Kementerian Komunikasi dan Digital akhirnya memberikan klarifikasi terkait implementasi Indonesia Game Rating System di Steam.

Intinya, tampilan rating yang saat ini muncul di Steam bukan sepenuhnya hasil verifikasi resmi dari IGRS. Sistem tersebut masih berasal dari mekanisme internal milik Valve, yang menggunakan metode self-declare dari developer.
Komdigi menegaskan bahwa proses verifikasi dari pihak IGRS sendiri belum sepenuhnya dilakukan. Artinya, rating yang muncul saat ini belum tentu mencerminkan klasifikasi resmi yang seharusnya.
Saat ini, Steam juga disebut masih dalam tahap penyesuaian sistem agar bisa mengikuti standar klasifikasi IGRS secara penuh.
Yang jadi sorotan, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai:
- Game dengan rating RC (Refused Classification)
- Game yang belum memiliki rating sama sekali
Padahal, ada kekhawatiran potensi pembatasan akses seperti yang pernah terjadi di Jerman.
Secara sederhana:
- Sistem rating di Steam saat ini masih milik Valve
- Verifikasi dari IGRS belum selesai
- Kejelasan soal pembatasan game masih belum ada
Banyak yang menilai, dalam kondisi sekarang, tanggung jawab implementasi masih lebih condong ke pihak Steam/Valve.















![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)