Industri game kembali diwarnai kabar kurang menyenangkan. Starbreeze Studios, pengembang di balik game Payday 3, dilaporkan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Langkah ini menegaskan bahwa studio asal Swedia tersebut masih berada dalam masa sulit, di tengah upaya restrukturisasi dan tekanan finansial pasca peluncuran Payday 3 yang menuai beragam respons.

Starbreeze Studios, studio di balik franchise Payday termasuk Payday 3, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam gelombang terbaru. Meski perusahaan belum memberikan pengumuman resmi tentang PHK kali ini, beberapa pegawai mengonfirmasi lewat jaringan profesional bahwa pemangkasan staf memang tengah berlangsung.
Kabar ini muncul di tengah masa sulit yang dialami Starbreeze sejak peluncuran Payday 3, yang mendapat sambutan campuran dan tantangan besar seiring konten permainan yang kurang memuaskan serta masalah teknis sejak debutnya. Akibatnya, perusahaan telah melakukan berbagai langkah restrukturisasi, termasuk menutup proyek besar lain, seperti game Dungeons & Dragons yang digarap internal, Project Baxter, yang dibatalkan dan menyebabkan puluhan pengembang kehilangan pekerjaan.
Alasan di Balik PHK dan Fokus Baru
Menurut laporan, keputusan PHK terbaru ini tidak terlepas dari strategi Starbreeze untuk kembali memfokuskan sumber daya pada franchise Payday setelah pembatalan dan penundaan proyek lain. Sebelumnya, Project Baxter yang dijadwalkan rilis 2026 secara resmi dihentikan, dan sekitar 44 karyawan serta kontraktor terdampak langsung oleh pembatalan tersebut.

CEO Starbreeze Adolf Kristjansson menjelaskan bahwa langkah restrukturisasi termasuk PHK merupakan bagian dari upaya “menajamkan fokus investasi dan talenta pada Payday”. IP yang dianggap paling ikonik dan berpotensi kuat untuk masa depan perusahaan. Selain itu, pemangkasan staf juga dianggap langkah penting untuk membantu Starbreeze mencapai arus kas positif.
Reaksi Industri dan Komunitas
PHK kembali yang terjadi di Starbreeze memicu reaksi dari komunitas game dan profesional industri. Banyak yang melihat bahwa Payday 3 yang kurang memuaskan secara kritikal dan finansial berkontribusi pada kondisi ini, sementara keputusan membatalkan proyek ambisius seperti Project Baxter memperlihatkan risiko besar dalam restrukturisasi internal.
Beberapa pengamat industri juga menyoroti bahwa gelombang PHK tidak hanya memengaruhi Starbreeze, tetapi merupakan fenomena yang makin sering terjadi di studio game global, terutama saat perusahaan menghadapi tekanan finansial dan kebutuhan untuk memfokuskan investasi pada proyek yang paling menjanjikan.
Starbreeze telah mengalami beberapa kali PHK dan penutupan studio dalam dua tahun terakhir, termasuk penutupan kantor Paris dan pemangkasan tim pengembangan demi mengefisienkan struktur perusahaan secara keseluruhan.


















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)