Kabar mengenai kolaborasi Assassin’s Creed Shadows dengan Attack on Titan tengah ramai diperbincangkan. Tidak hanya pemain yang memberikan tanggapan beragam, namun salah satu tokoh penting dari franchise Assassin’s Creed juga turut angkat bicara. Abubakar Salim, aktor yang memerankan Bayek dalam Assassin’s Creed Origins, menyampaikan kritik terbuka terhadap kolaborasi tersebut melalui akun media sosialnya.
Menurutnya, crossover terbaru ini terasa “aneh” dan semakin jauh dari identitas seri Assassin’s Creed itu sendiri.
Komentar Aktor Bayek: “Ini Lebih Ngawur Dari Kolab Final Fantasy”
Melalui sebuah unggahan di Twitter/X, Abubakar Salim menyinggung bahwa ia sebenarnya sudah menganggap kolaborasi Assassin’s Creed Origins × Final Fantasy XV beberapa tahun lalu sebagai hal yang paling nyeleneh. Namun setelah melihat munculnya kolaborasi AC Shadows × Attack on Titan, ia menilai crossover itu “jauh lebih tidak masuk akal” dibandingkan sebelumnya.
Ia menyoroti bahwa seri Assassin’s Creed dikenal dengan nuansa sejarah, pendekatan realistis, dan tema yang lebih grounded. Karena itu, memasukkan elemen dari dunia Attack on Titan sebuah karya fiksi fantasi dengan raksasa, ODM Gear, dan konsep dunia yang sangat berbeda membuat kolaborasi ini terasa janggal.

Pro Kontra yang Semakin Melebar
Komentar aktor Bayek tersebut memantik diskusi besar di kalangan pemain. Beberapa poin yang muncul dari komunitas antara lain:
1. Pemain Setuju: Kolaborasi Terlalu Jauh dari Identitas AC
Banyak penggemar lama merasa bahwa kolaborasi seperti ini membuat Assassin’s Creed kehilangan ciri khasnya sebagai game bertema sejarah. Mereka khawatir franchise ini semakin bergeser menjadi produk komersial yang mengejar tren.
2. Pemain Netral: Kolab Sebagai Fan-Service
Sebagian pemain menganggap kolaborasi ini hanya konten bonus, mirip seperti event kosmetik pada game lain. Asalkan tidak mengganggu lore utama, mereka menilai hal tersebut tidak masalah.
3. Pemain Antusias: Menyukai Inovasi
Ada juga pemain yang merasa kolaborasi seru seperti ini justru memberi warna baru dan membuat game lebih menarik, terutama bagi mereka yang juga penggemar Attack on Titan.
Apakah Kolaborasi Ini Merusak Identitas Assassin’s Creed?
Perdebatan mengenai “kecocokan” kolaborasi lintas dunia seperti ini sebenarnya sudah sering muncul di berbagai game modern. Namun pada Assassin’s Creed, isu ini menjadi lebih sensitif karena:
-
Seri ini dikenal menggabungkan sejarah nyata dengan fiksi yang tetap masuk akal.
-
Dunia Attack on Titan memiliki konsep yang jauh dari realisme sejarah Jepang.
-
Kolaborasi dianggap tidak sejalan dengan tone cerita AC Shadows.
Walaupun begitu, kolaborasi ini kemungkinan besar bersifat opsional dan hanya berupa kosmetik atau quest tambahan, bukan bagian dari jalan cerita utama. Ubisoft sendiri tampaknya mengikuti tren global game AAA yang semakin sering menghadirkan crossover demi menarik audiens baru.
Komentar Abubakar Salim sebagai pemeran Bayek menunjukkan bagaimana figur di balik layar pun memperhatikan arah perkembangan franchise besar seperti Assassin’s Creed. Kritiknya yang menyebut kolaborasi AC × Attack on Titan sebagai “ganjil” turut memperkuat suara komunitas yang mempertanyakan kesesuaian crossover tersebut.
Terlepas dari kontroversinya, keputusan Ubisoft tetap menimbulkan rasa penasaran apakah kolaborasi ini akan menjadi konten tambahan yang menyenangkan, atau justru memperkuat kekhawatiran bahwa Assassin’s Creed semakin jauh dari akar historisnya.

















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)
