Komunitas gaming Indonesia kembali ramai membahas NVIDIA GeForce RTX 2050 Laptop GPU setelah sebuah postingan viral menyebut GPU tersebut sebagai “kentang sejati”.

Postingan dari komunitas laptop gaming itu menyindir performa RTX 2050 yang dianggap kurang mampu mengikuti standar game modern saat ini.
Dalam meme tersebut, RTX 2050 disebut memiliki:
- Tenaga kecil
- VRAM terbatas
- Bandwidth pas-pasan
- Lebih cocok untuk kerja ringan dibanding gaming berat
Bahkan performanya dibandingkan dengan GPU lain seperti:
- NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU
- NVIDIA GeForce RTX 3070 Laptop GPU
- MX570
- Intel Iris Xe
Postingan tersebut juga menampilkan beberapa estimasi performa game modern di 1080p low settings:
- Cyberpunk 2077 → sekitar 22 FPS
- Hogwarts Legacy → sekitar 26 FPS
- Call of Duty: Warzone 2.0 → sekitar 28 FPS
- Red Dead Redemption 2 → sekitar 24 FPS
- Forza Horizon 5 → sekitar 30 FPS
Meski angka tersebut bersifat meme dan tidak sepenuhnya benchmark resmi, banyak pengguna merasa performa RTX 2050 memang mulai kewalahan menghadapi game AAA terbaru.
Walau sering jadi bahan candaan, RTX 2050 sebenarnya masih cukup untuk:
- Browsing
- Office
- Multimedia
- Esports ringan
- Game online populer dengan setting menengah
Namun untuk game AAA modern, pengguna biasanya harus:
- Menurunkan setting grafis
- Mengaktifkan upscaling seperti DLSS
- Mengorbankan stabilitas FPS
NVIDIA GeForce RTX 2050 Laptop GPU sering dianggap “membingungkan” karena:
- Menggunakan nama RTX
- Tapi performanya jauh di bawah ekspektasi banyak orang
- Sering dipasarkan di laptop gaming murah dengan branding besar
Hal inilah yang membuatnya kerap jadi bahan meme di komunitas.
Meskipun sering disebut “kentang”, RTX 2050 tetap punya pasar tersendiri sebagai GPU entry-level.
Namun seiring semakin beratnya game modern, banyak gamer mulai merasa GPU ini sudah mulai tertinggal untuk pengalaman gaming AAA yang nyaman.

















