Perdebatan mengenai penggunaan generative AI di industri game kembali memanas. Kali ini, kritik datang langsung dari salah satu pengisi suara Baldur’s Gate 3, yang secara terbuka menentang pemanfaatan AI generatif dalam aspek kreatif, khususnya voice acting.
Dalam pernyataannya, sang voice actor menyebut bahwa generative AI adalah sesuatu yang “membosankan” dan justru menghancurkan immersion atau rasa keterlibatan pemain dalam sebuah game. Menurutnya, performa suara yang dihasilkan oleh AI tidak mampu menggantikan emosi, improvisasi, serta kedalaman akting yang hanya bisa diberikan oleh manusia.
Kritik tersebut menyoroti kekhawatiran besar di kalangan aktor dan kreator, di mana penggunaan AI dinilai berpotensi menghilangkan jiwa dan keaslian dari sebuah karakter. Voice acting, menurutnya, bukan sekadar membaca dialog, tetapi merupakan proses seni yang melibatkan interpretasi, pengalaman, dan hubungan emosional dengan cerita.
Pernyataan ini langsung mendapat dukungan dari sebagian komunitas, terutama mereka yang menilai bahwa kesuksesan Baldur’s Gate 3 tidak lepas dari kualitas akting suara para talent manusia yang kuat dan berkesan.
Di tengah kritik tersebut, Larian Studios selaku developer Baldur’s Gate 3 memberikan klarifikasi mengenai posisi mereka terhadap AI. Studio menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan AI generatif untuk konten final, terutama dalam hal narasi, dialog, maupun voice acting.
Namun demikian, Larian mengonfirmasi bahwa mereka masih mengeksplorasi teknologi AI sebagai alat bantu pengembangan untuk seri Divinity di masa depan. Penggunaan AI ini disebut terbatas pada proses teknis dan internal, seperti efisiensi produksi atau pengujian, bukan untuk menggantikan peran kreatif manusia.
Pihak Larian menekankan bahwa AI dipandang sebagai alat pendukung, bukan pengganti developer, seniman, atau aktor. Mereka juga memastikan bahwa pengalaman pemain tetap menjadi prioritas utama, dan keputusan penggunaan teknologi apa pun akan selalu mempertimbangkan kualitas serta integritas kreatif game.
Kontroversi ini kembali membuka diskusi luas mengenai batas etis penggunaan AI di industri game, terutama ketika menyangkut pekerjaan kreatif dan performa manusia. Dengan semakin majunya teknologi AI, perdebatan antara efisiensi dan nilai seni tampaknya akan terus berlanjut.



![[Rumor] Assassin’s Creed Hexe Dirumorkan Hadirkan NPC Mirip Alien, Target Rilis 2027 ?](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/assassins-creed-hexe-concept-leak-350x250.webp)














![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)