Roblox, salah satu platform game online terbesar di dunia, kini mulai menerapkan verifikasi usia berbasis wajah secara global bagi pengguna yang ingin menggunakan fitur chat, termasuk obrolan teks dan komunikasi lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membatasi interaksi antara orang dewasa dan anak-anak di bawah umur dan meningkatkan keselamatan pemain, terutama anak-anak.
Kebijakan ini awalnya diuji coba di beberapa negara pada akhir 2025 dan kini telah diluncurkan secara global di semua wilayah yang mendukung fitur chat. Pengguna yang ingin berbicara dengan pemain lain di platform akan diminta melakukan pemeriksaan usia (age check) terlebih dahulu.
Untuk bisa mengakses fitur chat, pengguna diminta untuk membuka aplikasi Roblox dan mengikuti serangkaian instruksi di layar untuk melakukan verifikasi usia menggunakan teknologi estimasi usia melalui wajah (facial age estimation). Verifikasi ini biasanya dilakukan melalui video selfie yang direkam lewat kamera perangkat.
Roblox bekerja sama dengan pihak ketiga, Persona, untuk memproses verifikasi ini. Perusahaan menjamin bahwa gambar dan video yang diambil hanya digunakan untuk estimasi usia dan langsung dihapus setelah proses selesai, tanpa disimpan oleh Roblox atau vendor pihak ketiga.
Pengguna berusia 13 tahun ke atas juga dapat memilih verifikasi usia menggunakan dokumen identitas (ID) sebagai alternatif jika mereka tidak ingin menggunakan facial verification. Roblox juga menyediakan opsi untuk banding (appeal) jika hasil verifikasi usia diperkirakan salah.
Setelah verifikasi berhasil, pengguna akan ditempatkan dalam kelompok usia tertentu, dan hanya dapat berkomunikasi dengan pengguna di dalam kelompok usia yang sama atau yang berdekatan. Roblox membagi kelompok usia menjadi beberapa kategori, seperti:
-
Under 9
-
9 – 12
-
13 – 15
-
16 – 17
-
18 – 20
-
21+
Pengguna di bawah 9 tahun hanya dapat mengakses fitur chat setelah mendapatkan persetujuan orang tua melalui verifikasi yang sama.
Langkah ini diambil setelah Roblox menghadapi kritik tajam dan sejumlah gugatan hukum terkait masalah keamanan anak-anak, termasuk laporan tentang orang dewasa yang berpura-pura menjadi anak di bawah umur untuk berinteraksi dengan mereka. Kebijakan verifikasi usia diharapkan dapat mengurangi risiko paparan konten yang tidak pantas dan percakapan yang tidak aman di platform.
Roblox menyatakan bahwa verifikasi usia hanya diperlukan untuk mengakses fitur chat pengguna tidak diharuskan melakukan verifikasi untuk sekadar bermain game di platform, tetapi tanpa verifikasi mereka tidak dapat memakai fitur komunikasi dengan pengguna lain.
Kebijakan verifikasi wajah ini menandai salah satu langkah keselamatan paling tegas dalam sejarah platform game online besar. Roblox berharap pendekatan ini tidak hanya membuat pengalaman bermain jadi lebih aman, tetapi juga menjadi standar baru dalam industri untuk melindungi pemain, terutama anak-anak, dari interaksi yang berbahaya di dunia digital.
Kalau mau, Vera juga bisa buat versi ringkas untuk sosial media atau artikel opini soal privasi vs keamanan tinggal katakan ya!



![[Rumor] Assassin’s Creed Hexe Dirumorkan Hadirkan NPC Mirip Alien, Target Rilis 2027 ?](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/assassins-creed-hexe-concept-leak-350x250.webp)














![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)