Dunia game tanah air, termasuk komunitas VTuber, streamer, dan gamer general, sedang diguncang gelombang protes keras. Fokus amarah massa tertuju pada Indonesia Game Rating System (IGRS), sistem klasifikasi gim yang berada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang dinilai menerapkan kebijakan rating “ngawur” dan kontraproduktif.

Kebijakan terbaru IGRS di platform distribusi gim terbesar, Steam, memicu kekacauan besar. Dilaporkan, sejumlah gim populer yang biasa dimainkan oleh para konten kreator kini menyandang label yang melarang atau membatasi aktivitas live streaming. Hal ini secara langsung memukul mata pencaharian para streamer dan VTuber yang menggantungkan konten mereka pada gim-gim tersebut.
Berdasarkan pantauan media dari sejumlah unggahan di media sosial (dikutip dari tangkapan layar akun X yang beredar), para pegiat komunitas mengekspresikan kekecewaan mendalam. Salah satu isu utama yang muncul adalah pelarangan streaming untuk gim-gim yang dianggap “tidak fit for distribution.”
Dalam salah satu unggahan yang viral, akun @dombaemon meluapkan amarahnya. Ia merasa kebijakan ini tidak masuk akal karena gim yang dianggap “bagus” justru terkena label Restricted Content (RC) atau not fit for distribution. Yang mengejutkan, pelarangan streaming ini kabarnya dikaitkan dengan kebijakan regional, bahkan hingga mencuatnya istilah “tidak boleh di livestreaming-in Ancol” oleh warganet.

Kekecewaan serupa diungkapkan oleh @ElaineCelestia, seorang VTuber, yang dengan tegas mengecam ketidakjelasan aturan ini.

Puncak amarah komunitas terjadi ketika terungkap adanya standar ganda yang sangat mencolok dalam penentuan rating IGRS. Beberapa tokoh industri dan komunitas, seperti Kris Antoni dari Toge Productions (@kerissakti), membeberkan fakta mengejutkan. Melalui tangkapan layar di Steam, ia menunjukkan bahwa gim yang secara jelas mengandung unsur Hentai, Sexual Content, dan bertag dewasa (18+) justru lulus kurasi IGRS dengan rating fantastis: 3+ (Cocok untuk semua umur/anak-anak).

Di sisi lain, gim-gim RPG dengan narasi mendalam yang biasanya memiliki rating T (Teen) atau M (Mature) di sistem rating internasional (seperti ESRB), justru dicekal atau dilarang streaming-nya oleh IGRS di regional Indonesia.

Ketimpangan ini memicu satire tajam. Akun @rierushindou secara sarkastik mencuit bahwa ia akan mengganti konten streaming-nya dengan gim yang “sangat cocok untuk anak PAUD seperti Doom Eternal“, karena gim tersebut diduga tidak seketat gim-gim lain dalam hal pelarangan. Ia juga menertawakan fakta bahwa gim kasual yang tidak berbahaya seperti Carry the Glass bisa mendapatkan label “Kekerasan”.

Kritik pedas tidak hanya datang dari sisi rating, tetapi juga efektivitas kinerja kementerian terkait. Akun @ChouSenka melontarkan kritik keras, mempertanyakan akurasi sistem rating IGRS yang dianggap salah sasaran.
“Goblok banget komdigi, banyak rating NGUAWOOOOR. Sistem lo sesampah itu kah apa gimana, kok banyak salah sasaran gini,” tulis akun tersebut. Ia juga menyinggung ketidakmampuan kementerian dalam menangani masalah yang lebih besar, yaitu judi online (judol), sementara pasar gim legal yang memberikan kontribusi pajak justru dipersulit.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Komdigi mengenai kekacauan rating IGRS di platform Steam dan keluhan massal dari komunitas gamer tanah air. Publik, terutama para konten kreator gim, mendesak adanya evaluasi total terhadap standar dan kriteria yang digunakan oleh IGRS agar tidak mematikan industri kreatif digital yang sedang berkembang pesat.















![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)