Industri game Korea Selatan kembali diguncang oleh kabar kontroversial. Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan (Korea Fair Trade Commission / KFTC) dilaporkan melakukan inspeksi langsung ke kantor pusat Nexon, salah satu raksasa industri game global, untuk menyelidiki dugaan pelanggaran Undang-Undang Perdagangan Elektronik.
Penyelidikan ini berkaitan dengan game mobile Maple Training, khususnya pada sistem penjualan item berbayar yang diduga tidak sepenuhnya transparan kepada pemain.
Fokus utama investigasi KFTC tertuju pada mekanisme reset status karakter dalam Maple Training. Sistem tersebut diklaim memungkinkan pemain memperoleh nilai statistik maksimum, namun dalam praktiknya diduga nilai tersebut tidak pernah benar-benar muncul selama periode tertentu, meski probabilitasnya disebutkan tersedia.
Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya ketidaksesuaian antara probabilitas yang diumumkan kepada pemain dengan mekanisme internal game, sebuah isu yang sangat sensitif di industri game berbasis gacha dan mikrotransaksi.
Menanggapi kontroversi ini, Nexon sebelumnya telah mengakui adanya kesalahan dan bahkan menawarkan pengembalian dana penuh kepada pemain sejak masa awal peluncuran Maple Training. Meski demikian, langkah tersebut tidak serta-merta menghentikan proses hukum.
KFTC tetap melanjutkan investigasi untuk menentukan apakah praktik tersebut hanya sebatas kesalahan teknis, atau sudah masuk ke ranah penipuan konsumen yang melanggar hukum perdagangan elektronik Korea Selatan.
Kasus ini semakin menarik perhatian publik karena bukan pertama kalinya Nexon tersandung masalah serupa. Pada tahun 2024, perusahaan tersebut pernah dijatuhi denda besar oleh KFTC akibat manipulasi probabilitas item berbayar di MapleStory, salah satu game tersukses mereka.
Insiden sebelumnya itu menjadi salah satu kasus paling mencolok dalam sejarah regulasi game Korea, dan kini bayang-bayangnya kembali menghantui Nexon.
Hasil investigasi terhadap Maple Training berpotensi menjadi preseden penting bagi regulasi sistem gacha dan mikrotransaksi di Korea Selatan. Jika KFTC menemukan unsur pelanggaran serius, kasus ini dapat mendorong regulasi yang lebih ketat terhadap transparansi probabilitas item berbayar di masa depan.
Bagi industri game, khususnya developer game mobile dan live-service, kasus Nexon ini menjadi peringatan keras bahwa transparansi kepada pemain bukan lagi sekadar etika, melainkan kewajiban hukum.



![[Rumor] Ubisoft Siap Rilis Assassin’s Creed : Resynced 9 Juli 2026, Fans Mulai Berspekulasi](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/s-350x250.png)
![[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/4679533-pragmata-maintrailer1-26screenshot-350x250.jpg)

![[Rumor] EA Dikabarkan Akan Tutup 28 April, Fakta Sebenarnya Perlu Diluruskan](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/electronic-arts-games_6e988-6180ccfa-350x250.jpeg)








![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)