Ed Fries, mantan eksekutif dari Xbox, baru-baru ini mengungkapkan penyesalannya terkait keputusan di masa lalu yang berdampak besar pada posisi Xbox di industri game.
Dalam sebuah wawancara, ia menyebut bahwa salah satu peluang yang terlewat adalah mengamankan eksklusivitas seri Final Fantasy, yang pada akhirnya membuat konsol Xbox generasi awal tidak memiliki kehadiran franchise RPG besar tersebut.
Menurut Fries, pada saat itu pihak Xbox memang mencoba menjalin kerja sama dengan Square (sekarang Square Enix).
Namun proses negosiasi berjalan cukup sulit. Beberapa publisher menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama, sementara yang lain masih ragu untuk berpindah atau mendukung platform baru seperti Xbox.
Salah satu tantangan terbesar adalah dominasi Sony di pasar konsol saat itu.
Fries menjelaskan bahwa meskipun ada keinginan dari Xbox untuk menjadi pesaing kuat, tidak semua pihak berani secara terbuka mendukung mereka, terutama karena hubungan bisnis yang sudah terjalin dengan Sony.
Akibatnya, upaya untuk membawa Final Fantasy ke Xbox pada era awal tidak berjalan sesuai harapan.
Kegagalan ini membuat konsol Xbox pertama kehilangan salah satu franchise RPG terbesar di dunia. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya tarik platform di pasar Jepang dan global pada masa itu.
Pengakuan dari Ed Fries ini menunjukkan bagaimana keputusan bisnis di masa lalu bisa berdampak panjang pada posisi sebuah platform.
Absennya Final Fantasy di Xbox generasi awal menjadi salah satu momen penting dalam sejarah persaingan konsol, sekaligus pelajaran berharga bagi industri game.


















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)