Nintendo tampaknya belum puas menebar teror hukum ke dunia pembajakan. Kali ini, korporasi raksasa asal Jepang itu kembali menunjukkan siapa bosnya dengan menang di pengadilan melawan seorang streamer pembangkang yang gemar menyiarkan game bajakan di internet.
Nama pelakunya? Jesse Keighin, alias EveryGameGuru seorang streamer yang tampaknya lebih sibuk menantang hukum ketimbang bermain game dengan benar.
Kasusnya: Dari “Guru” Jadi Tersangka
Menurut laporan TorrentFreak, Keighin dituduh menyiarkan game bajakan Nintendo dan menggunakan perangkat lunak pembobol proteksi (circumvention tools) untuk menjalankan game-game itu sebelum rilis resmi.
Nintendo yang selama ini dikenal tak segan “menggigit” para pelanggar hak cipta, langsung menggugat Keighin ke pengadilan federal di Colorado, AS.
Alih-alih melawan, EveryGameGuru malah tidak menghadiri persidangan.
Hasilnya? Hakim menjatuhkan default judgment alias kekalahan otomatis dan memerintahkan ia membayar ganti rugi sebesar $17.500 USD kepada Nintendo.
Sikap Ngeyel, Hasil Nyesek
Yang bikin kasus ini makin panas, Keighin sempat berulah di media sosial dengan menulis
“You might run a corporation. I run the streets.”
Sayangnya, ucapan itu tak menyelamatkannya dari hukum karena ternyata, jalanan tidak bisa menandingi pengacara Nintendo yang bersenjata akta hukum dan pasal DMCA.
Walau Nintendo sempat meminta agar semua perangkat “pembobol” milik Keighin dimusnahkan dan melarang pihak-ketiga yang tidak disebut ikut terlibat, hakim menolak permintaan itu karena dianggap terlalu luas dan tak spesifik.
Namun inti putusannya tetap jelas: Nintendo menang telak.
Bukan Soal Uang, Tapi Soal Pesan
Menariknya, angka $17.500 sebenarnya relatif kecil bagi perusahaan sekelas Nintendo. Tapi yang mereka kejar bukan kompensasi finansial, melainkan efek jera.
Nintendo ingin memberi sinyal tegas bahwa siapa pun yang mencoba menantang hak cipta mereka, baik lewat ROM sharing, emulator, atau live-streaming ilegal, akan ditindak tanpa kompromi.
Dalam konteks industri, langkah ini memperkuat reputasi Nintendo sebagai “penjaga paling ketat” di dunia gaming perusahaan yang lebih suka menghancurkan pelanggar daripada berdialog dengannya.
Nintendo vs Dunia: Ini Bukan Kasus Pertama
Nintendo sudah lama dikenal agresif terhadap pelanggaran hak cipta.
- Tahun 2023, mereka menggugat Tropic Haze, tim di balik emulator Yuzu, hingga akhirnya ditutup dengan denda $2,4 juta.
- Sebelumnya, beberapa situs ROM seperti LoveROMs dan LoveRetro juga ditutup permanen setelah digugat dengan nominal jutaan dolar.
Kini, dengan kemenangan atas EveryGameGuru, Nintendo kembali mengingatkan bahwa di dunia mereka, hukum selalu menang bukan hype, bukan streamer.
Nintendo Bukan untuk Dicoba-Coba
Bagi sebagian gamer, aksi Nintendo ini terasa kejam. Tapi bagi mereka, ini soal prinsip melindungi karya, melindungi bisnis, dan melindungi sejarah game yang mereka bangun.
“You run the streets”?
Sayangnya, di dunia Nintendo, jalanmu berakhir di pengadilan.



![[Rumor] Ubisoft Siap Rilis Assassin’s Creed : Resynced 9 Juli 2026, Fans Mulai Berspekulasi](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/s-350x250.png)
![[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/4679533-pragmata-maintrailer1-26screenshot-350x250.jpg)

![[Rumor] EA Dikabarkan Akan Tutup 28 April, Fakta Sebenarnya Perlu Diluruskan](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/electronic-arts-games_6e988-6180ccfa-350x250.jpeg)








![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)