Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Bloomberg, terungkap bahwa Netflix sempat mempertimbangkan tawaran akuisisi terhadap sejumlah raksasa media dan hiburan termasuk Electronic Arts (EA) sebelum akhirnya fokus pada pembelian Warner Bros. Discovery.
Informasi ini pertama kali menarik perhatian publik setelah akun GameSpot membagikan headline laporan tersebut, yang menunjukkan bahwa langkah Netflix untuk memperluas jangkauan bisnisnya sempat melibatkan diskusi internal tentang pengambilalihan studio game besar.

Netflix Menimbang Pilihan Akusisi
Menurut laporan Bloomberg, para eksekutif Netflix mendiskusikan kemungkinan mengakuisisi beberapa perusahaan besar yang asetnya dinilai strategis, termasuk:
-
Electronic Arts (EA) publisher game global dengan waralaba besar seperti FIFA, Battlefield, The Sims, Madden NFL, dan Apex Legends.
-
Fox Corporation perusahaan media sampingannya yang berada dalam portofolio bisnis hiburan.
-
Disney raksasa media global yang juga sempat menjadi target pembicaraan internal.
Namun pada akhirnya, Netflix memilih untuk bukan langsung mengejar akuisisi game ataupun media lain di luar sektor film dan televisi. Kekhawatiran bahwa tawaran semacam itu bisa memicu reaksi negatif dari investor dan merusak nilai saham perusahaan disebut sebagai salah satu faktor yang membuat Netflix menunda atau membatalkan rencana tersebut.
Akhirnya, Netflix memusatkan strateginya pada negosiasi akuisisi Warner Bros. Discovery, sebuah langkah yang tampaknya lebih konsisten dengan fokus Netflix pada konten film dan televisi meskipun potensi masuk ke ranah game tetap menjadi bagian dari diskusi internal.
Apa Arti Pertimbangan Akuisisi EA?
Sementara Netflix kini dikenal sebagai salah satu raksasa streaming global, langkah mempertimbangkan EA menunjukkan bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan berekspansi ke industri game dalam skala besar. EA, sebagai pemilik banyak IP populer yang memiliki jutaan pemain di seluruh dunia, tentunya merupakan target strategis yang menarik bagi Netflix jika ingin memperkuat posisi di ranah hiburan interaktif.
Namun, data terbaru menunjukkan bahwa EA sendiri sedang dalam proses akuisisi oleh konsorsium investor termasuk Saudi Public Investment Fund (PIF), Silver Lake, dan Affinity Partners senilai sekitar $55 miliar sebuah kesepakatan yang sudah diumumkan dan dalam proses persetujuan regulasi.
Ini berarti bahwa bahkan jika Netflix sempat mempertimbangkan EA, peluang akuisisi secara langsung kini lebih kecil karena saham EA telah mengarah pada kepemilikan privat oleh konsorsium tersebut.
Warner Bros. dan Ekspansi Konten
Setelah memutuskan untuk tidak melanjutkan potensi tawaran ke perusahaan seperti EA, Netflix kini fokus pada akusisi Warner Bros. Discovery sebuah kesepakatan besar yang diperkirakan bernilai sekitar $82,7 miliar, termasuk jaringan film dan studio TV ikonik seperti HBO dan DC Universe.
Dalam pembelian tersebut, Netflix bahkan menyatakan bahwa divisi game Warner Bros. tidak dianggap memiliki nilai utama dalam pengambilalihan meskipun aset game seperti Hogwarts Legacy disebut sebagai contoh karya berkinerja tinggi di sektor game.
Strategi ekspansi Netflix semakin jelas: meskipun perusahaan sempat mempertimbangkan mengakuisisi Electronic Arts, keputusan akhirnya adalah berfokus pada pembelian Warner Bros. Discovery. Langkah ini menunjukkan bagaimana Netflix ingin memperkuat posisi globalnya di dunia hiburan, bahkan jika masuk ke industri game besar bukanlah pilihan utama saat ini.
Mempertimbangkan dinamika pasar, potensi akuisisi lain, dan strategi internal Netflix di masa depan tetap menjadi hal yang layak dipantau oleh pengamat industri hiburan dan gaming global.


















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)