Perilisan Pragmata belum lama ini kembali menjadi bahan perbincangan, kali ini bukan karena gameplay atau ceritanya, melainkan desain karakter Diana yang disebut mengalami perubahan.

Rumor yang beredar menyebut bahwa Capcom sengaja melakukan redesign untuk membuat karakter tersebut terlihat lebih “realistis” dan dapat diterima secara global, namun keputusan ini memicu reaksi keras dari sebagian komunitas.
Diana sendiri digambarkan sebagai android berbentuk gadis kecil yang menjadi partner utama protagonis dalam cerita. Dalam versi final, Capcom memang mengambil pendekatan desain yang lebih “manusiawi” dibandingkan konsep awal yang lebih ekspresif dan bergaya anime. Keputusan ini bukan tanpa alasan, tim developer sebelumnya mengakui bahwa mereka kesulitan menyeimbangkan tampilan android dengan ekspresi karakter, sekaligus mempertimbangkan sensitivitas budaya untuk pasar global.
Di sinilah kontroversi mulai muncul. Sebagian fans menilai perubahan tersebut membuat Diana kehilangan identitas uniknya, terutama bagi mereka yang menyukai desain karakter bergaya anime dengan ciri khas tertentu. Di sisi lain, ada juga kelompok yang justru mendukung perubahan ini karena dianggap membuat karakter lebih cocok dengan tone realistis game.

Istilah “pro-loli” yang ramai dibahas di media sosial pun memperkeruh situasi. Beberapa pengguna internet menuduh bahwa redesign ini adalah upaya Capcom untuk menjauh dari potensi kontroversi terkait desain karakter anak dalam game, terutama di pasar Barat yang memiliki standar lebih ketat soal representasi tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa tidak ada pernyataan resmi dari Capcom yang secara langsung mengaitkan perubahan desain ini dengan isu tersebut, sehingga sebagian besar klaim masih bersifat spekulatif.
Terlepas dari pro dan kontra, Pragmata sendiri tetap mendapat respons positif dari sisi kualitas gameplay dan presentasi. Game ini bahkan dinilai sebagai salah satu rilisan kuat Capcom di 2026, dengan kombinasi aksi dan mekanik hacking yang unik.
Kontroversi ini sekali lagi menunjukkan bagaimana desain karakter bisa menjadi aspek sensitif dalam industri game modern, terutama ketika harus menyeimbangkan visi kreatif dengan ekspektasi pasar global.
Untuk saat ini, perdebatan soal Diana tampaknya masih akan terus berlanjut, setidaknya sampai Capcom memberikan klarifikasi resmi.
![[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/4679533-pragmata-maintrailer1-26screenshot-750x536.jpg)


![[Rumor] Ubisoft Siap Rilis Assassin’s Creed : Resynced 9 Juli 2026, Fans Mulai Berspekulasi](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/s-350x250.png)

![[Rumor] EA Dikabarkan Akan Tutup 28 April, Fakta Sebenarnya Perlu Diluruskan](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/electronic-arts-games_6e988-6180ccfa-350x250.jpeg)
![[Rumor] DLC Kedua Borderlands 4 Diduga Bocor, Vault Hunter Baru Jadi Sorotan](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/20250617-borderlands4-feature-350x250.webp)








![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)