peristiwa ini menunjukkan risiko yang selalu mengintai para enthusiast yang mencoba memaksimalkan performa hardware jauh di luar spesifikasi pabrik:
-
BIOS ekstrem ini menghilangkan batasan daya dan tegangan normal, meningkatkan risiko thermal shock.
-
Saat suhu diubah dengan cepat (mis. dari sangat dingin ke panas), material silikon di dalam chip bisa pecah karena ekspansi dan kontraksi yang tidak seimbang.
-
Kerusakan seperti ini bukan hal yang umum terjadi dalam penggunaan harian, tetapi merupakan kemungkinan nyata ketika hardware dipaksa bekerja di luar batas desainnya.
Pengujian menyebutkan bahwa meskipun GPU retak, komponen lainnya tetap utuh, dan kerusakan ini mungkin bisa diperbaiki dengan mengganti inti chip yang rusak jika tersedia.
Jonathan bukan sekadar mencoba-coba saja ia adalah salah satu overclocker profesional yang bahkan sempat bekerja dengan tim pengembang MSI untuk menguji kemampuan kartu tersebut. Hal ini menekankan bahwa eksperimen ekstrem seperti ini bukan sekadar ingin nambah performa, tetapi juga bagian dari proses untuk memahami batas fisik komponen tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bagi siapa pun yang tertarik dengan overclocking:
Walaupun GPU tersebut dibuat untuk performa tinggi, batas fisiknya tetap nyata.
Mengejar skor ekstrem tanpa fasilitas pendingin yang tepat atau tegangan yang aman bisa berujung pada kerusakan permanen bahkan pada hardware yang harganya mencapai ribuan dolar.














![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)