Bagi gamer yang tumbuh di era PlayStation 2, nama Yu-Gi-Oh! The Duelists of the Roses pasti langsung membangkitkan kenangan lama. Game ini bukan sekadar adaptasi kartu Yu-Gi-Oh biasa, melainkan menghadirkan konsep duel yang unik, menantang, dan penuh nuansa nostalgia.

Lewat review ini, kita akan bernostalgia kembali melihat apa yang membuat The Duelists of the Roses begitu berkesan hingga masih diingat oleh para penggemar sampai sekarang.
Bagi penggemar Yu-Gi-Oh era awal 2000-an, Yu-Gi-Oh! The Duelists of the Roses adalah salah satu game yang paling mudah membangkitkan rasa nostalgia. Dirilis eksklusif untuk PlayStation 2 pada tahun 2001, game ini menghadirkan konsep Yu-Gi-Oh yang berbeda dari versi kartu aslinya, dengan balutan tema sejarah Inggris dan sistem duel yang unik.
Konsep Unik di Dunia Yu-Gi-Oh
Berbeda dari game Yu-Gi-Oh kebanyakan, The Duelists of the Roses mengusung latar perang saudara Inggris (War of the Roses) yang memadukan sejarah dengan dunia kartu monster. Pemain memilih pihak House of Lancaster (Mawar Merah) atau House of York (Mawar Putih), lalu bertarung menggunakan kartu-kartu monster ikonik seperti Dark Magician, Blue-Eyes White Dragon, hingga Exodia.
Pendekatan ini terasa segar pada masanya, meski terbilang “aneh” bagi pemain Yu-Gi-Oh modern. Namun justru di situlah daya tarik utamanya.
Gameplay Strategi yang Tidak Biasa
Sistem pertarungan menggunakan board berbentuk grid, di mana posisi monster sangat menentukan hasil duel. Elemen terrain seperti hutan, gunung, atau padang rumput memberi keuntungan atau kerugian pada jenis monster tertentu, memaksa pemain untuk berpikir strategis dan tidak sekadar mengandalkan ATK tinggi.
Ditambah lagi, game ini memperkenalkan sistem fusion manual, di mana pemain harus bereksperimen sendiri untuk menemukan kombinasi monster, tanpa petunjuk jelas. Di era tanpa internet cepat, hal ini membuat pemain sering mencoba berbagai kombinasi dengan penuh rasa penasaran.

Salah satu ciri khas game ini adalah tingkat kesulitannya yang cukup tinggi. AI lawan kerap terasa “curang” dengan kartu kuat di awal duel, membuat pemain harus mengulang pertandingan berkali-kali. Meski frustrasi, kemenangan setelah strategi matang justru terasa sangat memuaskan. Game ini juga mendorong pemain untuk mengumpulkan kartu dari hasil duel, yang memperkuat nuansa progresi dan koleksi. Secara visual, The Duelists of the Roses menampilkan gaya khas awal PS2 dengan animasi sederhana namun penuh karakter. Musik latar yang dramatis menjadi salah satu elemen yang paling diingat, sukses membangun suasana epik setiap duel. Meski terlihat kaku jika dibandingkan standar game modern, pesona visual dan audio-nya tetap kuat bagi pemain lama. Bagi gamer yang tumbuh di era PS2, game ini adalah paket lengkap nostalgia : gameplay unik, tantangan tinggi, dan nuansa Yu-Gi-Oh klasik yang masih kental. Namun untuk pemain baru, mekanik yang tidak ramah tutorial dan tempo permainan yang lambat mungkin terasa sulit dinikmati. Sebagai game jadul, Yu-Gi-Oh! The Duelists of the Roses mungkin memiliki keterbatasan dari sisi visual dan sistem yang terasa kaku bagi pemain modern. Namun di balik itu semua, game ini menyimpan nilai nostalgia yang sangat kuat, gameplay unik yang berani berbeda, serta tantangan yang masih terasa seru hingga kini. Bagi penggemar Yu-Gi-Oh klasik dan gamer era PS2, judul ini bukan sekadar permainan, melainkan kenangan manis yang layak untuk dikenang dan dimainkan kembali.Kesulitan Tinggi, Tapi Memuaskan
Visual dan Musik yang Ikonik
Nilai Nostalgia yang Sangat Kuat
![[Review] Game Jadul + Nostalgia YU-GI-OH The Duelists Of The Roses](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/hq720.jpg)



![[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/bleach-blade-battlers-2nd-game-cover-altar-of-gaming-350x250.webp)
![[Review] Next Gen Game YU-GI-OH : Master Duel, Bersiaplah Para Duelis Sejati!](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/capsule_616x353-350x250.jpg)








![[Review] Game Bleach PS2 : Nostalgia Anime Shonen dengan Pertarungan Ikonik](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/01/bleach-blade-battlers-2nd-game-cover-altar-of-gaming-120x86.webp)
![[Nostalgia] Game Obscure : The Aftermath, Horor Kampus dengan Teror Psikologis](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2025/12/custom-c6a530cc-0b72-4ee3-863c-008fd17dce7f-1280x720-1-120x86.jpeg)

