Nama Thalia Lia, seorang cosplayer lokal asal Indonesia, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini bukan karena konten cosplay atau event fandom, melainkan unggahannya tentang aktivitas sehari-hari saat menjalani ibadah puasa sambil mengajar.

Alih-alih mendapat apresiasi karena membagikan sisi lain kehidupannya sebagai seorang guru, unggahan tersebut justru menuai beragam komentar pedas dari netizen.
Dalam tangkapan layar yang beredar, terlihat berbagai komentar bernada sindiran hingga tudingan. Ada yang mempertanyakan kredibilitasnya sebagai pengajar, ada pula yang menyinggung masa lalunya.

Komentar seperti:
“SLB?”
“Di sekolah pakai hijab syar’i, di luar pakai rok pendek.”
“Mirip Jokowi.”
“Ini real apa editan?”
mewarnai kolom diskusi dan memicu perdebatan antar pengguna media sosial.
Nama Thalia sebelumnya sempat viral karena mengadakan acara “ngedate nonton Kimetsu no Yaiba” dengan tarif sekitar Rp700 ribu. Konsep tersebut sempat menuai pro dan kontra, dan hingga kini masih sering diungkit setiap kali ia menjadi sorotan publik.

Dalam unggahan lamanya, ia pernah menuliskan ajakan menonton bersama sambil cosplay sesuai karakter pilihan, lengkap dengan keterangan domisili di Jakarta Selatan dan Pusat. Konten itu sempat viral dan membentuk persepsi tersendiri di kalangan netizen.
Pada unggahan terbarunya, Thalia membagikan semangat menjalani aktivitas bekerja dan berpuasa. Namun sebagian netizen justru mempertanyakan konsistensi citra yang ia tampilkan di media sosial.
Sebagian lainnya menilai komentar tersebut berlebihan dan menganggap kehidupan profesional seseorang tidak seharusnya terus dikaitkan dengan konten personal di masa lalu.
Kasus ini kembali memunculkan perdebatan klasik: apakah figur publik atau content creator bisa benar-benar “lepas” dari masa lalu digitalnya? Ataukah setiap langkah akan selalu dibandingkan dengan konten lama yang pernah viral?
Terlepas dari pro dan kontra, satu hal yang pasti: nama Thalia Lia kembali ramai diperbincangkan. Dan seperti yang sering terjadi di era media sosial, perhatian publik bisa datang dalam bentuk pujian atau justru hujatan.














![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)