Gimnoar
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • PC
  • PS
    • PS 1
    • PS 2
    • PS 3
    • PS 4
    • PS 5
    • PS 6 soon
  • Nintendo
    • Nintendo 64
    • Nintendo DS
    • Wii
    • Nintendo Switch
  • Xbox
    • Xbox 360
    • Xbox One
    • Xbox Series X/S
  • Android
  • Tech
  • Review
  • Rekomendasi
  • Emulator
Gimnoar
  • Home
  • Berita
  • PC
  • PS
    • PS 1
    • PS 2
    • PS 3
    • PS 4
    • PS 5
    • PS 6 soon
  • Nintendo
    • Nintendo 64
    • Nintendo DS
    • Wii
    • Nintendo Switch
  • Xbox
    • Xbox 360
    • Xbox One
    • Xbox Series X/S
  • Android
  • Tech
  • Review
  • Rekomendasi
  • Emulator
Gimnoar
Home PS PS 2

[Review] Game Jadul + Nostalgia YU-GI-OH The Duelists Of The Roses

Januari 5, 2026
in PS 2, Review
0 0
0
[Review] Game Jadul + Nostalgia YU-GI-OH The Duelists Of The Roses
0
SHARES
2
VIEWS
Berbagi di FacebookBerbagi di WhatsAppBerbagi di Telegram

Bagi gamer yang tumbuh di era PlayStation 2, nama Yu-Gi-Oh! The Duelists of the Roses pasti langsung membangkitkan kenangan lama. Game ini bukan sekadar adaptasi kartu Yu-Gi-Oh biasa, melainkan menghadirkan konsep duel yang unik, menantang, dan penuh nuansa nostalgia.

Lewat review ini, kita akan bernostalgia kembali melihat apa yang membuat The Duelists of the Roses begitu berkesan hingga masih diingat oleh para penggemar sampai sekarang.

Bagi penggemar Yu-Gi-Oh era awal 2000-an, Yu-Gi-Oh! The Duelists of the Roses adalah salah satu game yang paling mudah membangkitkan rasa nostalgia. Dirilis eksklusif untuk PlayStation 2 pada tahun 2001, game ini menghadirkan konsep Yu-Gi-Oh yang berbeda dari versi kartu aslinya, dengan balutan tema sejarah Inggris dan sistem duel yang unik.

Konsep Unik di Dunia Yu-Gi-Oh

Berbeda dari game Yu-Gi-Oh kebanyakan, The Duelists of the Roses mengusung latar perang saudara Inggris (War of the Roses) yang memadukan sejarah dengan dunia kartu monster. Pemain memilih pihak House of Lancaster (Mawar Merah) atau House of York (Mawar Putih), lalu bertarung menggunakan kartu-kartu monster ikonik seperti Dark Magician, Blue-Eyes White Dragon, hingga Exodia.

Pendekatan ini terasa segar pada masanya, meski terbilang “aneh” bagi pemain Yu-Gi-Oh modern. Namun justru di situlah daya tarik utamanya.

Gameplay Strategi yang Tidak Biasa

Sistem pertarungan menggunakan board berbentuk grid, di mana posisi monster sangat menentukan hasil duel. Elemen terrain seperti hutan, gunung, atau padang rumput memberi keuntungan atau kerugian pada jenis monster tertentu, memaksa pemain untuk berpikir strategis dan tidak sekadar mengandalkan ATK tinggi.

Ditambah lagi, game ini memperkenalkan sistem fusion manual, di mana pemain harus bereksperimen sendiri untuk menemukan kombinasi monster, tanpa petunjuk jelas. Di era tanpa internet cepat, hal ini membuat pemain sering mencoba berbagai kombinasi dengan penuh rasa penasaran.

Kesulitan Tinggi, Tapi Memuaskan

Salah satu ciri khas game ini adalah tingkat kesulitannya yang cukup tinggi. AI lawan kerap terasa “curang” dengan kartu kuat di awal duel, membuat pemain harus mengulang pertandingan berkali-kali. Meski frustrasi, kemenangan setelah strategi matang justru terasa sangat memuaskan.

Game ini juga mendorong pemain untuk mengumpulkan kartu dari hasil duel, yang memperkuat nuansa progresi dan koleksi.

Visual dan Musik yang Ikonik

Secara visual, The Duelists of the Roses menampilkan gaya khas awal PS2 dengan animasi sederhana namun penuh karakter. Musik latar yang dramatis menjadi salah satu elemen yang paling diingat, sukses membangun suasana epik setiap duel.

Meski terlihat kaku jika dibandingkan standar game modern, pesona visual dan audio-nya tetap kuat bagi pemain lama.

Nilai Nostalgia yang Sangat Kuat

Bagi gamer yang tumbuh di era PS2, game ini adalah paket lengkap nostalgia : gameplay unik, tantangan tinggi, dan nuansa Yu-Gi-Oh klasik yang masih kental. Namun untuk pemain baru, mekanik yang tidak ramah tutorial dan tempo permainan yang lambat mungkin terasa sulit dinikmati.

Sebagai game jadul, Yu-Gi-Oh! The Duelists of the Roses mungkin memiliki keterbatasan dari sisi visual dan sistem yang terasa kaku bagi pemain modern. Namun di balik itu semua, game ini menyimpan nilai nostalgia yang sangat kuat, gameplay unik yang berani berbeda, serta tantangan yang masih terasa seru hingga kini. Bagi penggemar Yu-Gi-Oh klasik dan gamer era PS2, judul ini bukan sekadar permainan, melainkan kenangan manis yang layak untuk dikenang dan dimainkan kembali.

Hady Bs

Hady Bs

Related Posts

Preview Gears of War: Perjalanan Epik di Semua Console
Review

Preview Gears of War: Perjalanan Epik di Semua Console

Januari 9, 2026
Preview The 3rd Birthday (PSP): Kembalinya Aya Brea dengan Aksi Lebih Intens
Review

Preview The 3rd Birthday (PSP): Kembalinya Aya Brea dengan Aksi Lebih Intens

Januari 9, 2026
Preview Jak and Daxter Trilogy: Semua Console yang Pernah Rilis
Review

Preview Jak and Daxter Trilogy: Semua Console yang Pernah Rilis

Januari 9, 2026
[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik
PS 2

[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik

Januari 7, 2026
[Review] Next Gen Game YU-GI-OH : Master Duel, Bersiaplah Para Duelis Sejati!
PC

[Review] Next Gen Game YU-GI-OH : Master Duel, Bersiaplah Para Duelis Sejati!

Januari 5, 2026
GoPay Luncurkan Nontonime, Fitur Streaming Anime Gratis dan Legal di Akhir 2025
Berita

GoPay Luncurkan Nontonime, Fitur Streaming Anime Gratis dan Legal di Akhir 2025

Desember 30, 2025

POSTINGAN POPULER

Kematian Game Ultraman Fighting Evolution PS2

Kematian Game Ultraman Fighting Evolution PS2

November 9, 2025
Daftar Game Ultraman Series Di Semua Platform Part 1

Daftar Game Ultraman Series Di Semua Platform Part 1

Oktober 31, 2025
10 Recomendasi Game Fighting Android Dan ios Terbaik

10 Recomendasi Game Fighting Android Dan ios Terbaik

November 13, 2025
Bocah 12 Tahun di Jepang Putus Sekolah Demi Karier Esports, Keputusan Keluarga Picu Perdebatan Publik

Bocah 12 Tahun di Jepang Putus Sekolah Demi Karier Esports, Keputusan Keluarga Picu Perdebatan Publik

Januari 8, 2026
Pengembangan Game Mudang : Two Hearts, EVR Studio Bermasalah Dan Di kabar Kan Terancam Di Batalkan

Pengembangan Game Mudang : Two Hearts, EVR Studio Bermasalah Dan Di kabar Kan Terancam Di Batalkan

Januari 7, 2026
Update Terbaru GTA VI: Jason Schreier Sebut Game Belum Content Complete, Rockstar Tetap Fokus Kualitas

Update Terbaru GTA VI: Jason Schreier Sebut Game Belum Content Complete, Rockstar Tetap Fokus Kualitas

Januari 8, 2026

REKOMENDASI GAME

Rekomendasi Game Klasik PS3 yang Masih Seru Dimainkan Sampai Sekarang

Rekomendasi Game Klasik PS3 yang Masih Seru Dimainkan Sampai Sekarang

Januari 9, 2026
[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik

[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik

Januari 7, 2026
Review Game Nostalgia PS2 Stuart Little : Big Photo Adventure : Petualangan Kecil dengan Kenangan Besar

Review Game Nostalgia PS2 Stuart Little : Big Photo Adventure : Petualangan Kecil dengan Kenangan Besar

Desember 25, 2025
[Nostalgia] Game Obscure : The Aftermath, Horor Kampus dengan Teror Psikologis

[Nostalgia] Game Obscure : The Aftermath, Horor Kampus dengan Teror Psikologis

Desember 13, 2025
Rekomendasi Game Race/Offroad Android Off The Road

Rekomendasi Game Race/Offroad Android Off The Road

Desember 10, 2025
Recomendasi 5 Game Mmorpg Online/Offline Android Terbaik

Recomendasi 5 Game Mmorpg Online/Offline Android Terbaik

Desember 9, 2025
Gimnoar

© 2025 gimnoar.com - banyak cerita dari sebuah game

KUNJUNGI SITUS

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

IKUTI MEDIA SOSIAL KAMI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • PC
  • PS
    • PS 1
    • PS 2
    • PS 3
    • PS 4
    • PS 5
    • PS 6 soon
  • Nintendo
    • Nintendo 64
    • Nintendo DS
    • Wii
    • Nintendo Switch
  • Xbox
    • Xbox 360
    • Xbox One
    • Xbox Series X/S
  • Android
  • Tech
  • Review
  • Rekomendasi
  • Emulator

© 2025 gimnoar.com - banyak cerita dari sebuah game