Raksasa publisher game Ubisoft tengah menghadapi gelombang aksi mogok kerja internasional yang melibatkan hampir 1.200 karyawannya.

Aksi ini dipicu oleh kebijakan restrukturisasi besar yang diumumkan perusahaan, termasuk pemangkasan tenaga kerja, penutupan studio, pembatalan proyek, serta mandat kembali bekerja di kantor (return-to-office/RTO) yang kontroversial.
Aksi Mogok Kerja Internasional
Pengorganisasian mogok kerja ini dilakukan oleh serikat pekerja Ubisoft, yang mewakili pekerja di berbagai wilayah, termasuk di Perancis dan cabang Ubisoft Milan. Gelombang aksi kerja ini dilakukan secara internasional selama tiga hari sejak 10 Februari hingga 12 Februari 2026, dengan sekitar 1.200 pekerja berjalan keluar dari pekerjaan mereka sebagai protes terhadap keputusan manajemen perusahaan.
Group serikat yang terlibat termasuk STJV, Solidaires Informatique, CGT, CFE-CGC, dan Printemps Ecologique. semuanya ikut mengambil bagian untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap arah restrukturisasi Ubisoft.
Penyebab Utama : Restrukturisasi dan Pemangkasan
Salah satu penyebab utama mogok kerja ini adalah rencana major reset Ubisoft, yang mencakup penutupan sejumlah studio, pengurangan tenaga kerja, dan pembatalan beberapa proyek besar, termasuk Prince of Persia : The Sands of Time Remake. Selain itu, perusahaan memperkenalkan kebijakan RTO yang menuntut para pekerja kembali bekerja penuh waktu di kantor, sesuatu yang telah menjadi titik ketegangan sejak beberapa waktu lalu.
Perwakilan serikat pekerja, Marc Rutschlé dari Solidaires Informatique, menyatakan bahwa kebijakan perusahaan menunjukkan kurangnya pemahaman manajemen terhadap kondisi para pekerja. Rutschlé juga menyoroti tekanan kerja tinggi yang dirasakan staf, kurangnya kenaikan gaji dalam beberapa tahun terakhir, serta rasa frustrasi atas keputusan yang dinilai sepihak.

Reaksi Karyawan dan Komunitas
Reaksi atas aksi mogok ini cukup beragam, namun banyak yang menunjukkan dukungan kepada para pekerja yang berdiri menentang kebijakan restrukturisasi. Beberapa komentator menganggap aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap staf yang tak hanya menghadapi pemotongan tenaga kerja, tetapi juga tuntutan kerja yang lebih berat di tengah tekanan perusahaan.
Dampak terhadap Ubisoft
Langkah restrukturisasi dan aksi mogok terjadi di tengah tekanan finansial perusahaan, yang telah melakukan berbagai pengurangan biaya dan penutupan studio dalam setahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Ubisoft tengah berada dalam fase perubahan signifikan dalam upaya menata model operasinya, meskipun langkah itu memicu ketidakpuasan di kalangan pekerja.
Mogok kerja ini menandai babak penting dalam perjalanan restrukturisasi Ubisoft. Kini, semua pihak menunggu langkah selanjutnya dari perusahaan dalam merespons suara para pekerjanya.


















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)