Capcom kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan industri game di Asia Tenggara. Kali ini, Capcom Singapura resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Mapúa Filipina untuk mendorong edukasi dan pemahaman industri game di kalangan akademisi, sekaligus menyiapkan generasi profesional yang siap terjun ke dunia pengembangan dan bisnis game modern.

Capcom Singapore secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan Mapúa University di Filipina serta Prime Manpower dalam rangka meluncurkan program edukasi yang berfokus pada industri game, hak kekayaan intelektual (IP), dan budaya digital. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang aspek bisnis dari industri game yang berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara.
Program kolaboratif ini akan dimulai dengan beberapa kegiatan penting pada Januari 2026, termasuk upacara penandatanganan kerja sama pada 26 Januari 2026 dan sebuah kuliah khusus berjudul “Intellectual Property and the Game Business” pada 27 Januari 2026, yang akan dibawakan oleh Motoki Okuyama, General Manager dari Departemen Hak Kekayaan Intelektual Capcom di Jepang.

Dalam kerja sama ini, Capcom Singapore akan menyediakan materi pembelajaran dan wawasan industri berdasarkan pengalaman nyata mereka dalam pengembangan game dan manajemen IP global. Sementara itu, Mapúa University bertanggung jawab merancang kurikulum, mendukung proyek penelitian mahasiswa, serta menyediakan fasilitas akademik untuk kegiatan pembelajaran. Dukungan dari Prime Manpower meliputi koneksi dengan profesional di industri serta menciptakan peluang magang bagi mahasiswa yang ingin mengejar karier di bidang game.
Ricky Bian Li, Managing Director Capcom Singapore, menyampaikan bahwa pasar gaming di Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, sehingga penting untuk mempersiapkan generasi profesional masa depan yang memahami integrasi antara kreativitas, teknologi, IP, dan bisnis game. Selain itu, pihak Mapúa University juga menekankan bahwa kolaborasi ini memberi mahasiswa akses langsung pada praktik industri serta wawasan internasional yang dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam berkarier di ranah global.
Melalui langkah ini, Capcom tidak hanya memperluas jejaknya dalam komunitas game, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri game modern di kawasan Asia Tenggara.




![[Rumor] Ubisoft Siap Rilis Assassin’s Creed : Resynced 9 Juli 2026, Fans Mulai Berspekulasi](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/s-350x250.png)
![[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/4679533-pragmata-maintrailer1-26screenshot-350x250.jpg)

![[Rumor] EA Dikabarkan Akan Tutup 28 April, Fakta Sebenarnya Perlu Diluruskan](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/electronic-arts-games_6e988-6180ccfa-350x250.jpeg)








![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)